
Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, Yayasan Pendidikan Budi Utomo kembali menggelar kegiatan pembinaan guru yang diikuti oleh seluruh tenaga pengajar di bawah naungan yayasan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, mencerminkan komitmen yayasan dalam membentuk ekosistem pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Pembinaan kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Bapak Drs. H. Muhammad Thoyibun, S.Pd., M.M., seorang tokoh pendidikan yang telah berpengalaman luas dalam dunia kependidikan. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat berbagai topik penting yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini, mulai dari peran guru sebagai pendidik, etika profesi, hingga tantangan dan peluang dalam proses pembelajaran masa kini.
Guru: Profesi Mulia yang Butuh Komitmen dan Integritas
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Bapak Thoyibun adalah pentingnya guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Beliau menegaskan bahwa seorang guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga pembentuk karakter dan teladan bagi peserta didik.
“Menjadi guru bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga tentang bagaimana kita menjadi contoh yang baik, punya integritas, dan mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak kita,” tutur beliau.

Menjaga Kode Etik Guru
Dalam sesi pembinaan, Bapak Thoyibun juga mengulas kembali kode etik guru, yang seringkali luput dari perhatian dalam praktik sehari-hari. Ia mengingatkan pentingnya guru untuk menjaga sikap profesional, menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama rekan kerja, siswa, dan orang tua, serta terus belajar dan mengembangkan diri.
“Kode etik bukan hanya sekadar aturan di atas kertas. Itu adalah pedoman moral yang harus dihidupi oleh setiap guru dalam setiap tindakan dan keputusan,” jelasnya.
Pendidikan yang Berpihak pada Anak
Tidak kalah penting, beliau mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali makna pendidikan yang sesungguhnya — yakni pendidikan yang berpihak pada anak. Dalam prosesnya, guru perlu mengedepankan pendekatan yang humanis, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif.
“Setiap anak unik, dan tugas kita adalah membantu mereka tumbuh sesuai potensinya, bukan menyeragamkan mereka,” ujarnya penuh semangat.

Komitmen Yayasan untuk Pendidikan Berkualitas
Melalui kegiatan pembinaan ini, Yayasan Pendidikan Budi Utomo ingin menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas para guru dalam menjalankan tugasnya. Pembinaan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk menyegarkan semangat, memperbarui pemahaman, dan mempererat kebersamaan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan, serta membawa semangat baru bagi para pendidik dalam menjalankan peran mulianya.

