
Budi Utomo Gadingmangu Senior Hight School successfully held its regular English Day program, transforming the entire school environment into a mandatory English-speaking zone for the whole day. This initiative aims to actively and practically accustom students and all academic staff to using English, while simultaneously boosting self-confidence in global communication.
The English Day schedule was packed with various interactive activities, ranging from daily conversations and short presentations to educational language games. Teachers and students alike were encouraged to interact entirely in English, creating a fun and immersive learning atmosphere.
The program received strong support from the school, particularly from Mr. Novianto, S.Pd., the Head of the International Class Program. He stated that the program is a strategic step by the school in preparing students for global challenges. “This English Day is not just a ceremonial event; it is a concrete commitment from SMA Budi Utomo Gadingmangu to equip students with proficient English language skills. In this era of globalization, the ability to speak English is key to accessing knowledge, job opportunities, and international cultural exchange,” said Mr. Novianto. He added, “Through this habituation, we hope to diminish the psychological barriers students face in using English, making them braver and more fluent in speaking. This program is also an integral part of enhancing the quality of our international classes, ensuring graduates are ready to compete on the global stage.”

High enthusiasm was evident among the students, including Muhammad Tegar Wahyu Wicaksono, a student from class XI – 2. Interviewed during a break in the activities, Tegar shared his thoughts on English Day. “I think it’s really fun and challenging at the same time. At first, it was a bit stiff, but gradually, I got used to it. My friends also supported each other, so we weren’t afraid of making mistakes. This helped me train my spontaneity in speaking,” he commented. When asked about the greatest benefit of the activity for students, Tegar replied, “The benefits are immense. In class, we focus on theory or grammar. But during English Day, we truly use the language for daily communication. This makes English feel more alive and relevant, not just a subject in a book. I feel more confident to try speaking with friends or teachers.” Regarding his hopes for future English Day events, he concluded, “I hope the games and activities can be more diverse and related to our daily lives, maybe like role-playing or a mini debate. But overall, this is a great program and should be continued regularly!”

The English Day concluded with an English Performance session from class representatives, featuring short dramas in English, marking the success of a full day of international language use at SMA Budi Utomo Gadingmangu and reinforcing the school’s commitment to producing a globally competent generation.
SMA Budi Utomo Gadingmangu Sukses Tingkatkan Kompetensi Global melalui Inisiatif English Day

SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali sukses menyelenggarakan program rutin English Day, mengubah seluruh lingkungan sekolah menjadi zona wajib berbahasa Inggris selama sehari penuh. Inisiatif ini bertujuan untuk membiasakan siswa dan seluruh sivitas akademika menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan praktis, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi global.
Jadwal English Day diisi dengan beragam kegiatan interaktif, mulai dari percakapan sehari-hari, presentasi singkat, hingga permainan bahasa yang edukatif. Guru maupun siswa didorong untuk berinteraksi sepenuhnya dalam bahasa Inggris, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendalam.
Program ini mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah, terutama dari Bapak Novianto, S.Pd., selaku Penanggung Jawab Program Kelas Internasional. Beliau menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. “English Day ini bukan sekadar acara seremonial; ini adalah komitmen nyata dari SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang mahir. Di era globalisasi ini, kemampuan berbahasa Inggris adalah kunci untuk mengakses ilmu pengetahuan, peluang kerja, dan pertukaran budaya internasional,” ujar Bapak Novianto. Beliau menambahkan, “Melalui pembiasaan ini, kami berharap hambatan psikologis siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dapat teratasi, dan mereka menjadi lebih berani serta lancar dalam berbicara. Program ini juga merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas kelas internasional kami, untuk memastikan lulusan siap bersaing di panggung global.”

Antusiasme tinggi terlihat di kalangan siswa, termasuk Muhammad Tegar Wahyu Wicaksono, siswa dari kelas XI – 2. Diwawancarai di sela-sela kegiatan, Tegar berbagi pemikirannya tentang English Day. “Menurut saya ini sangat menyenangkan dan menantang pada saat yang bersamaan. Awalnya agak canggung, tapi lambat laun saya terbiasa. Teman-teman juga saling mendukung, jadi kami tidak takut salah. Ini membantu saya melatih spontanitas dalam berbicara,” komentarnya. Ketika ditanya tentang manfaat terbesar dari kegiatan ini bagi siswa, Tegar menjawab, “Manfaatnya besar sekali. Kalau di kelas, kita fokus pada teori atau tata bahasa. Namun di English Day, kita benar-benar menggunakan bahasa tersebut untuk komunikasi sehari-hari. Ini membuat Bahasa Inggris terasa lebih hidup dan relevan, bukan hanya pelajaran di buku. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba berbicara dengan teman atau guru.” Mengenai harapannya untuk English Day di masa depan, ia menyimpulkan, “Saya harap permainan dan kegiatannya bisa lebih beragam dan terkait dengan kehidupan sehari-hari kita, mungkin seperti bermain peran atau debat mini. Tapi secara keseluruhan, ini adalah program yang bagus dan harus dilanjutkan secara rutin!”
English Day ditutup dengan sesi English Performance dari perwakilan kelas, menampilkan drama singkat dalam bahasa Inggris, menandai keberhasilan satu hari penuh penggunaan bahasa internasional di SMA Budi Utomo Gadingmangu dan memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang kompeten secara global.

