Tingkatkan Kompetensi Guru, SMA Budi Utomo Gadingmangu Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, Penelitian, dan Kewirausahaan

JOMBANG – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan produktivitas guru dalam menghasilkan karya inovatif, SMA Budi Utomo Gadingmangu mengadakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, Penelitian, dan Kewirausahaan Berstandar Juara Tahun 2026 bersama Science Hunter Indonesia (SHI), Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh bapak/ibu guru SMA Budi Utomo Gadingmangu sebagai bagian dari penguatan budaya akademik, penelitian, dan pengembangan karya nyata di lingkungan sekolah.

Mengusung semangat “Tulis Ide, Riset dengan Data, Wujudkan Karya, Raih Prestasi!”, pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara konseptual, tetapi juga mendorong peserta untuk mampu mengembangkan ide menjadi karya yang berbasis data dan memiliki dampak nyata.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah, metodologi penelitian, serta strategi pengembangan kewirausahaan. Materi disampaikan oleh para pemateri yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang masing-masing.

Adapun para pemateri dalam pelatihan ini yaitu:

  • REZA AULIA AKBAR, S.T., M.T., MBA
  • PRADHIKTA NAUFAL IRFANDA, S.Stat.
  • TSALIS JAUZA NARESWARI, S.Pd.
  • DYFANY AURARIEL SYAHDA, S.Si.
  • HELEN DEVIA FARADILLA, S.SAB

Pelatihan juga dikemas melalui sesi praktik dan workshop sehingga bapak/ibu guru dapat mengaplikasikan materi secara langsung dengan pendampingan. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta dalam menyusun gagasan, menentukan topik penelitian, mengolah data, hingga mengembangkan karya yang lebih terarah dan berkualitas.

Tidak hanya berorientasi pada kemampuan menulis, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan penelitian maupun karya inovatif.

Bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang terus berkembang. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga dapat menjadi peneliti, inovator, dan penggerak lahirnya berbagai karya yang memberikan manfaat bagi sekolah dan masyarakat.

Melalui pelatihan bersama Science Hunter Indonesia ini, diharapkan semakin banyak ide dan gagasan dari bapak/ibu guru yang dapat diwujudkan menjadi karya nyata, penelitian yang berdampak, maupun inovasi kewirausahaan.

Dari ide menjadi karya, dari karya menjadi prestasi. SMA Budi Utomo Gadingmangu terus mendorong guru untuk berkarya, berinovasi, dan berkembang bersama.

Pusdiklat PAL TEKNO Indonesia Hadir di SMA Budi Utomo Gadingmangu, Bekali 140 Siswa Keterampilan Las Listrik dan AC

Gadingmangu — SMA Budi Utomo Gadingmangu terus memperkuat komitmennya dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Salah satunya melalui Seminar Dual Track yang menghadirkan Kepala Pusdiklat PAL TEKNO Indonesia, Ir. Hery Sunaryo, sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti oleh 140 siswa yang mengambil keterampilan las listrik dan teknik pendingin (AC). Seminar menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai dunia keterampilan dan peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

Dalam penyampaiannya, Ir. Hery Sunaryo memberikan gambaran mengenai pentingnya memiliki kompetensi praktis di samping kemampuan akademik. Keterampilan teknis, seperti pengelasan dan teknik perawatan serta perbaikan AC, memiliki penerapan yang luas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak memahami keterampilan dari sisi teori, tetapi juga mulai mengenal bagaimana sebuah kompetensi dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Membuka Jalan Menuju Masa Depan

Program Dual Track menjadi salah satu langkah SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam menghadirkan pendidikan yang lebih luas bagi siswa. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan menghadapi dunia nyata.

Bagi siswa kelas XII khususnya, keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi nilai tambah ketika mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun ketika memilih untuk terjun ke dunia kerja.

Antusiasme 140 siswa yang mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan praktis memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengenali potensi diri sekaligus melihat bahwa keterampilan yang dikuasai sejak di bangku sekolah dapat menjadi modal berharga untuk masa depan.

SMA Budi Utomo Gadingmangu, Sekolah dengan Bekal Lebih

Seminar Dual Track ini menjadi bagian dari upaya SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.

Dengan memadukan pembelajaran akademik dan keterampilan, sekolah berupaya menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga siap berkarya, memiliki keterampilan, dan mampu melihat peluang.

Melalui program seperti las listrik dan teknik AC, SMA Budi Utomo Gadingmangu ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki bekal yang dapat dikembangkan sesuai minat dan potensinya.

Karena pendidikan bukan hanya tentang apa yang siswa ketahui, tetapi juga tentang apa yang mampu mereka lakukan.

Seminar Dual Track bersama Pusdiklat PAL TEKNO Indonesia menjadi salah satu langkah nyata SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mempersiapkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bukan Sekadar Mengejar Juara: SMA Budi Utomo Gadingmangu Membangun Ekosistem Prestasi Murid

Dari panggung newscasting hingga olimpiade sains, lapangan olahraga, inovasi teknologi, dan pintu perguruan tinggi negeri, prestasi murid SMA Budi Utomo Gadingmangu menunjukkan satu pola: sekolah tidak sekadar menunggu murid berprestasi, tetapi membangun ruang agar potensi mereka tumbuh dan menemukan panggungnya.

Ada banyak cara untuk mengukur keberhasilan sebuah sekolah. Nilai akademik bisa menjadi salah satu ukuran. Kelulusan ke perguruan tinggi juga penting. Namun, ada satu indikator yang sering kali berbicara lebih lantang: seberapa banyak potensi murid yang berhasil ditemukan, dibina, lalu diberi kesempatan untuk berprestasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, nama SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin sering muncul melalui berbagai capaian muridnya. Prestasi datang dari bidang yang beragam, bahkan dari karakter kemampuan yang berbeda-beda.

Salah satunya datang dari Azka Dela Yuniar, yang berhasil meraih Juara 3 – Master Newscasting Category dalam National English Competition VIBE 2026. Capaian tersebut semakin istimewa karena Azka juga berhasil meraih Golden Ticket untuk masuk Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Dua capaian tersebut menggambarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar trofi. Kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, kepercayaan diri, dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi bertemu dalam satu perjalanan murid.

Dan Azka bukanlah cerita yang berdiri sendiri.

Prestasi yang Tidak Berhenti pada Satu Bidang

Jika melihat rekam jejak SMA Budi Utomo Gadingmangu, prestasi murid tidak bergerak pada satu jalur saja.

Pada bidang akademik, misalnya, sekolah memiliki rekam jejak panjang. Halaman prestasi resmi sekolah mencatat capaian berupa juara Olimpiade Sains Fisika tingkat nasional, Olimpiade Akuntansi se-Jawa-Bali, kompetisi teknologi tingkat internasional, hingga berbagai kompetisi bahasa dan sastra. Di bidang nonakademik, terdapat prestasi pencak silat, futsal, sepak bola, softball, bola voli, catur, dan seni lukis.

Artinya, definisi “murid berprestasi” di SMA Budi Utomo Gadingmangu tidak dibuat dalam satu ukuran.

Murid yang kuat di sains memiliki ruangnya. Murid yang memiliki kemampuan bahasa memiliki panggungnya. Mereka yang menonjol di olahraga, seni, organisasi, teknologi, maupun kewirausahaan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Inilah yang kemudian membentuk positioning sekolah: prestasi bukan program sesaat, tetapi bagian dari ekosistem pendidikan.

Dari Kelas Olimpiade hingga Panggung Nasional

Salah satu contoh paling jelas terlihat dari pembinaan bidang akademik.

Pada 2026, dua murid SMA Budi Utomo Gadingmangu, Fajar Mubarooq dan Filiya Ainu Zakiya, berhasil lolos OSN tingkat Kabupaten/Kota dan melaju ke tingkat Provinsi masing-masing pada bidang Informatika dan Fisika. Sekolah menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari Kelas Olimpiade, pendampingan guru pembimbing, serta pengayaan materi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Perjalanan Filiya bahkan berlanjut hingga panggung nasional. Situs sekolah kemudian menampilkan kisahnya sebagai murid yang berhasil menembus semifinal OSN Fisika.

Di sinilah terlihat perbedaan antara sekadar “mengikutkan siswa dalam lomba” dan membangun pembinaan prestasi.

Kompetisi menjadi tujuan antara. Proses belajar, pendampingan, latihan, dan keberanian menghadapi tantangan menjadi bagian yang lebih penting.

Prestasi Olahraga: Bakat yang Diberi Panggung

Prestasi SMA Budi Utomo Gadingmangu juga tidak berhenti di ruang kelas.

Tim basket sekolah berhasil meraih Juara 1 Trofeo Basket Piala Rektor Series 1 UNDAR 2026. Sementara tim futsal berhasil menjadi Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026 sekaligus melaju ke seri nasional.

Sebelumnya, rekam prestasi resmi sekolah juga mencatat berbagai gelar futsal tingkat kabupaten hingga provinsi, pencak silat tingkat nasional, serta sepak bola regional.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan prestasi di SMA Budi Utomo Gadingmangu memiliki karakter yang relatif lengkap.

Murid tidak dipaksa menjadi unggul dalam satu bidang yang sama. Sebaliknya, sekolah berusaha menyediakan jalur agar masing-masing murid dapat menemukan kekuatan dirinya.

Dari Ide Menjadi Inovasi

Perubahan zaman juga membuat definisi prestasi semakin luas.

Murid bukan hanya dituntut mampu menjawab soal, tetapi juga ditantang menciptakan gagasan dan menghasilkan solusi.

Hal itu terlihat ketika lima tim SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil lolos ke Tahap 2 Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) 2026. Mereka membawa beragam gagasan, mulai dari sunscreen berbentuk powder, portable water filter, inovasi terkait pengendalian gula, hingga produk berbasis enzim.

Pada ajang lain, inovasi murid juga mengantarkan SMA Budi Utomo Gadingmangu meraih prestasi dalam lomba video pendek ITS melalui ide inovasi pendeteksi karakter kulit.

Pola ini menunjukkan bahwa sekolah mulai menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai bagian penting dari prestasi murid.

Dengan demikian, prestasi tidak hanya berarti membawa pulang piala. Prestasi juga berarti mampu menghasilkan ide, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan menciptakan sesuatu yang memiliki nilai.

Prestasi yang Bermuara pada Masa Depan

Ada satu indikator lain yang membuat positioning SMA Budi Utomo Gadingmangu menjadi semakin kuat: prestasi tidak berhenti ketika kompetisi selesai.

Prestasi murid juga diarahkan menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan.

Pada 2026, misalnya, Muhammad Faskho Nashrulloh, Ketua OSIS SMA Budi Utomo Gadingmangu, berhasil memperoleh Golden Ticket ITS 2026 pada Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota. Sekolah menempatkan capaian tersebut sebagai contoh bahwa prestasi akademik dapat berjalan bersama kepemimpinan dan aktivitas organisasi.

Lebih besar lagi, pada tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 137 siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri melalui beragam jalur. Capaian tersebut menempatkan sekolah pada peringkat kedua di Kabupaten Jombang untuk jumlah siswa yang lolos melalui SNBP.

Angka tersebut memberikan perspektif baru.

Jika sebuah kompetisi menghasilkan satu juara, maka pembinaan pendidikan yang baik seharusnya mampu menghasilkan banyak murid yang memiliki jalan menuju masa depan.

Ekosistem, Bukan Kebetulan

Dari berbagai capaian tersebut, ada benang merah yang menarik.

SMA Budi Utomo Gadingmangu memiliki Kelas Olimpiade untuk pembinaan akademik, International Class untuk penguatan kemampuan bahasa dan wawasan global, serta Dual Track Class yang memberikan keterampilan vokasional seperti tata boga, tata rias, IT dan digital, las listrik, hingga teknik mesin pendingin. Pengembangan minat dan bakat juga ditopang berbagai ekstrakurikuler olahraga, seni, organisasi, dan keterampilan.

Sekolah juga terus mendorong guru meningkatkan kompetensi. Pada 2026, misalnya, guru SMA Budi Utomo Gadingmangu terlibat dalam inovasi pendidikan dan sekolah memperkuat pembelajaran berbasis STEM serta Project Based Learning.

Ini penting karena prestasi murid hampir tidak pernah lahir dari satu faktor.

Ada murid yang berlatih.

Ada guru yang membimbing.

Ada program yang mengarahkan.

Ada fasilitas yang mendukung.

Ada kompetisi yang menjadi panggung.

Dan ada sekolah yang memberikan ruang.

Ketika semua unsur itu bergerak bersama, prestasi tidak lagi menjadi sesuatu yang kebetulan.

Azka dan Wajah Baru Prestasi SMA Budi Utomo

Kisah Azka Dela Yuniar kemudian menjadi salah satu potret dari ekosistem tersebut.

Juara 3 Master Newscasting Category pada National English Competition VIBE 2026 menunjukkan keberanian tampil, kemampuan berbahasa, komunikasi, dan kesiapan berkompetisi.

Sementara Golden Ticket Politeknik Negeri Malang menunjukkan bahwa kemampuan yang diasah di sekolah dapat menjadi pintu menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Di titik ini, prestasi Azka bukan hanya tentang sebuah gelar juara.

Ia menjadi simbol bagaimana sekolah dapat menghubungkan potensi – pembinaan – kompetisi – dan masa depan.

Dan ketika cerita Azka ditempatkan berdampingan dengan Filiya di OSN, tim FIKSI, tim futsal dan basket, peraih prestasi pencak silat, hingga 137 siswa yang berhasil menembus PTN, terlihat sebuah pola yang jauh lebih besar.

SMA Budi Utomo Gadingmangu sedang membangun positioning sebagai sekolah yang tidak hanya mengajarkan murid untuk berprestasi, tetapi menyiapkan ekosistem agar setiap murid memiliki kesempatan untuk menemukan bentuk prestasinya sendiri.

Karena pada akhirnya, sekolah berprestasi bukan hanya sekolah yang memiliki banyak piala.

Sekolah berprestasi adalah sekolah yang mampu membuat semakin banyak murid berkata:

“Saya punya potensi. Saya dibina. Saya diberi kesempatan. Dan saya tahu harus melangkah ke mana.”

Itulah wajah SMA Budi Utomo Gadingmangu hari ini—sekolah yang menempatkan prestasi bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai bagian dari proses membentuk karakter, membuka kesempatan, dan menyiapkan masa depan murid.

Azka Dela Yuniar, Raih Juara 3 National English Competition VIBE 2026 dan Golden Ticket Polinema

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMA Budi Utomo Gadingmangu. Kali ini, kabar membanggakan datang dari Azka Dela Yuniar yang berhasil meraih Juara 3 Master Newscasting Category pada National English Competition VIBE 2026. Tak hanya membawa pulang prestasi dari ajang kompetisi, Azka juga berhasil meraih Golden Ticket untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Kemampuan berbahasa Inggris dan keberanian tampil di depan publik mengantarkan Azka Dela Yuniar meraih prestasi dalam National English Competition VIBE 2026. Pada kompetisi tersebut, Azka berhasil menempati posisi Juara 3 pada Master Newscasting Category.

Capaian ini menjadi bukti bahwa kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa, kepercayaan diri, serta keberanian untuk tampil dan berkompetisi dapat menjadi modal penting bagi seorang pelajar untuk meraih prestasi.

Namun, perjalanan prestasi Azka tidak berhenti di atas panggung kompetisi.

Di balik capaian tersebut, terdapat kabar yang tak kalah membanggakan. Azka Dela Yuniar berhasil meraih Golden Ticket untuk masuk Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kesempatan ini menjadi salah satu buah dari proses dan pencapaian yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Prestasi yang Membuka Jalan Menuju Masa Depan

Bagi seorang pelajar, prestasi bukan sekadar tentang mendapatkan piala atau menjadi juara. Lebih dari itu, prestasi dapat menjadi pintu yang membuka kesempatan menuju jenjang pendidikan dan masa depan yang lebih luas.

Apa yang diraih Azka menjadi salah satu contohnya.

Kemampuan yang diasah melalui kegiatan pembelajaran dan kompetisi akhirnya menghasilkan dua capaian sekaligus: prestasi di tingkat nasional melalui National English Competition VIBE 2026 dan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Golden Ticket Polinema.

Hal ini menunjukkan bahwa keberanian murid untuk mengembangkan potensi diri dapat memberikan dampak yang lebih jauh. Kompetisi menjadi ruang untuk menguji kemampuan, sementara prestasi yang diraih dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju pendidikan tinggi.

Bukti Pembinaan Potensi Murid

Capaian Azka juga menjadi bagian dari deretan prestasi yang terus ditorehkan murid-murid SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam berbagai bidang.

Tidak semua murid memiliki potensi yang sama. Ada yang unggul dalam bidang akademik, olahraga, seni, bahasa, teknologi, organisasi, maupun bidang lainnya. Karena itu, memberikan ruang kepada murid untuk menemukan dan mengembangkan potensinya menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Prestasi Azka di bidang newscasting dan bahasa Inggris memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi dan bahasa juga memiliki ruang untuk berkembang dan mendapatkan apresiasi.

Dari sebuah kompetisi, Azka tidak hanya mendapatkan pengalaman dan prestasi, tetapi juga memperoleh kesempatan yang dapat menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

Terus Berprestasi, Terus Menginspirasi

Keberhasilan Azka Dela Yuniar menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Juara 3 Master Newscasting Category National English Competition VIBE 2026 menjadi bukti keberhasilannya berkompetisi. Sementara Golden Ticket Polinema menjadi kesempatan untuk melanjutkan langkah menuju pendidikan tinggi.

Dua capaian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat membuka peluang baru.

Selamat kepada Azka Dela Yuniar atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, berprestasi, dan menginspirasi murid-murid SMA Budi Utomo Gadingmangu lainnya.

Hari ini meraih prestasi, esok membuka peluang. Dari Gadingmangu, melangkah menuju masa depan.

Perkuat Fungsi Humas dan Branding Sekolah, Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu Gelar Pelatihan Markom

GADINGMANGU, JOMBANG – Dalam upaya memperkuat fungsi hubungan masyarakat (humas) sekaligus membangun branding dan reputasi sekolah, Yayasan Pendidikan Budi Utomo terus mendorong peningkatan kompetensi tim Marketing Communication (Markom). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan pelatihan Markom yang menghadirkan Heru Gunadi dari kampus LSPR Institute Of Communication and Busines sebagai pemateri.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan tim dalam mengelola komunikasi, publikasi, dan citra positif sekolah secara lebih terarah dan profesional.

Di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat, keberadaan humas memiliki peran strategis bagi sebuah lembaga pendidikan. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan serta memperkenalkan berbagai potensi, program, inovasi, dan prestasi sekolah kepada masyarakat.

Melalui pelatihan Markom, peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan yang mendukung pengelolaan komunikasi sekolah secara lebih efektif, kreatif, dan konsisten.

Humas sebagai Penggerak Branding Sekolah

Branding sekolah bukan sekadar tentang logo, slogan, maupun tampilan media sosial. Lebih dari itu, branding merupakan proses membangun persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap identitas, nilai, kualitas, serta keunggulan sebuah sekolah.

Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik menjadi bagian dari bagaimana sekolah dipersepsikan. Berita kegiatan, publikasi prestasi siswa, program unggulan, aktivitas pembelajaran, hingga berbagai inovasi sekolah memiliki peran dalam membentuk citra tersebut.

Dalam pelatihan ini, Heru Gunadi dari kampus LSPR Institute Of Communication and Busines memberikan penguatan mengenai pentingnya komunikasi yang terencana dalam membangun citra dan identitas lembaga. Tim Markom didorong untuk mampu mengidentifikasi berbagai potensi positif sekolah dan mengemasnya menjadi informasi yang menarik, informatif, dan memiliki nilai publikasi.

Dengan strategi komunikasi yang tepat, berbagai aktivitas yang berlangsung di sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan internal, tetapi dapat menjadi cerita positif yang memperkenalkan karakter dan keunggulan SMA Budi Utomo Gadingmangu kepada masyarakat luas.

Membangun Komunikasi yang Konsisten dan Berkualitas

Salah satu aspek penting dalam penguatan branding adalah konsistensi komunikasi. Sekolah perlu memiliki cara berkomunikasi yang selaras dalam berbagai kanal, baik melalui website, media sosial, publikasi kegiatan, maupun media komunikasi lainnya.

Pelatihan Markom menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan tim dalam merencanakan konten, menentukan sudut pandang pemberitaan, menyusun narasi, mengoptimalkan dokumentasi, serta menyampaikan pesan sekolah secara efektif.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat membuat setiap publikasi sekolah memiliki pesan yang jelas dan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas serta keunggulan SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Mengangkat Reputasi melalui Prestasi dan Karya

Reputasi sekolah dibangun melalui proses yang panjang dan melibatkan berbagai elemen. Prestasi siswa, kualitas program pendidikan, kegiatan pengembangan karakter, inovasi pembelajaran, serta kontribusi sekolah kepada masyarakat merupakan bagian dari reputasi yang perlu dikomunikasikan dengan baik.

Tim Markom memiliki peran untuk memastikan berbagai capaian tersebut terdokumentasi dan tersampaikan kepada publik secara tepat.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis publikasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap kegiatan sekolah memiliki cerita dan nilai yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat.

Menuju Pengelolaan Humas yang Lebih Profesional

Penguatan kapasitas Markom merupakan bagian dari langkah Yayasan Pendidikan Budi Utomo untuk mengembangkan pengelolaan komunikasi sekolah yang semakin profesional. Tim diharapkan mampu bekerja secara terencana, mulai dari menemukan informasi, melakukan peliputan dan dokumentasi, menyusun konten, melakukan publikasi, hingga mengevaluasi efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.

Ke depan, penguatan fungsi Markom diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi yang semakin aktif dan positif. Setiap program, prestasi, inovasi, dan aktivitas sekolah dapat menjadi bagian dari narasi besar yang memperkuat identitas Yayasan Pendidikan Budi Utomo.

Melalui komunikasi yang baik, sekolah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, kedekatan, dan reputasi positif di tengah masyarakat.

Pelatihan Markom menjadi salah satu langkah nyata Yayasan Pendidikan Budi Utomo dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan tim humas yang semakin kompeten dan strategi komunikasi yang semakin terarah, sekolah optimistis dapat terus memperkuat branding sebagai lembaga pendidikan yang memiliki karakter kuat, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.

Membangun reputasi bukan hanya tentang apa yang sekolah lakukan, tetapi juga tentang bagaimana setiap kebaikan, prestasi, dan inovasi dikomunikasikan kepada publik.

Pembinaan Literasi SMA Budi Utomo Gadingmangu Berbuah Prestasi, Siswa Raih Juara Lomba Resensi Buku

GADINGMANGU, JOMBANG – Komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah terus menunjukkan hasil positif. Melalui program pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, dan menuangkan gagasan melalui tulisan.

Salah satu hasil nyata dari program tersebut adalah keberhasilan siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam Lomba Resensi Tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Jombang. Dalam kompetisi tersebut, dua siswa kelas XII-17 berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Devita Rahmawati Alifah berhasil meraih Juara 1, sedangkan Rizqi Sabila Yassaroh meraih Juara 2. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi yang dilakukan secara konsisten mampu mengembangkan potensi siswa hingga mampu berkompetisi di tingkat kabupaten.

Membaca, Memahami, hingga Menghasilkan Karya

Program pembinaan literasi di SMA Budi Utomo Gadingmangu tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca. Siswa juga diberikan pembinaan untuk memahami isi bacaan secara mendalam serta mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan tanggapan terhadap suatu karya.

Dalam proses menulis resensi, siswa dilatih untuk mengenali identitas buku, memahami isi dan gagasan utama, menganalisis kelebihan serta kekurangan karya, kemudian menyampaikan penilaian secara logis dan objektif.

Proses tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi secara utuh. Membaca menjadi tahap awal untuk memperoleh informasi, sedangkan kegiatan menulis menjadi ruang bagi siswa untuk mengolah dan menyampaikan kembali pemahamannya secara kritis.

Pembinaan yang Konsisten Melahirkan Prestasi

Keberhasilan Devita dan Rizqi menjadi salah satu gambaran bahwa prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan, latihan, pendampingan, serta kemauan siswa untuk terus mengembangkan kemampuan.

Melalui kegiatan literasi yang terarah, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan membaca kritis dan menulis. Mereka juga belajar bahwa sebuah buku tidak hanya dibaca untuk memperoleh informasi, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk berpikir, berdiskusi, memberikan penilaian, dan menghasilkan karya.

Prestasi dalam lomba resensi buku tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk semakin aktif dalam kegiatan literasi. Sekolah berharap budaya membaca dan menulis dapat terus tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Generasi Literat dan Berkarakter

Penguatan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu menyaring informasi dengan baik. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan zaman dan tantangan pendidikan di masa depan.

SMA Budi Utomo Gadingmangu berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi dan menghasilkan karya. Prestasi yang diraih dalam lomba resensi menjadi salah satu bukti bahwa ketika budaya membaca dipadukan dengan pembinaan yang konsisten, potensi siswa dapat berkembang menjadi prestasi.

Ke depan, program pembinaan literasi diharapkan semakin berkembang dan melahirkan lebih banyak siswa yang aktif membaca, terampil menulis, kritis dalam berpikir, serta berani menunjukkan kemampuan melalui berbagai ajang kompetisi.

Dari membaca tumbuh wawasan, dari berpikir lahir gagasan, dan dari gagasan tercipta karya serta prestasi.

Rizqi Sabila Yussaroh Raih Juara 2 Lomba Resensi Tingkat SMA se-Kabupaten Jombang

Jombang – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Budi Utomo Gadingmangu. Prestasi di bidang literasi berhasil ditorehkan oleh Rizqi Sabila Yussaroh, siswi kelas XII-17, yang sukses meraih Juara 2 Lomba Resensi Tingkat SMA se-Kabupaten Jombang.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di lingkungan SMA Budi Utomo Gadingmangu terus berkembang dan mampu mendorong siswa untuk menuangkan gagasan secara kritis, kreatif, dan terstruktur.

Dalam lomba resensi, peserta dituntut tidak hanya memahami isi sebuah buku, tetapi juga mampu menyampaikan penilaian terhadap karya secara objektif. Kemampuan dalam memahami bacaan, menganalisis isi buku, serta menyampaikan kelebihan dan kekurangannya menjadi bagian penting dalam menghasilkan resensi yang berkualitas.

Keberhasilan Rizqi Sabila Yussaroh meraih posisi kedua menunjukkan kemampuan dan kesungguhannya dalam mengembangkan keterampilan membaca, menulis, serta berpikir kritis.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk terus meningkatkan kemampuan literasi. Membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah untuk melatih cara berpikir, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Selamat kepada Rizqi Sabila Yussaroh atas prestasi yang diraih! Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan menorehkan prestasi-prestasi berikutnya.

SMA Budi Utomo Gadingmangu
The School of Best Character and Innovation

Devita Rahmawati Alifah Raih Juara 1 Lomba Resensi Tingkat SMA se-Kabupaten Jombang

Gadingmangu, Jombang – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Budi Utomo Gadingmangu. Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh Devita Rahmawati Alifah, siswi kelas XII-17, yang sukses meraih Juara 1 Lomba Resensi Tingkat SMA se-Kabupaten Jombang.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata semangat literasi yang terus tumbuh di kalangan siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu. Melalui lomba resensi, para peserta tidak hanya dituntut mampu memahami isi sebuah karya, tetapi juga mampu menyampaikan penilaian, gagasan, dan pandangan secara kritis serta logis.

Devita berhasil menunjukkan kemampuan tersebut dengan menyajikan resensi yang menarik, sistematis, dan mampu menggambarkan pemahamannya terhadap karya yang diulas. Kemampuan dalam mengolah informasi, menyampaikan pendapat, serta menggunakan bahasa secara efektif menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkannya meraih posisi terbaik dalam kompetisi tersebut.

Keberhasilan Devita juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan literasi, khususnya dalam membaca, menulis, dan berpikir kritis. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam membangun budaya literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi langkah awal bagi Devita untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuannya di bidang literasi.

Selamat kepada Devita Rahmawati Alifah atas prestasi yang membanggakan! Terus membaca, terus menulis, dan terus menginspirasi. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya serta mengharumkan nama SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Ukir Sejarah Baru, Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Tembus Semifinal OSN Fisika

SURABAYA — Catatan prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Budi Utomo Gadingmangu, Jombang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, siswa kelas XI-19 Kelas Olimpiade, Filiya Ainu Zakiya, berhasil melaju ke tahap Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Fisika.

Babak semifinal kompetisi sains bergengsi tingkat nasional tersebut digelar di SMKN 1 Surabaya, Rabu (12/8/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat sekolah dalam membangun generasi yang “Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.”

Menyingkirkan 1.196 Peserta

Langkah Filiya menuju semifinal nasional bukanlah perjalanan yang mudah. Pada tahap seleksi sebelumnya, ia harus bersaing secara ketat dengan 1.196 peserta bidang Fisika dari Provinsi Jawa Timur.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Filiya berhasil menjadi salah satu peserta yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.

Di babak semifinal, tantangan semakin besar. Ia kini harus berhadapan dengan 100 siswa terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan seorang siswa. Tembusnya Filiya ke semifinal OSN Fisika menjadi catatan sejarah baru sekolah sekaligus bukti bahwa pembinaan akademik dan budaya berprestasi mampu melahirkan siswa yang berdaya saing di tingkat nasional.

Persiapan Matang Menuju Semifinal

Mewakili sekolah sekaligus tergabung dalam kontingen Kabupaten Jombang, Filiya telah tiba di lokasi penyelenggaraan sejak Selasa (11/8/2026).

Setibanya di lokasi, berbagai persiapan teknis langsung dilakukan. Pengecekan perangkat keras menjadi salah satu bagian penting sebelum pelaksanaan ujian, mulai dari laptop, kamera Zoom, scanner, hingga berbagai kelengkapan pendukung lainnya.

Pada hari pelaksanaan, persiapan akhir dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Setelah seluruh perangkat dan persyaratan dinyatakan siap, peserta dari berbagai daerah kemudian secara serentak mulai mengerjakan soal pada pukul 08.00 WIB.

Dengan penuh konsentrasi, Filiya menghadapi soal-soal Fisika yang menjadi penentu langkahnya menuju babak final.

Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi

Usai menyelesaikan ujian, Filiya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang telah diraihnya. Di balik pencapaiannya, terdapat perjuangan yang tidak sederhana.

Sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren, Filiya harus mampu membagi waktu antara kegiatan belajar, kewajiban sebagai santri, serta persiapan menghadapi kompetisi akademik.

Keterbatasan waktu belajar maupun akses internet tidak membuatnya menyerah. Justru kondisi tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan dan semangatnya.

“Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman dan adik-adik kelas nanti. Meskipun sambil mondok, terbatas waktu belajar, dan terbatas akses internet untuk belajar, tapi terbukti kita bisa kok. Pokoknya semangat terus,” ungkap Filiya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kondisi yang serba mudah. Dengan kemauan, ketekunan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar, keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan.

Kerja Keras yang Berbuah Prestasi

Pencapaian Filiya juga mendapat apresiasi dari Guru Pembina Fisika SMA Budi Utomo Gadingmangu, M. Amiruddin, S.Pd., yang turut mendampingi langsung pelaksanaan semifinal di lokasi.

Menurut Amiruddin, keberhasilan Filiya hingga tahap semifinal merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan ketekunan.

“Tentunya perjuangan sampai di titik ini tidaklah mudah, ada kerja keras, ada ketekunan, ada perjuangan yang panjang dan akhirnya terbayarkan dengan sampai di tahap seperti ini. Harapan saya untuk Filiya, semoga terus memberikan yang terbaik, terus menorehkan prestasi untuk dirinya, keluarga, dan SMA Budi Utomo tercinta,” tutur Amiruddin.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Filiya. Prestasi siswa tidak lahir secara instan, melainkan melalui sinergi antara siswa, guru pembina, sekolah, orang tua, dan lingkungan pendidikan.

Membawa Nama Jombang ke Tingkat Nasional

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Koordinator OSN Kabupaten Jombang, Didik Sadianto, M.Pd., yang turut memantau jalannya kompetisi.

Ia berharap seluruh rangkaian semifinal dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala teknis maupun nonteknis sehingga wakil Kabupaten Jombang dapat kembali melangkah ke babak puncak.

“Harapan kami ini semua bisa berjalan dengan lancar, tidak ada kendala teknis dan non-teknis, sehingga bisa lolos ke final yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang,” tegas Didik.

Keberadaan Filiya di semifinal OSN Fisika sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jombang. Ia membawa nama sekolah dan daerah untuk bersaing bersama siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Menanti Tiket Menuju Final

Setelah menyelesaikan babak semifinal, Filiya kini harus menunggu hasil seleksi yang dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu sekitar dua minggu.

Peserta yang berhasil memenuhi kualifikasi akan melanjutkan perjuangan ke babak final OSN 2026, yang direncanakan berlangsung secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada September mendatang.

Bagi Filiya dan keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu, semifinal ini bukanlah garis akhir. Justru, ini adalah sebuah momentum untuk terus melangkah dan memberikan yang terbaik.

Jika berhasil melaju ke final, Filiya kembali akan membawa harapan sekolah dan Kabupaten Jombang untuk mengukir prestasi di panggung nasional.

Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan

Perjalanan Filiya menjadi semifinalis OSN Fisika 2026 mencerminkan semangat yang terus dibangun di SMA Budi Utomo Gadingmangu: prestasi yang tumbuh dari karakter, kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen sekolah untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang sains dan olimpiade.

Dari ruang kelas, lingkungan pondok pesantren, proses pembinaan, hingga panggung kompetisi nasional, Filiya telah menunjukkan bahwa kesungguhan untuk belajar mampu membawa seorang siswa melampaui batas-batas yang mungkin sebelumnya dianggap sebagai keterbatasan.

Semoga langkah Filiya terus dimudahkan, diberikan hasil terbaik, dan mampu melaju hingga babak final OSN 2026.

Selamat berjuang, Filiya!

SMA Budi Utomo Gadingmangu
Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.

Dari Gagasan tentang Mangrove hingga Menjadi Finalis AMW 2026: Perjalanan Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu

Gadingmangu, Jombang — Sebuah gagasan tentang mangrove, masyarakat pesisir, dan masa depan lingkungan akhirnya membawa tiga siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu melangkah ke babak berikutnya dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR).

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang tidak hanya berbicara tentang menulis sebuah karya ilmiah, tetapi juga tentang bagaimana sebuah persoalan lingkungan diterjemahkan menjadi gagasan yang memiliki nilai ilmiah, sosial, dan keberlanjutan.

Ketiga siswi tersebut tergabung dalam Tim Hawkins, yaitu Faradhiya Amaliya Rosyid (XII-15), Neila Ajeng Athifa Muazzahroh (XII-9), dan Rosyida Amaly (XII-13).

Karya yang mereka usung berjudul:

“Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut: Analisis Komparatif Skema Insentif Ekonomi Karbon Biru Berbasis Komunitas sebagai Solusi Keberlanjutan Restorasi Mangrove di Penajam Paser Utara.”

 Berawal dari Kepedulian terhadap Persoalan Pesisir

Perjalanan Tim Hawkins bermula dari ketertarikan terhadap persoalan lingkungan pesisir, khususnya keberadaan ekosistem mangrove. Mangrove bukan sekadar tumbuhan yang tumbuh di kawasan pesisir. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi wilayah pantai, sekaligus memiliki potensi dalam konsep karbon biru.

Namun, menjaga dan merestorasi mangrove bukan persoalan sederhana. Keberlanjutan program restorasi sangat berkaitan dengan keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut.

Dari sinilah muncul gagasan untuk tidak hanya melihat restorasi mangrove dari sisi ekologis, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Tim Hawkins kemudian membawa pertanyaan yang lebih jauh: bagaimana jika masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaksana restorasi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari upaya menjaga ekosistem mangrove?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan karya ilmiah mereka.

 Dari Ide Menjadi Sebuah Karya Ilmiah

Setelah menentukan arah penelitian, proses berikutnya adalah menyusun gagasan secara sistematis. Ketiga anggota Tim Hawkins harus mengembangkan ide tersebut menjadi karya ilmiah yang memiliki dasar argumentasi yang kuat.

Topik yang dipilih pun tidak sederhana. Mereka mengangkat skema insentif ekonomi karbon biru berbasis komunitas, kemudian menghubungkannya dengan keberlanjutan restorasi mangrove di Penajam Paser Utara.

Istilah *karbon biru* menjadi salah satu konsep penting dalam penelitian ini. Ekosistem pesisir seperti mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon, sehingga keberadaannya tidak hanya penting bagi lingkungan lokal, tetapi juga memiliki relevansi dalam upaya menghadapi perubahan iklim.

Tim Hawkins mencoba melihat persoalan tersebut melalui perspektif yang lebih luas: lingkungan harus dijaga, masyarakat harus diberdayakan, dan program restorasi harus memiliki mekanisme yang memungkinkan keberlanjutannya.

 Proses yang Membutuhkan Ketelitian dan Kerja Sama

Penyusunan karya ilmiah menjadi proses yang menuntut ketelitian. Setiap gagasan harus disusun dengan argumentasi yang logis dan didukung oleh informasi yang relevan.

Ketiga anggota tim memiliki peran dalam membangun karya tersebut. Diskusi, penyusunan gagasan, pengembangan pembahasan, hingga penyempurnaan karya menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi sebuah tim pelajar, tantangan terbesar bukan hanya menemukan ide yang menarik, tetapi juga bagaimana menjadikan ide tersebut layak sebagai sebuah karya ilmiah.

Mereka harus mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan menyusun hubungan antara ekologi mangrove, masyarakat pesisir, karbon biru, insentif ekonomi, serta keberlanjutan restorasi menjadi satu kesatuan gagasan.

Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi ketiganya. Mereka belajar bahwa penelitian bukan sekadar mencari jawaban, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan terhadap persoalan yang ada dan menawarkan alternatif solusi.

 Membawa Gagasan ke Airlangga Maritime Week

Karya tersebut kemudian diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Masuk dalam kompetisi tingkat akademik seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Karya yang dikirimkan harus mampu bersaing dengan gagasan dari peserta lainnya.

Pada tahap ini, ketiganya tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka membawa nama SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Menunggu hasil seleksi menjadi salah satu bagian yang mendebarkan. Di balik proses tersebut terdapat harapan agar gagasan yang telah mereka susun dapat memperoleh kesempatan untuk melangkah lebih jauh.

Hingga akhirnya, kabar yang ditunggu datang.

Tim Hawkins dinyatakan lolos dan menjadi FINALIS Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

 Satu Tim, Satu Gagasan, Satu Langkah Menuju Final

Keberhasilan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu. Satu tim riset berhasil melaju ke babak berikutnya melalui karya yang mengangkat isu lingkungan dan keberlanjutan masyarakat pesisir.

Bagi Faradhiya, Neila, dan Rosyida, predikat finalis bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, keberhasilan tersebut menjadi awal dari tantangan berikutnya.

Mereka kini memiliki kesempatan untuk kembali membawa gagasan “Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut” ke tahap selanjutnya dan membuktikan bahwa siswa SMA juga mampu menghadirkan gagasan ilmiah untuk menjawab persoalan lingkungan yang nyata.

Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan Tim Hawkins menunjukkan bahwa sebuah karya ilmiah dapat lahir dari kepedulian sederhana terhadap lingkungan, kemudian berkembang melalui proses belajar, berdiskusi, meneliti, dan bekerja sama.

Dari ruang belajar di SMA Budi Utomo Gadingmangu, gagasan tentang mangrove dan masyarakat pesisir kini melangkah menuju panggung akademik yang lebih luas.

 Mohon Doa untuk Langkah Berikutnya

Alhamdulillah, satu tim riset SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil melaju sebagai finalis dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk terus mendorong budaya riset, kreativitas, dan prestasi di kalangan siswa.

Perjalanan Tim Hawkins belum selesai. Masih ada satu langkah penting yang harus ditempuh: babak final.

Semoga Faradhiya Amaliya Rosyid, Neila Ajeng Athifa Muazzahroh, dan Rosyida Amaly diberikan kelancaran, kekuatan, ketelitian, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tahap berikutnya.

Mohon doa dan dukungannya, semoga Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu dapat melaju hingga babak final dan meraih juara yang terbaik serta barokah. Aamiin.

# TIM HAWKINS

SMA BUDI UTOMO GADINGMANGU

1. Faradhiya Amaliya Rosyid — XII-15

2. Neila Ajeng Athifa Muazzahroh — XII-9

3. Rosyida Amaly — XII-13

Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026

Fakultas Perikanan dan Kelautan — Universitas Airlangga (UNAIR)

> SMA Budi Utomo Gadingmangu — Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan!