Di Balik Keberhasilan Tembus OSN Nasional: Perjalanan Filiya Ainu Zakiya Menggapai Mimpi

Kesuksesan tidak pernah lahir dari keberuntungan semata. Di balik setiap medali, sertifikat, dan pencapaian, selalu ada cerita tentang disiplin, kerja keras, serta tekad yang terus dijaga, bahkan ketika lelah datang menghampiri.

Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan Filiya Ainu Zakiya, siswi kelas XI-19 (Kelas Olimpiade) SMA Budi Utomo Gadingmangu, yang berhasil melangkah hingga Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Bagi Filiya, keberhasilan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Berbulan-bulan ia membagi waktu antara kegiatan belajar di kelas, pembinaan Olimpiade, latihan soal, diskusi bersama pembimbing, hingga belajar mandiri untuk memperdalam konsep-konsep yang diujikan.

Perjalanan menuju tingkat nasional tentu bukan tanpa tantangan. Materi yang semakin kompleks, persaingan dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, hingga tuntutan untuk terus konsisten menjadi bagian dari proses yang harus dilalui. Namun, setiap tantangan justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kemampuan terbaik.

Keberhasilan Filiya juga tidak lepas dari lingkungan belajar yang mendukung. Program Kelas Olimpiade SMA Budi Utomo Gadingmangu dirancang untuk membina siswa-siswa berpotensi agar mampu berkompetisi di berbagai ajang sains tingkat regional, nasional, hingga internasional. Melalui pendampingan intensif, pembahasan materi yang mendalam, serta pembinaan karakter, para siswa didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Filiya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan Filiya menembus semifinal OSN tingkat nasional. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras siswa, dedikasi para pembimbing, dukungan orang tua, dan budaya belajar yang terus dibangun di sekolah. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa prestasi besar selalu diawali oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Setiap jam belajar tambahan, setiap soal yang dianalisis, dan setiap evaluasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan menghadapi kompetisi nasional.

Kini, langkah Filiya menuju babak semifinal menjadi gerbang tahap berikutnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional. Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta dukungan dari seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu, Filiya diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.

Prestasi ini kembali menegaskan komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu sebagai The School of Best Character and Innovation dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, sekolah berupaya menumbuhkan budaya belajar, rasa ingin tahu, serta semangat pantang menyerah yang akan menjadi bekal penting bagi setiap peserta didik dalam menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang mencapai garis akhir lebih dulu, tetapi tentang siapa yang tetap bertahan, terus belajar, dan tidak pernah berhenti berusaha. Perjalanan Filiya Ainu Zakiya menjadi pengingat bahwa mimpi besar selalu dapat diraih oleh mereka yang berani memulai dan setia menjalani prosesnya.

Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, Tim Futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu Lolos ke Seri Nasional

JOMBANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu. Tim futsal sekolah berhasil keluar sebagai Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, sekaligus memastikan diri melaju ke seri nasional untuk mewakili wilayah regional Mojokerto.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat juang, disiplin, kerja keras, dan kekompakan tim mampu mengantarkan para siswa meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Sepanjang turnamen, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu tampil penuh percaya diri, menunjukkan permainan yang solid, serta mampu mengatasi setiap tantangan hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian luar biasa yang diraih tim futsal.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih oleh tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu. Gelar juara ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten, kerja sama tim yang baik, serta semangat pantang menyerah yang selalu ditanamkan kepada para siswa. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.

Keberhasilan menjadi juara regional juga membuka peluang yang lebih besar bagi tim untuk bersaing di tingkat nasional. Saat ini, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu telah resmi mengamankan tiket menuju WONDR Futsal Series Seri Nasional dan tengah menantikan jadwal pertandingan dari panitia penyelenggara.

Pelatih tim futsal menyampaikan bahwa lolos ke tingkat nasional merupakan awal dari tantangan yang lebih besar. Oleh karena itu, tim akan memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kualitas permainan, memperkuat strategi, serta menjaga kondisi fisik para pemain agar siap menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami bersyukur atas hasil yang telah diraih. Namun, perjuangan belum selesai. Seri nasional tentu akan menghadirkan persaingan yang lebih ketat. Kami akan terus berlatih, mengevaluasi permainan, dan mempersiapkan tim sebaik mungkin agar mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin dikenal di tingkat nasional,” ujarnya.

Prestasi ini semakin menegaskan komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Melalui berbagai program pembinaan, sekolah terus mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu berkompetisi di berbagai ajang.

Seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan ucapan selamat kepada para pemain, pelatih, official, guru pendamping, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pertandingan. Dukungan tersebut menjadi energi besar yang mengantarkan tim meraih gelar juara regional.

Kini, harapan baru pun terbentang. Dengan status sebagai Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu siap menatap seri nasional dengan optimisme tinggi. Seluruh civitas sekolah berharap para pemain dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya, mengukir prestasi yang lebih tinggi, serta mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jombang, dan Provinsi Jawa Timur di kancah nasional.

SMA Budi Utomo Gadingmangu Gelar Seminar Let’s Study Abroad, Bekali Siswa Raih Kampus Impian di Luar Negeri

Jombang – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak lulusan berdaya saing global, SMA Budi Utomo Gadingmangu menyelenggarakan seminar “Let’s Study Abroad” bekerja sama dengan Grace International pada Senin, 27 Juli 2026, di Aula Masjid Luhur, Pondok Pesantren Gadingmangu.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa International Class, didampingi perwakilan guru serta jajaran pimpinan sekolah. Seminar berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dengan suasana yang penuh antusias. Ratusan peserta memadati aula untuk memperoleh wawasan mengenai peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di berbagai negara.

Seminar ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat siswa terhadap pendidikan internasional, memperluas wawasan mengenai berbagai program beasiswa terkini, serta membangun jejaring antara siswa, guru, dan lembaga pendamping studi luar negeri. Selain itu, kegiatan ini juga membantu siswa memahami karakteristik negara tujuan studi sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier di masa depan.

Dalam pemaparannya, tim Grace International yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun mendampingi pelajar Indonesia menuju kampus-kampus dunia menjelaskan berbagai aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum menempuh pendidikan di luar negeri. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan negara tujuan, keunggulan sistem pendidikan di masing-masing negara, biaya kuliah (study cost), biaya hidup (living cost), hingga berbagai jenis beasiswa yang dapat diikuti.

Para siswa juga diajak memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut meliputi menjaga prestasi akademik, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui tes IELTS, mempersiapkan diri menghadapi SAT, aktif dalam kegiatan sosial, serta membangun portofolio melalui penulisan esai sebagai salah satu syarat penting dalam proses seleksi beasiswa.

Selama seminar berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif mencatat informasi penting dan menyimak berbagai pengalaman yang dibagikan oleh narasumber. Tim Grace International juga memberikan motivasi melalui kisah sukses para alumni yang berhasil diterima di universitas-universitas terbaik dunia dan kini turut menjadi mentor bagi calon mahasiswa internasional.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah sesi tanya jawab. Gendis Paradisa Maheswari, siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu, mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kampus dan jurusan di luar negeri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa memilih universitas tidak cukup hanya berdasarkan peringkat dunia. Menurutnya, kesesuaian antara jurusan dengan minat, bakat, dan tujuan karier merupakan faktor yang jauh lebih penting agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal selama menjalani studi.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap semakin banyak peserta didik yang memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan mempersiapkan diri sejak dini dalam meraih pendidikan di tingkat internasional. Seminar Let’s Study Abroad menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam membuka wawasan global sekaligus mempersiapkan generasi yang siap bersaing, berprestasi, dan memberikan kontribusi di tingkat dunia.

Sesuai dengan visinya, SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menghadirkan berbagai program bertaraf internasional guna membekali siswa dengan kompetensi akademik, karakter, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Puluhan Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Ikuti Study Abroad Festival, Persiapkan Langkah Menuju Kampus Internasional

Jombang – Komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan global kembali diwujudkan melalui keikutsertaan sebanyak 37 siswa dalam kegiatan Study Abroad Festival yang diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2026, di Ascent Hotel and Café, Malang.

Sejak pagi hari, para peserta berkumpul di halaman Masjid Luhur Pondok Pesantren Gadingmangu, Perak, Jombang, untuk mengikuti briefing sekaligus sarapan bersama sebelum keberangkatan. Tepat pukul 06.30 WIB, rombongan berangkat menuju Malang menggunakan dua unit kendaraan ELF.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, para siswa melakukan registrasi sebelum memasuki area workshop. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri melalui berbagai jalur beasiswa.

Pada sesi workshop, narasumber dari Schoters by Ruangguru memberikan pemaparan komprehensif mengenai proses persiapan studi di luar negeri, mulai dari langkah awal menyusun rencana pendidikan, strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA), hingga proses pengajuan berbagai program beasiswa internasional.

Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Mereka aktif mencatat informasi penting dan berdiskusi mengenai berbagai peluang studi di kampus-kampus terbaik dunia. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis beasiswa, kuota penerimaan mahasiswa internasional, waktu terbaik mempersiapkan diri, hingga tahapan pendaftaran di berbagai universitas luar negeri.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat bersaing dalam seleksi internasional. Persyaratan tersebut meliputi kemampuan bahasa asing yang dibuktikan melalui sertifikat seperti IELTS, TOEFL, maupun JLPT bagi yang berminat melanjutkan studi di Jepang. Siswa juga dikenalkan pada berbagai tes seleksi internasional, seperti SAT, ACT, serta pentingnya menyiapkan dokumen pendukung berupa curriculum vitae (CV), esai, transkrip nilai, paspor, dan surat rekomendasi.

Workshop ini turut menekankan pentingnya mempersiapkan seluruh kebutuhan tersebut sejak dini. Para peserta dianjurkan mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris, placement test, serta latihan intensif menghadapi ujian IELTS maupun SAT agar memiliki daya saing yang lebih kuat dalam memperoleh beasiswa.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi konsultasi bersama tim Schoters. Salah satu mentor, Kak Putri, mengajak siswa berdiskusi mengenai cita-cita mereka, jurusan yang diminati, negara tujuan studi, hingga rencana gap year apabila diperlukan. Melalui sesi ini, para siswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, SMA Budi Utomo Gadingmangu berencana menghadirkan program Study Abroad Academy dan IELTS Academy sebagai wadah pembinaan bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Program ini akan difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, persiapan tes internasional, penyusunan dokumen pendaftaran, hingga pendampingan proses aplikasi beasiswa.

Dalam proses seleksi internasional, siswa diharapkan mampu mencapai skor kompetitif, seperti IELTS 6,5–7,5 dan SAT 1250–1380+. Melalui kolaborasi dengan Schoters, peserta nantinya akan memperoleh pendampingan mulai dari penguatan kemampuan dasar bahasa Inggris, penyusunan CV dan esai, simulasi wawancara, hingga proses pengajuan beasiswa yang dibimbing langsung oleh mentor dan alumni kampus tujuan.

Keikutsertaan dalam Study Abroad Festival menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam memperluas wawasan global peserta didik. Melalui pengalaman ini, diharapkan semakin banyak lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional serta mampu meraih kesempatan menempuh pendidikan di universitas-universitas terbaik dunia melalui berbagai program beasiswa.

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Terintegrasi

Jombang – SMA Budi Utomo Gadingmangu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Terintegrasi yang menghadirkan Sigit Kuncoro, S.Pd., M.AP., Pengawas Sekolah, sebagai narasumber.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang terintegrasi, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran terintegrasi, guru didorong untuk menghubungkan berbagai kompetensi, nilai karakter, dan keterampilan abad ke-21 dalam satu pengalaman belajar yang utuh.

Dalam pemaparannya, Sigit Kuncoro menjelaskan bahwa pembelajaran terintegrasi merupakan salah satu strategi untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.

“Guru perlu menghadirkan pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Ketika pembelajaran dirancang secara terintegrasi, peserta didik tidak hanya belajar untuk memahami materi, tetapi juga belajar berpikir, berkarya, dan membangun karakter. Inilah yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Sigit Kuncoro.

Beliau juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan. Guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta berpusat pada peserta didik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan berbagi praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Antusiasme para guru terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin memperkuat komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Sejalan dengan visi sekolah sebagai “The School of Best Character and Innovation”, peningkatan kompetensi guru diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak positif terhadap perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.

Hari Keenam MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Hadirkan Alumni Inspiratif, Buktikan Sukses Agama dan Dunia Bisa Berjalan Beriringan

Jombang – Memasuki hari keenam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menghadirkan materi inspiratif bagi peserta didik baru. Kali ini, para siswa mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar langsung dari salah satu alumni berprestasi, Humaira Nadzifa Najla, yang membagikan pengalaman, tips, dan strategi meraih kesuksesan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Humaira mengajak para siswa untuk memahami bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun karier, tetapi juga dari kualitas keimanan, akhlak, dan kebermanfaatan bagi sesama. Sebagai alumni SMA Budi Utomo yang kini aktif sebagai public speaker, content creator, serta peraih berbagai prestasi, Humaira membuktikan bahwa pencapaian dunia dapat diraih tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip agama.

Ia membagikan beberapa kunci sukses kepada peserta MPLS, di antaranya menjaga kedisiplinan ibadah sebagai fondasi kehidupan, membangun kebiasaan belajar yang konsisten, berani mengambil peluang untuk berkembang, serta terus meningkatkan kualitas diri melalui organisasi, kompetisi, dan pengalaman baru. Menurutnya, ketika seseorang memiliki niat yang benar dan menjadikan Allah sebagai tujuan utama, maka urusan dunia akan lebih mudah dijalani.

“Jangan pernah memilih antara sukses dunia atau sukses akhirat. Keduanya bisa diraih secara bersamaan jika kita mampu menjaga niat, disiplin, dan terus berusaha memberikan manfaat bagi orang lain,” pesan Humaira kepada para peserta.

Suasana semakin hidup ketika para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara membangun rasa percaya diri, membagi waktu antara belajar dan organisasi, hingga menjaga konsistensi beribadah di tengah padatnya aktivitas sekolah. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan generasi muda, Humaira berhasil memberikan motivasi yang membangkitkan semangat para peserta didik baru.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan bahwa menghadirkan alumni inspiratif merupakan salah satu upaya sekolah untuk memberikan teladan nyata kepada siswa baru. Alumni yang pernah menempuh proses pendidikan di lingkungan Budi Utomo diharapkan mampu menjadi bukti bahwa karakter, prestasi, dan nilai-nilai religius dapat tumbuh bersama.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap peserta didik baru semakin yakin bahwa perjalanan mereka selama menempuh pendidikan bukan hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, akhlak yang mulia, serta kesiapan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat MPLS tahun ini, para siswa didorong untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, dan mampu menyeimbangkan kesuksesan dunia dengan kebahagiaan akhirat.

Melalui MPLS, SMA Budi Utomo Gadingmangu Perkuat Karakter Siswa dengan Edukasi Bullying dan Isu LGBT di Era Digital

Jombang – Arus informasi yang begitu cepat di era digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Untuk membekali peserta didik baru agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan jati diri, SMA Budi Utomo Gadingmangu menggelar seminar bertema “Stay On Track: Menjaga Identitas Diri Sehat di Era Digital” dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Sovia Sahid, M.Psi, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta didik memahami pentingnya membangun identitas diri yang sehat di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi digital.

Menurut Sovia, era digital membuka banyak kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang perlu diwaspadai, seperti kecanduan gawai, penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), tekanan sosial akibat media sosial, hingga kecenderungan mencari validasi dari dunia maya.

“Teknologi adalah alat yang dapat membawa manfaat besar jika digunakan dengan bijaksana. Jangan sampai identitas diri dibentuk oleh komentar orang lain atau tren yang sedang viral. Kenali potensi diri, bangun kepercayaan diri, dan gunakan media digital untuk hal-hal yang positif,” ungkap Sovia di hadapan peserta MPLS.

Selain membahas kesehatan mental dan pentingnya mengenali potensi diri, Sovia juga mengingatkan peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring berbagai informasi, tren, maupun pengaruh yang beredar di media digital. Peserta diajak memahami bahwa tidak semua konten yang viral atau populer selaras dengan nilai-nilai moral, budaya, maupun norma yang berlaku di Indonesia. Berbagai isu yang berkembang di media sosial, termasuk penyalahgunaan media digital, pornografi, penyalahgunaan narkoba, maupun kampanye mengenai LGBT, perlu disikapi secara kritis dengan berpegang pada nilai-nilai agama, etika, serta budaya bangsa. Dengan bekal literasi digital yang baik, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan tetap menjaga identitas dirinya.

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan refleksi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak untuk mengenali karakter, mengelola emosi, serta membangun kebiasaan positif dalam menggunakan media digital.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

“Di era digital, peserta didik membutuhkan bekal yang lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka perlu memiliki karakter yang kokoh, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Melalui seminar ini, kami berharap peserta didik mampu menjaga jati dirinya sekaligus menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Budi Utomo Gadingmangu sebagai “The School of Best Character and Innovation”, yang terus mengintegrasikan pendidikan karakter dengan penguasaan teknologi. Melalui rangkaian MPLS yang edukatif dan inspiratif, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, serta kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi sejak hari pertama peserta didik menempuh pendidikan di SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Dengan terselenggaranya seminar “Stay On Track: Menjaga Identitas Diri Sehat di Era Digital”, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang cerdas secara digital, tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, serta tetap menjaga identitas diri dengan berlandaskan nilai-nilai agama, moral, dan budaya bangsa.

Hari Kedua MPLS, SMA Budi Utomo Gadingmangu Paparkan Empat Program Unggulan Siswa

JOMBANG — Hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Budi Utomo Gadingmangu diisi dengan sosialisasi program unggulan akademik dan non-akademik kepada 610 siswa baru. Kegiatan yang bertujuan memacu motivasi belajar ini berlangsung semarak di Aula Pondok Pesantren Gadingmangu, Selasa (14/7/2026).

Sosialisasi ini dirancang khusus untuk mempercepat proses adaptasi peserta didik, sekaligus memberikan gambaran peta jalan pendidikan yang bisa mereka pilih sesuai minat dan bakat.

Pemateri utama, M. Rif’an Mabruri, S.Pd. yang juga sebagai Waka kurikulum, menegaskan bahwa SMA Budi Utomo Gadingmangu memiliki target besar untuk mencetak generasi yang kompeten di berbagai bidang melalui penjurusan khusus.

“Melalui program-program khusus ini, kami berkomitmen untuk menyeimbangkan keterampilan praktis, kemampuan bahasa, fisik, sekaligus bimbingan akademik siswa sejak awal masuk sekolah,” ujar Rif’an Mabruri di hadapan ratusan peserta MPLS.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah memperkenalkan empat program kelas unggulan yang ditawarkan, di antaranya:

International Class: Kelas dengan fokus pendalaman bahasa asing melalui program intensif dan English Camp. Siswa ditargetkan mampu meraih sertifikasi tes internasional bergengsi seperti SAT, TOEFL, dan IELTS.

Olimpiade Class: Program inkubator akademik untuk pembinaan intensif dan persiapan kompetisi nasional, yang diproyeksikan untuk mengantarkan siswa menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui persiapan matang UTBK.

BUFA Class: Kelas Budi Utomo Football Academy ini merupakan wadah khusus olahraga yang berfokus pada pelatihan fisik terstruktur dan pendalaman taktis sepak bola.

Dual Track: Program vokasi yang membekali siswa dengan keterampilan praktis siap kerja di berbagai bidang keahlian, meliputi IT & Digital, Tata Boga, Tata Rias, Teknik Las, hingga Teknik AC.

Pemaparan materi yang dimulai sejak siang hari itu dikemas secara interaktif. Suasana hidup terlihat ketika beberapa siswa dengan antusias dan berani menjawab berbagai pertanyaan sederhana yang dilontarkan oleh pemateri.

Beragam pilihan program ini pun langsung mendapat respons positif dari para peserta didik. Rafa, salah satu siswa baru dari kelas X BUFA, mengaku presentasi tersebut membuatnya semakin antusias.

“Setelah mengikuti hari kedua MPLS ini, saya semakin termotivasi dan semakin semangat untuk mengikuti program-program yang ada di SMA Budi Utomo ini,” tutur Rafa.

Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Zafina Alin Putri, siswi kelas X International Class, yang sudah memiliki visi matang terkait masa depannya.

“Saya di SMA Budi Utomo Gadingmangu mengambil program International Class, alasannya karena saya ingin menguasai bahasa Inggris. Lalu, di International Class ada program bahasa tambahan, dan yang saya pilih yaitu bahasa Jepang, karena saya ingin mengembangkan karier saya di Jepang,” ungkap Zafina mantap.

Untuk menjaga agar siswa tidak jenuh, di sela-sela waktu istirahat panitia menyisipkan penayangan video profil ekstrakurikuler Media of Teaching Islam (MTI) yang berfokus pada penguasaan bahasa Inggris praktis. Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan pemutaran video pengenalan ekstrakurikuler Paskibra.

Rangkaian agenda orientasi ini masih akan berlanjut pada hari ketiga, Rabu (15/7/2026). Sesuai jadwal, agenda esok hari adalah pembukaan umum MPLS secara akbar oleh Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU), yang akan menggabungkan seluruh murid baru dari tingkat SMP, SMA, dan SMK Budi Utomo Gadingmangu.

Hari Keempat MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Tanamkan 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Jombang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Memasuki hari keempat, seluruh peserta didik baru mendapatkan pembekalan mengenai 29 Karakter Luhur yang harus dimiliki generasi muda Indonesia serta penguatan program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bekal menjadi pelajar yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Melalui pemaparan yang interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh karakter yang kuat dan kebiasaan baik yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi tersebut, pemateri menjelaskan bahwa 29 Karakter Luhur merupakan pedoman pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Gadingmangu dan Yayasan Pendidikan Budi Utomo. Karakter tersebut terbagi dalam enam pilar utama yang saling melengkapi sebagai bekal peserta didik menjadi pribadi yang unggul.

Pilar pertama adalah 3 Sukses, yaitu menjadi pribadi yang alim dan faqih, memiliki akhlakul karimah, serta mandiri. Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan 6 Thobiat Luhur, yaitu hidup rukun, kompak, mampu bekerja sama dengan baik, jujur, amanah, serta menjadi pribadi mujhid muzhiid, yakni pribadi yang bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan sekaligus mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Materi kemudian dilanjutkan dengan 4 Tali Keimanan, yakni membiasakan diri untuk bersyukur, mempersungguh ikhtiar, mengagungkan Allah SWT, serta senantiasa berdoa dalam setiap aktivitas. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan 3 Prinsip Kerja Sama, yaitu melakukan segala sesuatu dengan benar, kurup (tertib, rapi, dan sesuai ketentuan), serta menepati janji sebagai wujud tanggung jawab.

Sebagai penguat karakter, peserta juga mempelajari 4 Maqodirullah, yaitu menyikapi setiap ketentuan Allah SWT dengan benar: mendapat nikmat dengan bersyukur, menghadapi musibah dengan mengucapkan istirja’, menerima cobaan dengan sabar, dan apabila melakukan kesalahan segera bertaubat. Selain itu, pemateri menjelaskan 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakan, yaitu membiasakan berbicara yang baik, bersikap jujur, dapat dipercaya sekaligus mempercayai orang lain, memiliki sikap sabar dan lapang dada (keporo ngalah), tidak merusak sesama baik terhadap diri, harta, hak asasi maupun kehormatan, serta saling memperhatikan dan menjaga perasaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan di lingkungan sekolah.

Selain pembentukan karakter, peserta juga diajak mengimplementasikan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai budaya positif dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Dengan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten, diharapkan lahir generasi yang sehat, disiplin, mandiri, dan berkarakter.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan melakukan refleksi mengenai kebiasaan positif yang telah diterapkan maupun komitmen yang akan dibangun selama menempuh pendidikan di SMA Budi Utomo Gadingmangu.

“Karakter yang kuat tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Pelajar yang hebat bukan hanya yang berprestasi, melainkan juga yang memiliki akhlakul karimah, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Melalui materi hari keempat MPLS ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menegaskan komitmennya sebagai The School of Best Character and Innovation dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia. Berbekal 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, para peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berintegritas, mandiri, mampu hidup rukun, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kejaksaan Negeri Jombang Gaungkan Gerakan Anti-Bullying dalam MPLS YPBU Gadingmangu

Jombang – Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), YPBU menghadirkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Jombang untuk mengedukasi peserta didik baru jenjang SMP, SMA, dan SMK mengenai kesadaran hukum sekaligus menggaungkan Gerakan Anti-Bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu, H. Frengky Yudi Asmoro, S.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian antarsesama.

“MPLS bukan hanya menjadi momen mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga langkah awal membentuk karakter peserta didik. Kami ingin siswa memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sebagai bekal meraih prestasi dan menghadapi tantangan masa depan,” ujar H. Frengky Yudi Asmoro.

Materi disampaikan oleh Jaksa Fungsional Sultoni yang mengajak para peserta memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, bahkan konsekuensi hukum. Para peserta dikenalkan berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan verbal, fisik, sosial, hingga perundungan di media digital (cyberbullying).

Selain memberikan pemahaman hukum, Kejaksaan Negeri Jombang juga mengajak seluruh peserta didik menjadi pelopor Gerakan Anti-Bullying di lingkungan sekolah. Para siswa didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, saling menghargai perbedaan, serta membangun budaya peduli dan saling mendukung agar tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

“Bullying bukan sekadar candaan. Setiap tindakan yang merendahkan atau menyakiti orang lain memiliki dampak psikologis, bahkan dapat berimplikasi hukum. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan,” jelas Sultoni.

Melalui edukasi ini, Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu berharap seluruh peserta didik baru memiliki kesadaran hukum sejak dini sekaligus menjadi pelopor budaya anti-bullying di lingkungan sekolah. Dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati, peduli, dan bertanggung jawab, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berintegritas.