
SMA Budi Utomo Gadingmangu sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari diikuti oleh calon pengurus OSIS dan perwakilan siswa terpilih. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab pada peserta didik. LDKS tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin Muda yang Berintegritas dan Adaptif.” Serangkaian materi dan kegiatan lapangan telah diberikan, meliputi public speaking, manajemen organisasi, problem-solving, dan team building. Para peserta diuji kemampuan fisik dan mentalnya melalui simulasi, diskusi kelompok, serta kegiatan outbound yang menantang. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Bapak Robi Sujastra, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan pernyataan bahwa LDKS adalah investasi jangka panjang sekolah dalam menyiapkan pemimpin masa depan. “LDKS adalah laboratorium pembentukan karakter kepemimpinan. Tujuan utama kami bukan hanya sekadar mengajarkan teori organisasi, tetapi juga menanamkan integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang kuat,” tegas Bapak Robi. Beliau melanjutkan, “Kami melihat bahwa tantangan masa depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan mampu bekerja sama. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat menjadi teladan bagi teman-temannya, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun di organisasi sekolah.”

Salah satu peserta LDKS yang menunjukkan antusiasme tinggi adalah Dzikri Ferdian Alana, siswa kelas XI 3, yang diwawancarai setelah menyelesaikan sesi problem-solving. “LDKS ini luar biasa menantang! Jujur, sangat menguras energi, tapi hasilnya sepadan. Saya belajar banyak hal baru, terutama tentang cara mengatur waktu, mengambil keputusan di bawah tekanan, dan yang paling penting, bagaimana mendengarkan pendapat orang lain dalam tim,” ungkap Tegar. Ketika ditanya mengenai materi yang paling berkesan, ia menjawab, “Sesi simulasi pengambilan keputusan itu sangat berkesan. Kami dihadapkan pada skenario sulit dan harus mencapai kesepakatan dalam waktu singkat. Saya menyadari bahwa menjadi pemimpin itu tidak mudah; kita harus adil, cepat, dan berani bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan yang diambil. Saya juga belajar bahwa pemimpin yang baik adalah yang mau turun tangan, bukan hanya menyuruh.” Mengenai rencana pasca-LDKS, Dzikri menyatakan, “Setelah ini, saya merasa jauh lebih siap untuk mengemban tugas di OSIS. Saya ingin menerapkan semua ilmu yang saya dapat, terutama dalam membangun komunikasi yang efektif dan memotivasi teman-teman. Harapan saya, kami sebagai pengurus baru dapat membuat SMA Budi Utomo Gadingmangu menjadi lebih aktif dan berprestasi.” LDKS SMA Budi Utomo Gadingmangu ditutup dengan upacara pelantikan simbolis, menandai kesiapan para peserta untuk menjadi pemimpin yang berdedikasi dan siap membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.


