Sebagai bagian dari upaya mengenalkan dunia perkuliahan dan menumbuhkan semangat melanjutkan pendidikan tinggi, SMA Budi Utomo Gadingmangu melaksanakan kegiatan “Goes to Campus” dengan mengunjungi dua perguruan tinggi ternama di Surabaya, yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XII ini bertujuan untuk memberikan wawasan langsung mengenai kehidupan kampus, program studi, serta peluang karier di masa depan. Para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan dosen dari masing-masing universitas.
Di ITS Surabaya, para siswa diajak mengenal berbagai fakultas dan laboratorium riset teknologi unggulan. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai jalur masuk perguruan tinggi, kehidupan mahasiswa, serta inovasi yang telah dihasilkan oleh kampus teknologi terbaik di Indonesia ini.
Sementara di UNESA, para siswa diperkenalkan pada program studi kependidikan dan nonkependidikan, fasilitas pembelajaran modern, serta suasana akademik yang inspiratif. Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan sesi motivasi dan diskusi ringan seputar pentingnya menyiapkan diri sejak dini untuk menghadapi jenjang pendidikan tinggi.
Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Bapak Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengenalan dunia kampus yang rutin dilakukan sekolah untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.
“Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang dunia perkuliahan. Dengan demikian, mereka dapat lebih mantap menentukan jurusan dan kampus sesuai minat serta potensi masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan Goes to Campus ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Banyak siswa yang merasa termotivasi untuk terus berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi impian mereka.
Dengan kegiatan seperti ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap dapat terus menjadi wadah yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat dan pengetahuan yang luas.
SMA Budi Utomo Gadingmangu – Membangun Cita, Menjemput Masa Depan!
Semangat juang dan kekompakan kembali ditunjukkan oleh tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu! Dalam ajang bergengsi Vetera of Competition 2025, tim futsal kita berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 (runner-up) setelah melalui rangkaian pertandingan yang penuh strategi, kerja sama, dan sportivitas tinggi.
Turnamen yang diikuti oleh berbagai sekolah unggulan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus wadah untuk mempererat solidaritas antar pelajar. Sejak babak penyisihan, tim SMA Budi Utomo tampil konsisten dengan gaya permainan cepat dan penuh determinasi. Dukungan dari pelatih, guru, serta rekan-rekan satu sekolah turut menjadi energi positif yang mendorong semangat para pemain di setiap laga.
Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara pertama, perjuangan mereka patut diapresiasi. Gelar runner-up ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, latihan rutin, dan kebersamaan mampu menghasilkan prestasi gemilang.
Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Bapak Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., turut memberikan apresiasi dan motivasi kepada para pemain. “Kami bangga atas semangat juang anak-anak. Ini bukan sekadar hasil pertandingan, tapi proses pembentukan karakter tangguh, disiplin, dan sportif,” ujarnya.
Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, dan tim pendukung futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu! Teruslah berlatih, tetap rendah hati dalam kemenangan, dan jadikan pengalaman ini sebagai pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi.
SMA Budi Utomo Gadingmangu – Berprestasi di Lapangan, Berkarakter di Kehidupan!
Halo, para siswa, guru, dan warga sekolah! Sebagai tim markom SMA Budi Utomo Gadingmangu, kami ingin mengajak kalian mengenal lebih dekat sosok yang tak hanya memimpin sekolah kita dengan tangan dingin, tapi juga aktif berkontribusi di masyarakat. Dialah Bapak Heboh Handono P.L., M.Pd., Kepala Sekolah kita yang penuh semangat. Di balik kesibukannya mengelola pendidikan, beliau punya cerita menarik soal organisasi kemasyarakatan dan hobi olahraga yang bisa jadi inspirasi bagi kita semua.
Bayangkan, setiap pagi Bapak Heboh sudah siap menyambut hari dengan energi positif di SMA Budi Utomo Gadingmangu. Sebagai kepala sekolah, beliau tak hanya fokus pada kurikulum dan prestasi akademik, tapi juga membangun lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif. “Pendidikan itu bukan cuma soal nilai, tapi membentuk karakter yang tangguh,” begitu kata beliau dalam salah satu rapat guru. Dengan gelar M.Pd.-nya, beliau menerapkan pendekatan modern yang memadukan teknologi dan nilai-nilai lokal, membuat sekolah kita semakin maju.
Tapi, kehidupan Bapak Heboh tidak berhenti di gerbang sekolah saja. Beliau aktif di organisasi kemasyarakatan juga. Sebagai anggota Senkom Mitra Polri, beliau terlibat dalam kegiatan pengamanan dan pemantauan lalu lintas, membantu menjaga ketertiban di masyarakat sekitar. “Ini bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara,” ujarnya saat berbagi pengalaman. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Dewan Pembina PAC LDII Desa Gadingmangu, di mana beliau membimbing kegiatan keagamaan dan sosial untuk memperkuat harmoni antarwarga. Aktivitas ini menunjukkan komitmen beliau dalam membangun masyarakat yang lebih baik, sambil tetap menjaga keseimbangan dengan tugas sekolah.
Tidak kalah seru, Bapak Heboh punya hobi yang bikin dia tetap fit dan segar. Beliau gemar berolahraga, khususnya sepak bola dan tenis lapangan. Setiap akhir pekan, beliau sering terlihat di lapangan, bergabung dengan tim lokal atau bermain tenis dengan rekan-rekan. “Olahraga itu obat stres terbaik, sekaligus ajang silaturahmi,” ceritanya sambil tertawa. Hobi ini bukan hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga mengajarkan nilai sportivitas yang beliau terapkan di sekolah, seperti dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Dari cerita ini, jelas bahwa Bapak Heboh adalah teladan nyata: pemimpin yang multitasking, tapi tetap rendah hati. Bagi kami di SMA Budi Utomo Gadingmangu, beliau adalah sumber motivasi untuk terus berprestasi dan berkontribusi. Yuk, kita ikuti jejaknya dengan semangat yang sama! Jika kalian punya cerita tentang Bapak Heboh, share di komentar atau hubungi tim markom kami. Terima kasih telah membaca, dan tetap semangat belajar!
Oleh: Prima Maulana Fisrian (Siswa Kelas XII 1 SMA Budi Utomo Gadingmangu)
Siapa bilang jadi anak SMA itu cuma berkutat sama buku, rumus, dan PR? Di era sekarang, penampilan dan personal branding itu sama pentingnya lho. Dan kabar baiknya, kami, siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu, baru saja mendapat “ilmu sakti” tentang hal itu dalam acara super keren: KAHF Groom Lab!
Acara ini bukan seminar biasa, melainkan kolaborasi epik antara brand perawatan pria, Kahf, dengan Tsamaniya, dan ahlinya cukur keren, Masterpiece Barbershop. Vibes-nya santai tapi isinya daging banget—sangat formal dan efektif dalam menyampaikan pesan penting.
Grooming: Bukan Cuma Soal Gaya, tapi Kesiapan!
Selama ini, mungkin banyak dari kita yang mengira grooming itu hanya soal gaya rambut terbaru atau pakai produk mahal. Ternyata, pandangan itu langsung di-upgrade total di KAHF Groom Lab.
Para narasumber dari Kahf menjelaskan bahwa grooming yang baik adalah cerminan dari disiplin diri dan rasa hormat, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ketika kita tampil rapi dan bersih, itu artinya kita siap untuk berinteraksi, siap untuk belajar, dan yang paling penting, siap untuk menghadapi dunia profesional di masa depan.
“Penampilan rapi itu bukan hanya untuk dinilai orang lain, tapi juga menaikkan tingkat confidence kita sendiri. Dan confidence itu modal utama untuk meraih kesuksesan,” begitu kira-kira poin penting yang disampaikan oleh perwakilan Kahf.
Trik Profesional dari Ahlinya
Sesi yang paling seru dan interaktif tentu saja adalah workshop yang dipandu langsung oleh tim ahli dari Masterpiece Barbershop. Kami diajak melihat demo hair styling terkini yang tetap smart, clean, dan profesional. Mereka membongkar tuntas rahasia memilih produk yang tepat—mulai dari pomade hingga hair powder—sesuai dengan jenis rambut dan kebutuhan aktivitas kita.
Bukan hanya rambut, loh. Tim Kahf juga memberikan insight berharga tentang bagaimana menjaga kesehatan kulit wajah. Mengingat usia kita yang masih dalam masa pertumbuhan, perawatan kulit yang benar itu wajib hukumnya. Jadi, nggak ada lagi deh alasan buat wajah kusam atau jerawatan karena nggak tahu cara skincare yang tepat!
Kami jadi sadar, bahwa detail kecil seperti rambut yang rapi, kulit yang terawat, dan pakaian yang bersih itu adalah investasi. Ini adalah bagian dari personal branding yang akan sangat menentukan kesan pertama saat kita wawancara kerja, bertemu klien, atau bahkan saat presentasi di depan kelas.
Dari Kelas ke Dunia Nyata: Cerminan Karakter
Kolaborasi ini membuktikan bahwa SMA Budi Utomo Gadingmangu tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga kesiapan soft skill dan penampilan. Sekolah ingin memastikan bahwa setiap lulusannya tidak hanya memiliki ijazah dengan nilai bagus, tetapi juga bekal attitude dan penampilan yang menunjang karir.
Buat saya pribadi, KAHF Groom Lab ini benar-benar membuka mata. Penampilan keren ternyata bisa berjalan seiring dengan karakter yang kuat. Kerapian yang kita terapkan sehari-hari adalah bentuk disiplin yang kelak akan kita bawa ke dunia kerja.
Jadi, teman-teman, mari kita jadikan hasil belajar dari KAHF Groom Lab ini sebagai rutinitas baru. Karena pada akhirnya, penampilan prima yang kita jaga hari ini adalah gerbang pertama menuju peluang profesional yang gemilang di masa depan. Tampil keren, karakter paten!
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan peserta didik, SMA Budi Utomo Gadingmangu bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Perak mengadakan kegiatan skrining kesehatan gratis bagi seluruh siswa. Kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik sejak dini sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga pola hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan skrining dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan tim tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kecamatan Perak. Pemeriksaan meliputi beberapa aspek, antara lain kesehatan gigi dan mulut, mata, kulit, telinga, serta kebersihan diri secara umum. Setiap siswa diperiksa secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan, dengan pendampingan dari guru dan petugas UKS sekolah.
Dalam pelaksanaannya, para petugas kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat. Siswa diajak memahami cara merawat gigi dengan benar, menjaga kebersihan kulit untuk mencegah penyakit menular, serta pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah intensitas penggunaan gawai yang tinggi.
Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin baik antara sekolah dan Puskesmas Kecamatan Perak. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena kesehatan peserta didik adalah faktor penting dalam menunjang keberhasilan belajar mereka,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Puskesmas Kecamatan Perak menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Dengan melakukan deteksi dini, diharapkan setiap siswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut jika diperlukan.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahap pemeriksaan dengan tertib dan penuh rasa ingin tahu. Banyak siswa yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan secara mandiri.
Melalui kegiatan skrining kesehatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung proses belajar yang optimal. Kesehatan jasmani yang baik diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi siswa untuk terus berkembang dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menorehkan langkah penting dalam proses pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa melalui kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) OSIS dan MPK periode 2024/2025 ke 2025/2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi siswa yang menjadi wadah pengembangan potensi serta tanggung jawab generasi muda.
Acara berlangsung dengan khidmat di Halaman Masjid Luhur, dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina OSIS dan MPK, dewan guru, serta seluruh siswa kelas XII dan beberapa siswa kelas XI dan X. Momentum ini menjadi simbol beralihnya tongkat estafet kepemimpinan dari pengurus lama kepada pengurus baru, yang siap melanjutkan estafet perjuangan dan pengabdian dalam organisasi sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus OSIS dan MPK periode 2024/2025 atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi nyata mereka dalam berbagai kegiatan sekolah. Beliau juga berpesan kepada pengurus baru agar melanjutkan semangat kepemimpinan yang berlandaskan nilai profesional, religius, dan berintegritas, sesuai dengan visi sekolah.
Serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan bendera organisasi dari ketua OSIS dan MPK lama kepada ketua baru. Prosesi ini menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen untuk terus menjaga nama baik organisasi serta menjadi teladan bagi seluruh siswa.
Pengurus OSIS dan MPK periode 2025/2026 diharapkan mampu membawa inovasi dan semangat baru dalam melaksanakan program-program sekolah, baik dalam bidang akademik, karakter, maupun pengembangan bakat dan minat siswa. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi mitra aktif sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang positif, kreatif, dan inspiratif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi juga menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan di kalangan siswa. Melalui regenerasi ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu terus berkomitmen mencetak pemimpin muda yang siap berkontribusi, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus baru OSIS dan MPK periode 2025/2026 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjadikan organisasi siswa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan yang nyata, serta terus membawa semangat perubahan positif bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu.
Oleh: Muhammad Faskho Nashrulloh – Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu
Pagi itu, suasana di SMA Budi Utomo Gadingmangu terasa berbeda. Lorong-lorong sekolah dipenuhi wajah-wajah penuh semangat. Kami, para siswa kelas XII, bersiap mengikuti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan bekerja sama dengan platform digitalRuangguru dan Penerbit Erlangga. Bagi sebagian dari kami, ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan ajang untuk mengukur seberapa jauh kesiapan menuju dunia perkuliahan dan masa depan.
Sejak awal diumumkan, kegiatan Try Out ini sudah mencuri perhatian banyak siswa. Bagaimana tidak? Ruangguru dikenal sebagai platform pendidikan digital terbesar di Indonesia, dan Erlangga sudah lama menjadi sahabat belajar siswa lewat buku-bukunya yang berkualitas. Kolaborasi dua nama besar ini tentu menambah rasa percaya diri dan antusiasme kami untuk ikut serta.
Sesi ujian dimulai tepat waktu. Ruangan dipenuhi keseriusan, namun juga semangat juang. Soal-soal yang disajikan terasa menantang — mulai dari Mata Pelajaran wajib hingga Mata Pelajaran pilihan. Setiap siswa tampak berusaha maksimal. Meskipun beberapa soal membuat kening berkerut, suasana tetap kondusif. Kami semua tahu, hasil bukanlah segalanya, tapi proses belajarnya yang paling berharga.
Yang paling menarik dari kegiatan ini adalah bagaimana teknologi benar-benar dihadirkan dalam proses belajar. Setelah sesi ujian, kami mendapatkan pembahasan interaktif melalui platform digital Ruangguru. Dari situ, kami bisa langsung melihat analisis hasil, bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang perlu ditingkatkan. Pendekatan modern ini membuat belajar terasa lebih efektif dan menyenangkan.
Selain itu, Penerbit Erlangga juga memberikan materi pendukung berupa buku latihan dan pembahasan yang membantu kami memperdalam pemahaman. Tidak hanya soal latihan, tapi juga strategi belajar yang bisa diterapkan menjelang ujian masuk perguruan tinggi nanti. Kolaborasi dua pihak ini benar-benar menghadirkan pengalaman belajar yang lengkap — memadukan dunia digital dan literasi cetak dengan cara yang harmonis.
Bagi saya pribadi, Try Out ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Rasanya seperti berlatih menghadapi pertandingan besar. Ada rasa tegang, tapi juga antusias. Saya belajar untuk mengelola waktu, fokus pada detail soal, dan tetap tenang meskipun waktu terus berjalan. Dari sini saya menyadari, bahwa kemampuan akademik bukan hanya tentang seberapa cepat kita menjawab, tetapi juga seberapa baik kita memahami setiap tantangan yang diberikan.
Yang tak kalah penting, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan di antara siswa. Kami saling menyemangati, berbagi tips belajar, bahkan tertawa bersama saat membahas soal-soal yang sulit. Guru-guru pun selalu hadir memberi dukungan, memotivasi agar kami tidak hanya mengejar nilai, tapi juga menanamkan rasa percaya diri dalam setiap langkah.
Melalui Try Out TKA ini, saya merasakan betul bagaimana SMA Budi Utomo Gadingmangu berkomitmen memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswanya. Sekolah tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi dengan Ruangguru dan Erlangga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bisa dikemas dengan cara yang modern, menarik, dan bermanfaat.
Kegiatan seperti ini benar-benar membuka mata saya bahwa belajar tidak harus membosankan. Dengan pendekatan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, belajar bisa menjadi petualangan yang seru. Dan bagi kami, Try Out TKA kali ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah baru untuk terus berkembang dan meraih mimpi.
Semoga di tahun-tahun mendatang, kegiatan semacam ini terus diadakan, agar lebih banyak siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu yang bisa merasakan manfaatnya — belajar dengan semangat, berkompetisi dengan jujur, dan melangkah menuju masa depan dengan percaya diri.
SMA Budi Utomo Gadingmangu sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari diikuti oleh calon pengurus OSIS dan perwakilan siswa terpilih. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab pada peserta didik. LDKS tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin Muda yang Berintegritas dan Adaptif.” Serangkaian materi dan kegiatan lapangan telah diberikan, meliputi public speaking, manajemen organisasi, problem-solving, dan team building. Para peserta diuji kemampuan fisik dan mentalnya melalui simulasi, diskusi kelompok, serta kegiatan outbound yang menantang. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Bapak Robi Sujastra, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan pernyataan bahwa LDKS adalah investasi jangka panjang sekolah dalam menyiapkan pemimpin masa depan. “LDKS adalah laboratorium pembentukan karakter kepemimpinan. Tujuan utama kami bukan hanya sekadar mengajarkan teori organisasi, tetapi juga menanamkan integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang kuat,” tegas Bapak Robi. Beliau melanjutkan, “Kami melihat bahwa tantangan masa depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan mampu bekerja sama. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat menjadi teladan bagi teman-temannya, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun di organisasi sekolah.”
Salah satu peserta LDKS yang menunjukkan antusiasme tinggi adalah Dzikri Ferdian Alana, siswa kelas XI 3, yang diwawancarai setelah menyelesaikan sesi problem-solving. “LDKS ini luar biasa menantang! Jujur, sangat menguras energi, tapi hasilnya sepadan. Saya belajar banyak hal baru, terutama tentang cara mengatur waktu, mengambil keputusan di bawah tekanan, dan yang paling penting, bagaimana mendengarkan pendapat orang lain dalam tim,” ungkap Tegar. Ketika ditanya mengenai materi yang paling berkesan, ia menjawab, “Sesi simulasi pengambilan keputusan itu sangat berkesan. Kami dihadapkan pada skenario sulit dan harus mencapai kesepakatan dalam waktu singkat. Saya menyadari bahwa menjadi pemimpin itu tidak mudah; kita harus adil, cepat, dan berani bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan yang diambil. Saya juga belajar bahwa pemimpin yang baik adalah yang mau turun tangan, bukan hanya menyuruh.” Mengenai rencana pasca-LDKS, Dzikri menyatakan, “Setelah ini, saya merasa jauh lebih siap untuk mengemban tugas di OSIS. Saya ingin menerapkan semua ilmu yang saya dapat, terutama dalam membangun komunikasi yang efektif dan memotivasi teman-teman. Harapan saya, kami sebagai pengurus baru dapat membuat SMA Budi Utomo Gadingmangu menjadi lebih aktif dan berprestasi.” LDKS SMA Budi Utomo Gadingmangu ditutup dengan upacara pelantikan simbolis, menandai kesiapan para peserta untuk menjadi pemimpin yang berdedikasi dan siap membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.
Budi Utomo Gadingmangu Senior Hight School successfully held its regular English Day program, transforming the entire school environment into a mandatory English-speaking zone for the whole day. This initiative aims to actively and practically accustom students and all academic staff to using English, while simultaneously boosting self-confidence in global communication.
The English Day schedule was packed with various interactive activities, ranging from daily conversations and short presentations to educational language games. Teachers and students alike were encouraged to interact entirely in English, creating a fun and immersive learning atmosphere.
The program received strong support from the school, particularly from Mr. Novianto, S.Pd., the Head of the International Class Program. He stated that the program is a strategic step by the school in preparing students for global challenges. “This English Day is not just a ceremonial event; it is a concrete commitment from SMA Budi Utomo Gadingmangu to equip students with proficient English language skills. In this era of globalization, the ability to speak English is key to accessing knowledge, job opportunities, and international cultural exchange,” said Mr. Novianto. He added, “Through this habituation, we hope to diminish the psychological barriers students face in using English, making them braver and more fluent in speaking. This program is also an integral part of enhancing the quality of our international classes, ensuring graduates are ready to compete on the global stage.”
High enthusiasm was evident among the students, including Muhammad Tegar Wahyu Wicaksono, a student from class XI – 2. Interviewed during a break in the activities, Tegar shared his thoughts on English Day. “I think it’s really fun and challenging at the same time. At first, it was a bit stiff, but gradually, I got used to it. My friends also supported each other, so we weren’t afraid of making mistakes. This helped me train my spontaneity in speaking,” he commented. When asked about the greatest benefit of the activity for students, Tegar replied, “The benefits are immense. In class, we focus on theory or grammar. But during English Day, we truly use the language for daily communication. This makes English feel more alive and relevant, not just a subject in a book. I feel more confident to try speaking with friends or teachers.” Regarding his hopes for future English Day events, he concluded, “I hope the games and activities can be more diverse and related to our daily lives, maybe like role-playing or a mini debate. But overall, this is a great program and should be continued regularly!”
The English Day concluded with an English Performance session from class representatives, featuring short dramas in English, marking the success of a full day of international language use at SMA Budi Utomo Gadingmangu and reinforcing the school’s commitment to producing a globally competent generation.
SMA Budi Utomo Gadingmangu Sukses Tingkatkan Kompetensi Global melalui Inisiatif English Day
SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali sukses menyelenggarakan program rutin English Day, mengubah seluruh lingkungan sekolah menjadi zona wajib berbahasa Inggris selama sehari penuh. Inisiatif ini bertujuan untuk membiasakan siswa dan seluruh sivitas akademika menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan praktis, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi global.
Jadwal English Day diisi dengan beragam kegiatan interaktif, mulai dari percakapan sehari-hari, presentasi singkat, hingga permainan bahasa yang edukatif. Guru maupun siswa didorong untuk berinteraksi sepenuhnya dalam bahasa Inggris, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendalam.
Program ini mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah, terutama dari Bapak Novianto, S.Pd., selaku Penanggung Jawab Program Kelas Internasional. Beliau menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. “English Day ini bukan sekadar acara seremonial; ini adalah komitmen nyata dari SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang mahir. Di era globalisasi ini, kemampuan berbahasa Inggris adalah kunci untuk mengakses ilmu pengetahuan, peluang kerja, dan pertukaran budaya internasional,” ujar Bapak Novianto. Beliau menambahkan, “Melalui pembiasaan ini, kami berharap hambatan psikologis siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dapat teratasi, dan mereka menjadi lebih berani serta lancar dalam berbicara. Program ini juga merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas kelas internasional kami, untuk memastikan lulusan siap bersaing di panggung global.”
Antusiasme tinggi terlihat di kalangan siswa, termasuk Muhammad Tegar Wahyu Wicaksono, siswa dari kelas XI – 2. Diwawancarai di sela-sela kegiatan, Tegar berbagi pemikirannya tentang English Day. “Menurut saya ini sangat menyenangkan dan menantang pada saat yang bersamaan. Awalnya agak canggung, tapi lambat laun saya terbiasa. Teman-teman juga saling mendukung, jadi kami tidak takut salah. Ini membantu saya melatih spontanitas dalam berbicara,” komentarnya. Ketika ditanya tentang manfaat terbesar dari kegiatan ini bagi siswa, Tegar menjawab, “Manfaatnya besar sekali. Kalau di kelas, kita fokus pada teori atau tata bahasa. Namun di English Day, kita benar-benar menggunakan bahasa tersebut untuk komunikasi sehari-hari. Ini membuat Bahasa Inggris terasa lebih hidup dan relevan, bukan hanya pelajaran di buku. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba berbicara dengan teman atau guru.” Mengenai harapannya untuk English Day di masa depan, ia menyimpulkan, “Saya harap permainan dan kegiatannya bisa lebih beragam dan terkait dengan kehidupan sehari-hari kita, mungkin seperti bermain peran atau debat mini. Tapi secara keseluruhan, ini adalah program yang bagus dan harus dilanjutkan secara rutin!”
English Day ditutup dengan sesi English Performance dari perwakilan kelas, menampilkan drama singkat dalam bahasa Inggris, menandai keberhasilan satu hari penuh penggunaan bahasa internasional di SMA Budi Utomo Gadingmangu dan memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang kompeten secara global.
Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, Yayasan Pendidikan Budi Utomo kembali menggelar kegiatan pembinaan guru yang diikuti oleh seluruh tenaga pengajar di bawah naungan yayasan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, mencerminkan komitmen yayasan dalam membentuk ekosistem pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Pembinaan kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Bapak Drs. H. Muhammad Thoyibun, S.Pd., M.M., seorang tokoh pendidikan yang telah berpengalaman luas dalam dunia kependidikan. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat berbagai topik penting yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini, mulai dari peran guru sebagai pendidik, etika profesi, hingga tantangan dan peluang dalam proses pembelajaran masa kini.
Guru: Profesi Mulia yang Butuh Komitmen dan Integritas
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Bapak Thoyibun adalah pentingnya guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Beliau menegaskan bahwa seorang guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga pembentuk karakter dan teladan bagi peserta didik.
“Menjadi guru bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga tentang bagaimana kita menjadi contoh yang baik, punya integritas, dan mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak kita,” tutur beliau.
Menjaga Kode Etik Guru
Dalam sesi pembinaan, Bapak Thoyibun juga mengulas kembali kode etik guru, yang seringkali luput dari perhatian dalam praktik sehari-hari. Ia mengingatkan pentingnya guru untuk menjaga sikap profesional, menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama rekan kerja, siswa, dan orang tua, serta terus belajar dan mengembangkan diri.
“Kode etik bukan hanya sekadar aturan di atas kertas. Itu adalah pedoman moral yang harus dihidupi oleh setiap guru dalam setiap tindakan dan keputusan,” jelasnya.
Pendidikan yang Berpihak pada Anak
Tidak kalah penting, beliau mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali makna pendidikan yang sesungguhnya — yakni pendidikan yang berpihak pada anak. Dalam prosesnya, guru perlu mengedepankan pendekatan yang humanis, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif.
“Setiap anak unik, dan tugas kita adalah membantu mereka tumbuh sesuai potensinya, bukan menyeragamkan mereka,” ujarnya penuh semangat.
Komitmen Yayasan untuk Pendidikan Berkualitas
Melalui kegiatan pembinaan ini, Yayasan Pendidikan Budi Utomo ingin menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas para guru dalam menjalankan tugasnya. Pembinaan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk menyegarkan semangat, memperbarui pemahaman, dan mempererat kebersamaan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan, serta membawa semangat baru bagi para pendidik dalam menjalankan peran mulianya.