Ukir Sejarah Baru, Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Tembus Semifinal OSN Fisika

SURABAYA — Catatan prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Budi Utomo Gadingmangu, Jombang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, siswa kelas XI-19 Kelas Olimpiade, Filiya Ainu Zakiya, berhasil melaju ke tahap Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Fisika.

Babak semifinal kompetisi sains bergengsi tingkat nasional tersebut digelar di SMKN 1 Surabaya, Rabu (12/8/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat sekolah dalam membangun generasi yang “Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.”

Menyingkirkan 1.196 Peserta

Langkah Filiya menuju semifinal nasional bukanlah perjalanan yang mudah. Pada tahap seleksi sebelumnya, ia harus bersaing secara ketat dengan 1.196 peserta bidang Fisika dari Provinsi Jawa Timur.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Filiya berhasil menjadi salah satu peserta yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.

Di babak semifinal, tantangan semakin besar. Ia kini harus berhadapan dengan 100 siswa terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan seorang siswa. Tembusnya Filiya ke semifinal OSN Fisika menjadi catatan sejarah baru sekolah sekaligus bukti bahwa pembinaan akademik dan budaya berprestasi mampu melahirkan siswa yang berdaya saing di tingkat nasional.

Persiapan Matang Menuju Semifinal

Mewakili sekolah sekaligus tergabung dalam kontingen Kabupaten Jombang, Filiya telah tiba di lokasi penyelenggaraan sejak Selasa (11/8/2026).

Setibanya di lokasi, berbagai persiapan teknis langsung dilakukan. Pengecekan perangkat keras menjadi salah satu bagian penting sebelum pelaksanaan ujian, mulai dari laptop, kamera Zoom, scanner, hingga berbagai kelengkapan pendukung lainnya.

Pada hari pelaksanaan, persiapan akhir dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Setelah seluruh perangkat dan persyaratan dinyatakan siap, peserta dari berbagai daerah kemudian secara serentak mulai mengerjakan soal pada pukul 08.00 WIB.

Dengan penuh konsentrasi, Filiya menghadapi soal-soal Fisika yang menjadi penentu langkahnya menuju babak final.

Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi

Usai menyelesaikan ujian, Filiya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang telah diraihnya. Di balik pencapaiannya, terdapat perjuangan yang tidak sederhana.

Sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren, Filiya harus mampu membagi waktu antara kegiatan belajar, kewajiban sebagai santri, serta persiapan menghadapi kompetisi akademik.

Keterbatasan waktu belajar maupun akses internet tidak membuatnya menyerah. Justru kondisi tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan dan semangatnya.

“Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman dan adik-adik kelas nanti. Meskipun sambil mondok, terbatas waktu belajar, dan terbatas akses internet untuk belajar, tapi terbukti kita bisa kok. Pokoknya semangat terus,” ungkap Filiya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kondisi yang serba mudah. Dengan kemauan, ketekunan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar, keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan.

Kerja Keras yang Berbuah Prestasi

Pencapaian Filiya juga mendapat apresiasi dari Guru Pembina Fisika SMA Budi Utomo Gadingmangu, M. Amiruddin, S.Pd., yang turut mendampingi langsung pelaksanaan semifinal di lokasi.

Menurut Amiruddin, keberhasilan Filiya hingga tahap semifinal merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan ketekunan.

“Tentunya perjuangan sampai di titik ini tidaklah mudah, ada kerja keras, ada ketekunan, ada perjuangan yang panjang dan akhirnya terbayarkan dengan sampai di tahap seperti ini. Harapan saya untuk Filiya, semoga terus memberikan yang terbaik, terus menorehkan prestasi untuk dirinya, keluarga, dan SMA Budi Utomo tercinta,” tutur Amiruddin.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Filiya. Prestasi siswa tidak lahir secara instan, melainkan melalui sinergi antara siswa, guru pembina, sekolah, orang tua, dan lingkungan pendidikan.

Membawa Nama Jombang ke Tingkat Nasional

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Koordinator OSN Kabupaten Jombang, Didik Sadianto, M.Pd., yang turut memantau jalannya kompetisi.

Ia berharap seluruh rangkaian semifinal dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala teknis maupun nonteknis sehingga wakil Kabupaten Jombang dapat kembali melangkah ke babak puncak.

“Harapan kami ini semua bisa berjalan dengan lancar, tidak ada kendala teknis dan non-teknis, sehingga bisa lolos ke final yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang,” tegas Didik.

Keberadaan Filiya di semifinal OSN Fisika sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jombang. Ia membawa nama sekolah dan daerah untuk bersaing bersama siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Menanti Tiket Menuju Final

Setelah menyelesaikan babak semifinal, Filiya kini harus menunggu hasil seleksi yang dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu sekitar dua minggu.

Peserta yang berhasil memenuhi kualifikasi akan melanjutkan perjuangan ke babak final OSN 2026, yang direncanakan berlangsung secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada September mendatang.

Bagi Filiya dan keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu, semifinal ini bukanlah garis akhir. Justru, ini adalah sebuah momentum untuk terus melangkah dan memberikan yang terbaik.

Jika berhasil melaju ke final, Filiya kembali akan membawa harapan sekolah dan Kabupaten Jombang untuk mengukir prestasi di panggung nasional.

Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan

Perjalanan Filiya menjadi semifinalis OSN Fisika 2026 mencerminkan semangat yang terus dibangun di SMA Budi Utomo Gadingmangu: prestasi yang tumbuh dari karakter, kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen sekolah untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang sains dan olimpiade.

Dari ruang kelas, lingkungan pondok pesantren, proses pembinaan, hingga panggung kompetisi nasional, Filiya telah menunjukkan bahwa kesungguhan untuk belajar mampu membawa seorang siswa melampaui batas-batas yang mungkin sebelumnya dianggap sebagai keterbatasan.

Semoga langkah Filiya terus dimudahkan, diberikan hasil terbaik, dan mampu melaju hingga babak final OSN 2026.

Selamat berjuang, Filiya!

SMA Budi Utomo Gadingmangu
Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.

Dari Gagasan tentang Mangrove hingga Menjadi Finalis AMW 2026: Perjalanan Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu

Gadingmangu, Jombang — Sebuah gagasan tentang mangrove, masyarakat pesisir, dan masa depan lingkungan akhirnya membawa tiga siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu melangkah ke babak berikutnya dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR).

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang tidak hanya berbicara tentang menulis sebuah karya ilmiah, tetapi juga tentang bagaimana sebuah persoalan lingkungan diterjemahkan menjadi gagasan yang memiliki nilai ilmiah, sosial, dan keberlanjutan.

Ketiga siswi tersebut tergabung dalam Tim Hawkins, yaitu Faradhiya Amaliya Rosyid (XII-15), Neila Ajeng Athifa Muazzahroh (XII-9), dan Rosyida Amaly (XII-13).

Karya yang mereka usung berjudul:

“Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut: Analisis Komparatif Skema Insentif Ekonomi Karbon Biru Berbasis Komunitas sebagai Solusi Keberlanjutan Restorasi Mangrove di Penajam Paser Utara.”

 Berawal dari Kepedulian terhadap Persoalan Pesisir

Perjalanan Tim Hawkins bermula dari ketertarikan terhadap persoalan lingkungan pesisir, khususnya keberadaan ekosistem mangrove. Mangrove bukan sekadar tumbuhan yang tumbuh di kawasan pesisir. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi wilayah pantai, sekaligus memiliki potensi dalam konsep karbon biru.

Namun, menjaga dan merestorasi mangrove bukan persoalan sederhana. Keberlanjutan program restorasi sangat berkaitan dengan keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut.

Dari sinilah muncul gagasan untuk tidak hanya melihat restorasi mangrove dari sisi ekologis, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Tim Hawkins kemudian membawa pertanyaan yang lebih jauh: bagaimana jika masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaksana restorasi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari upaya menjaga ekosistem mangrove?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan karya ilmiah mereka.

 Dari Ide Menjadi Sebuah Karya Ilmiah

Setelah menentukan arah penelitian, proses berikutnya adalah menyusun gagasan secara sistematis. Ketiga anggota Tim Hawkins harus mengembangkan ide tersebut menjadi karya ilmiah yang memiliki dasar argumentasi yang kuat.

Topik yang dipilih pun tidak sederhana. Mereka mengangkat skema insentif ekonomi karbon biru berbasis komunitas, kemudian menghubungkannya dengan keberlanjutan restorasi mangrove di Penajam Paser Utara.

Istilah *karbon biru* menjadi salah satu konsep penting dalam penelitian ini. Ekosistem pesisir seperti mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon, sehingga keberadaannya tidak hanya penting bagi lingkungan lokal, tetapi juga memiliki relevansi dalam upaya menghadapi perubahan iklim.

Tim Hawkins mencoba melihat persoalan tersebut melalui perspektif yang lebih luas: lingkungan harus dijaga, masyarakat harus diberdayakan, dan program restorasi harus memiliki mekanisme yang memungkinkan keberlanjutannya.

 Proses yang Membutuhkan Ketelitian dan Kerja Sama

Penyusunan karya ilmiah menjadi proses yang menuntut ketelitian. Setiap gagasan harus disusun dengan argumentasi yang logis dan didukung oleh informasi yang relevan.

Ketiga anggota tim memiliki peran dalam membangun karya tersebut. Diskusi, penyusunan gagasan, pengembangan pembahasan, hingga penyempurnaan karya menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi sebuah tim pelajar, tantangan terbesar bukan hanya menemukan ide yang menarik, tetapi juga bagaimana menjadikan ide tersebut layak sebagai sebuah karya ilmiah.

Mereka harus mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan menyusun hubungan antara ekologi mangrove, masyarakat pesisir, karbon biru, insentif ekonomi, serta keberlanjutan restorasi menjadi satu kesatuan gagasan.

Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi ketiganya. Mereka belajar bahwa penelitian bukan sekadar mencari jawaban, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan terhadap persoalan yang ada dan menawarkan alternatif solusi.

 Membawa Gagasan ke Airlangga Maritime Week

Karya tersebut kemudian diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Masuk dalam kompetisi tingkat akademik seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Karya yang dikirimkan harus mampu bersaing dengan gagasan dari peserta lainnya.

Pada tahap ini, ketiganya tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka membawa nama SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Menunggu hasil seleksi menjadi salah satu bagian yang mendebarkan. Di balik proses tersebut terdapat harapan agar gagasan yang telah mereka susun dapat memperoleh kesempatan untuk melangkah lebih jauh.

Hingga akhirnya, kabar yang ditunggu datang.

Tim Hawkins dinyatakan lolos dan menjadi FINALIS Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

 Satu Tim, Satu Gagasan, Satu Langkah Menuju Final

Keberhasilan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu. Satu tim riset berhasil melaju ke babak berikutnya melalui karya yang mengangkat isu lingkungan dan keberlanjutan masyarakat pesisir.

Bagi Faradhiya, Neila, dan Rosyida, predikat finalis bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, keberhasilan tersebut menjadi awal dari tantangan berikutnya.

Mereka kini memiliki kesempatan untuk kembali membawa gagasan “Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut” ke tahap selanjutnya dan membuktikan bahwa siswa SMA juga mampu menghadirkan gagasan ilmiah untuk menjawab persoalan lingkungan yang nyata.

Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan Tim Hawkins menunjukkan bahwa sebuah karya ilmiah dapat lahir dari kepedulian sederhana terhadap lingkungan, kemudian berkembang melalui proses belajar, berdiskusi, meneliti, dan bekerja sama.

Dari ruang belajar di SMA Budi Utomo Gadingmangu, gagasan tentang mangrove dan masyarakat pesisir kini melangkah menuju panggung akademik yang lebih luas.

 Mohon Doa untuk Langkah Berikutnya

Alhamdulillah, satu tim riset SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil melaju sebagai finalis dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk terus mendorong budaya riset, kreativitas, dan prestasi di kalangan siswa.

Perjalanan Tim Hawkins belum selesai. Masih ada satu langkah penting yang harus ditempuh: babak final.

Semoga Faradhiya Amaliya Rosyid, Neila Ajeng Athifa Muazzahroh, dan Rosyida Amaly diberikan kelancaran, kekuatan, ketelitian, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tahap berikutnya.

Mohon doa dan dukungannya, semoga Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu dapat melaju hingga babak final dan meraih juara yang terbaik serta barokah. Aamiin.

# TIM HAWKINS

SMA BUDI UTOMO GADINGMANGU

1. Faradhiya Amaliya Rosyid — XII-15

2. Neila Ajeng Athifa Muazzahroh — XII-9

3. Rosyida Amaly — XII-13

Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026

Fakultas Perikanan dan Kelautan — Universitas Airlangga (UNAIR)

> SMA Budi Utomo Gadingmangu — Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan!

Semarak Kemerdekaan Menggema di SMA Budi Utomo Gadingmangu

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, PHBN di SMA Budi Utomo Gadingmangu, Jombang, menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan semarak kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, mempererat rasa kebersamaan, serta meningkatkan partisipasi seluruh warga sekolah dalam mengisi kemerdekaan.

Kegiatan PHBN ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh panitia OSIS dan MPK yang bertugas mengoordinasikan jalannya acara, serta petugas kesehatan dari PMR yang siap memberikan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, terdapat stand makanan B-Wise yang turut mendukung kebutuhan peserta selama acara. Tim dokumentasi VIPHO bertugas mengabadikan seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh kegiatan juga didampingi dan didukung oleh para guru sehingga dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan rencana.

Semarak PHBN SMA Budi Utomo Gadingmangu dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Rangkaian acara terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi pukul 08.00–10.00 WIB dan sesi siang pukul 13.00–15.00 WIB. Pada sesi pagi, perlombaan Needle Dast dan Volly Blast dilaksanakan di Lapangan NZ. Sementara itu, pada sesi siang, perlombaan Needle Dast dilanjutkan di area sekitar koperasi dan Masjid Luhur.

Penyelenggaraan PHBN ini bertujuan untuk memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa. Selain menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para pahlawan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang mampu menerapkan dan memiliki 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, siswa diharapkan dapat mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kebersamaan sebagai bekal untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berakhlak muliaaa

Rangkaian PHBN SMA Budi Utomo Gadingmangu dimeriahkan dengan dua perlombaan, yaitu Needle Dart  dan Volly Blast. Kedua perlombaan tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusiasme dan semangat kompetitif. Melalui perlombaan ini, siswa tidak hanya diajak untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga dapat mengembangkan kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan rasa tanggung jawab dalam mengikuti setiap pertandingan.

Keseruan semakin terasa saat perlombaan berlangsung. Pada lomba Needle Dast, peserta ditantang untuk berlari memasukkan jarum, kemudian melanjutkan permainan dengan berlari melewati lintasan secara zig-zag. Tantangan tersebut membuat peserta harus memiliki kecepatan, ketelitian, dan kekompakan agar dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik. Sementara itu, Volly Blast tidak kalah meriah. Para peserta berusaha menangkap bola berukuran besar dengan penuh semangat, sehingga menciptakan suasana pertandingan yang seru dan menghibur. Antusiasme peserta dan dukungan dari teman-teman di sekitar lapangan semakin menambah kemeriahan rangkaian PHBN.

Kemeriahan PHBN juga tercermin dari kesan para peserta dan panitia yang terlibat secara langsung dalam rangkaian perlombaan. Salah satu peserta lomba Needle Dast, Fahmida dari kelas XI-8, mengungkapkan rasa tegang sekaligus antusiasnya sebelum mengikuti perlombaan. “Deg-degan banget sebelum main, tapi pas lagi main enjoy lah, dan yakin bakal menang. Ending-nya masuk semifinal,” ungkap Fahmida.

Sementara itu, Larissa dari kelas XI-8 selaku panitia OSIS turut menyampaikan kesannya selama mendampingi jalannya kegiatan. “Seru banget karena kegiatannya lebih terkondisi, anak-anak semangat, apalagi yang Volly Blast,” ujar Larissa. Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa rangkaian PHBN tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta, tetapi juga menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dengan terlaksananya rangkaian PHBN SMA Budi Utomo Gadingmangu, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, sportivitas, dan antusiasme seluruh siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong siswa untuk terus menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Semarak Kemerdekaan: SMA Budi Utomo Perak Peringati HUT ke-81 RI dengan Upacara dan Beragam Lomba

Jombang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMA Budi Utomo Perak menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan. Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan warga sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan tertib dan penuh khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih menjadi momen utama yang mengingatkan seluruh peserta akan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momentum tersebut juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada para siswa. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai sejarah masa lalu, tetapi juga sebagai tanggung jawab generasi muda untuk terus belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Setelah kegiatan upacara, suasana berubah menjadi lebih meriah dengan dilaksanakannya berbagai perlombaan khas peringatan 17 Agustus. Para siswa menunjukkan antusiasme dan kreativitas dalam mengikuti setiap perlombaan. Persaingan berlangsung dengan penuh semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Berbagai lomba menjadi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dan membangun kekompakan di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Sorak-sorai dan dukungan antarsiswa turut membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya SMA Budi Utomo Perak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kerja sama, kreativitas, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap tanah air.

Melalui peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar SMA Budi Utomo Perak diharapkan semakin memahami bahwa semangat kemerdekaan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan, maka generasi muda dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar, berprestasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada satu hari perayaan. Dari halaman sekolah, semangat itu diharapkan terus tumbuh menjadi energi bagi seluruh siswa SMA Budi Utomo Perak untuk menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

Dirgahayu Republik Indonesia!
Terus Melaju, Berkarya, dan Menginspirasi.

Di Balik Keberhasilan Tembus OSN Nasional: Perjalanan Filiya Ainu Zakiya Menggapai Mimpi

Kesuksesan tidak pernah lahir dari keberuntungan semata. Di balik setiap medali, sertifikat, dan pencapaian, selalu ada cerita tentang disiplin, kerja keras, serta tekad yang terus dijaga, bahkan ketika lelah datang menghampiri.

Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan Filiya Ainu Zakiya, siswi kelas XI-19 (Kelas Olimpiade) SMA Budi Utomo Gadingmangu, yang berhasil melangkah hingga Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Bagi Filiya, keberhasilan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Berbulan-bulan ia membagi waktu antara kegiatan belajar di kelas, pembinaan Olimpiade, latihan soal, diskusi bersama pembimbing, hingga belajar mandiri untuk memperdalam konsep-konsep yang diujikan.

Perjalanan menuju tingkat nasional tentu bukan tanpa tantangan. Materi yang semakin kompleks, persaingan dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, hingga tuntutan untuk terus konsisten menjadi bagian dari proses yang harus dilalui. Namun, setiap tantangan justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kemampuan terbaik.

Keberhasilan Filiya juga tidak lepas dari lingkungan belajar yang mendukung. Program Kelas Olimpiade SMA Budi Utomo Gadingmangu dirancang untuk membina siswa-siswa berpotensi agar mampu berkompetisi di berbagai ajang sains tingkat regional, nasional, hingga internasional. Melalui pendampingan intensif, pembahasan materi yang mendalam, serta pembinaan karakter, para siswa didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Filiya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan Filiya menembus semifinal OSN tingkat nasional. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras siswa, dedikasi para pembimbing, dukungan orang tua, dan budaya belajar yang terus dibangun di sekolah. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa prestasi besar selalu diawali oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Setiap jam belajar tambahan, setiap soal yang dianalisis, dan setiap evaluasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan menghadapi kompetisi nasional.

Kini, langkah Filiya menuju babak semifinal menjadi gerbang tahap berikutnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional. Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta dukungan dari seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu, Filiya diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.

Prestasi ini kembali menegaskan komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu sebagai The School of Best Character and Innovation dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, sekolah berupaya menumbuhkan budaya belajar, rasa ingin tahu, serta semangat pantang menyerah yang akan menjadi bekal penting bagi setiap peserta didik dalam menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang mencapai garis akhir lebih dulu, tetapi tentang siapa yang tetap bertahan, terus belajar, dan tidak pernah berhenti berusaha. Perjalanan Filiya Ainu Zakiya menjadi pengingat bahwa mimpi besar selalu dapat diraih oleh mereka yang berani memulai dan setia menjalani prosesnya.

Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, Tim Futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu Lolos ke Seri Nasional

JOMBANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu. Tim futsal sekolah berhasil keluar sebagai Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, sekaligus memastikan diri melaju ke seri nasional untuk mewakili wilayah regional Mojokerto.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat juang, disiplin, kerja keras, dan kekompakan tim mampu mengantarkan para siswa meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Sepanjang turnamen, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu tampil penuh percaya diri, menunjukkan permainan yang solid, serta mampu mengatasi setiap tantangan hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian luar biasa yang diraih tim futsal.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih oleh tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu. Gelar juara ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten, kerja sama tim yang baik, serta semangat pantang menyerah yang selalu ditanamkan kepada para siswa. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.

Keberhasilan menjadi juara regional juga membuka peluang yang lebih besar bagi tim untuk bersaing di tingkat nasional. Saat ini, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu telah resmi mengamankan tiket menuju WONDR Futsal Series Seri Nasional dan tengah menantikan jadwal pertandingan dari panitia penyelenggara.

Pelatih tim futsal menyampaikan bahwa lolos ke tingkat nasional merupakan awal dari tantangan yang lebih besar. Oleh karena itu, tim akan memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kualitas permainan, memperkuat strategi, serta menjaga kondisi fisik para pemain agar siap menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami bersyukur atas hasil yang telah diraih. Namun, perjuangan belum selesai. Seri nasional tentu akan menghadirkan persaingan yang lebih ketat. Kami akan terus berlatih, mengevaluasi permainan, dan mempersiapkan tim sebaik mungkin agar mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin dikenal di tingkat nasional,” ujarnya.

Prestasi ini semakin menegaskan komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Melalui berbagai program pembinaan, sekolah terus mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu berkompetisi di berbagai ajang.

Seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan ucapan selamat kepada para pemain, pelatih, official, guru pendamping, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pertandingan. Dukungan tersebut menjadi energi besar yang mengantarkan tim meraih gelar juara regional.

Kini, harapan baru pun terbentang. Dengan status sebagai Juara WONDR Futsal Series Regional Mojokerto 2026, tim futsal SMA Budi Utomo Gadingmangu siap menatap seri nasional dengan optimisme tinggi. Seluruh civitas sekolah berharap para pemain dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya, mengukir prestasi yang lebih tinggi, serta mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jombang, dan Provinsi Jawa Timur di kancah nasional.

SMA Budi Utomo Gadingmangu Gelar Seminar Let’s Study Abroad, Bekali Siswa Raih Kampus Impian di Luar Negeri

Jombang – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak lulusan berdaya saing global, SMA Budi Utomo Gadingmangu menyelenggarakan seminar “Let’s Study Abroad” bekerja sama dengan Grace International pada Senin, 27 Juli 2026, di Aula Masjid Luhur, Pondok Pesantren Gadingmangu.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa International Class, didampingi perwakilan guru serta jajaran pimpinan sekolah. Seminar berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dengan suasana yang penuh antusias. Ratusan peserta memadati aula untuk memperoleh wawasan mengenai peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di berbagai negara.

Seminar ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat siswa terhadap pendidikan internasional, memperluas wawasan mengenai berbagai program beasiswa terkini, serta membangun jejaring antara siswa, guru, dan lembaga pendamping studi luar negeri. Selain itu, kegiatan ini juga membantu siswa memahami karakteristik negara tujuan studi sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier di masa depan.

Dalam pemaparannya, tim Grace International yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun mendampingi pelajar Indonesia menuju kampus-kampus dunia menjelaskan berbagai aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum menempuh pendidikan di luar negeri. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan negara tujuan, keunggulan sistem pendidikan di masing-masing negara, biaya kuliah (study cost), biaya hidup (living cost), hingga berbagai jenis beasiswa yang dapat diikuti.

Para siswa juga diajak memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut meliputi menjaga prestasi akademik, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui tes IELTS, mempersiapkan diri menghadapi SAT, aktif dalam kegiatan sosial, serta membangun portofolio melalui penulisan esai sebagai salah satu syarat penting dalam proses seleksi beasiswa.

Selama seminar berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif mencatat informasi penting dan menyimak berbagai pengalaman yang dibagikan oleh narasumber. Tim Grace International juga memberikan motivasi melalui kisah sukses para alumni yang berhasil diterima di universitas-universitas terbaik dunia dan kini turut menjadi mentor bagi calon mahasiswa internasional.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah sesi tanya jawab. Gendis Paradisa Maheswari, siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu, mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kampus dan jurusan di luar negeri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa memilih universitas tidak cukup hanya berdasarkan peringkat dunia. Menurutnya, kesesuaian antara jurusan dengan minat, bakat, dan tujuan karier merupakan faktor yang jauh lebih penting agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal selama menjalani studi.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap semakin banyak peserta didik yang memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan mempersiapkan diri sejak dini dalam meraih pendidikan di tingkat internasional. Seminar Let’s Study Abroad menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam membuka wawasan global sekaligus mempersiapkan generasi yang siap bersaing, berprestasi, dan memberikan kontribusi di tingkat dunia.

Sesuai dengan visinya, SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menghadirkan berbagai program bertaraf internasional guna membekali siswa dengan kompetensi akademik, karakter, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Puluhan Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Ikuti Study Abroad Festival, Persiapkan Langkah Menuju Kampus Internasional

Jombang – Komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan global kembali diwujudkan melalui keikutsertaan sebanyak 37 siswa dalam kegiatan Study Abroad Festival yang diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2026, di Ascent Hotel and Café, Malang.

Sejak pagi hari, para peserta berkumpul di halaman Masjid Luhur Pondok Pesantren Gadingmangu, Perak, Jombang, untuk mengikuti briefing sekaligus sarapan bersama sebelum keberangkatan. Tepat pukul 06.30 WIB, rombongan berangkat menuju Malang menggunakan dua unit kendaraan ELF.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, para siswa melakukan registrasi sebelum memasuki area workshop. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri melalui berbagai jalur beasiswa.

Pada sesi workshop, narasumber dari Schoters by Ruangguru memberikan pemaparan komprehensif mengenai proses persiapan studi di luar negeri, mulai dari langkah awal menyusun rencana pendidikan, strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA), hingga proses pengajuan berbagai program beasiswa internasional.

Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Mereka aktif mencatat informasi penting dan berdiskusi mengenai berbagai peluang studi di kampus-kampus terbaik dunia. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis beasiswa, kuota penerimaan mahasiswa internasional, waktu terbaik mempersiapkan diri, hingga tahapan pendaftaran di berbagai universitas luar negeri.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat bersaing dalam seleksi internasional. Persyaratan tersebut meliputi kemampuan bahasa asing yang dibuktikan melalui sertifikat seperti IELTS, TOEFL, maupun JLPT bagi yang berminat melanjutkan studi di Jepang. Siswa juga dikenalkan pada berbagai tes seleksi internasional, seperti SAT, ACT, serta pentingnya menyiapkan dokumen pendukung berupa curriculum vitae (CV), esai, transkrip nilai, paspor, dan surat rekomendasi.

Workshop ini turut menekankan pentingnya mempersiapkan seluruh kebutuhan tersebut sejak dini. Para peserta dianjurkan mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris, placement test, serta latihan intensif menghadapi ujian IELTS maupun SAT agar memiliki daya saing yang lebih kuat dalam memperoleh beasiswa.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi konsultasi bersama tim Schoters. Salah satu mentor, Kak Putri, mengajak siswa berdiskusi mengenai cita-cita mereka, jurusan yang diminati, negara tujuan studi, hingga rencana gap year apabila diperlukan. Melalui sesi ini, para siswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, SMA Budi Utomo Gadingmangu berencana menghadirkan program Study Abroad Academy dan IELTS Academy sebagai wadah pembinaan bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Program ini akan difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, persiapan tes internasional, penyusunan dokumen pendaftaran, hingga pendampingan proses aplikasi beasiswa.

Dalam proses seleksi internasional, siswa diharapkan mampu mencapai skor kompetitif, seperti IELTS 6,5–7,5 dan SAT 1250–1380+. Melalui kolaborasi dengan Schoters, peserta nantinya akan memperoleh pendampingan mulai dari penguatan kemampuan dasar bahasa Inggris, penyusunan CV dan esai, simulasi wawancara, hingga proses pengajuan beasiswa yang dibimbing langsung oleh mentor dan alumni kampus tujuan.

Keikutsertaan dalam Study Abroad Festival menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam memperluas wawasan global peserta didik. Melalui pengalaman ini, diharapkan semakin banyak lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional serta mampu meraih kesempatan menempuh pendidikan di universitas-universitas terbaik dunia melalui berbagai program beasiswa.

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Terintegrasi

Jombang – SMA Budi Utomo Gadingmangu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Terintegrasi yang menghadirkan Sigit Kuncoro, S.Pd., M.AP., Pengawas Sekolah, sebagai narasumber.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang terintegrasi, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran terintegrasi, guru didorong untuk menghubungkan berbagai kompetensi, nilai karakter, dan keterampilan abad ke-21 dalam satu pengalaman belajar yang utuh.

Dalam pemaparannya, Sigit Kuncoro menjelaskan bahwa pembelajaran terintegrasi merupakan salah satu strategi untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.

“Guru perlu menghadirkan pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Ketika pembelajaran dirancang secara terintegrasi, peserta didik tidak hanya belajar untuk memahami materi, tetapi juga belajar berpikir, berkarya, dan membangun karakter. Inilah yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Sigit Kuncoro.

Beliau juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan. Guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta berpusat pada peserta didik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan berbagi praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Antusiasme para guru terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin memperkuat komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Sejalan dengan visi sekolah sebagai “The School of Best Character and Innovation”, peningkatan kompetensi guru diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak positif terhadap perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.

Hari Keenam MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Hadirkan Alumni Inspiratif, Buktikan Sukses Agama dan Dunia Bisa Berjalan Beriringan

Jombang – Memasuki hari keenam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menghadirkan materi inspiratif bagi peserta didik baru. Kali ini, para siswa mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar langsung dari salah satu alumni berprestasi, Humaira Nadzifa Najla, yang membagikan pengalaman, tips, dan strategi meraih kesuksesan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Humaira mengajak para siswa untuk memahami bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun karier, tetapi juga dari kualitas keimanan, akhlak, dan kebermanfaatan bagi sesama. Sebagai alumni SMA Budi Utomo yang kini aktif sebagai public speaker, content creator, serta peraih berbagai prestasi, Humaira membuktikan bahwa pencapaian dunia dapat diraih tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip agama.

Ia membagikan beberapa kunci sukses kepada peserta MPLS, di antaranya menjaga kedisiplinan ibadah sebagai fondasi kehidupan, membangun kebiasaan belajar yang konsisten, berani mengambil peluang untuk berkembang, serta terus meningkatkan kualitas diri melalui organisasi, kompetisi, dan pengalaman baru. Menurutnya, ketika seseorang memiliki niat yang benar dan menjadikan Allah sebagai tujuan utama, maka urusan dunia akan lebih mudah dijalani.

“Jangan pernah memilih antara sukses dunia atau sukses akhirat. Keduanya bisa diraih secara bersamaan jika kita mampu menjaga niat, disiplin, dan terus berusaha memberikan manfaat bagi orang lain,” pesan Humaira kepada para peserta.

Suasana semakin hidup ketika para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara membangun rasa percaya diri, membagi waktu antara belajar dan organisasi, hingga menjaga konsistensi beribadah di tengah padatnya aktivitas sekolah. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan generasi muda, Humaira berhasil memberikan motivasi yang membangkitkan semangat para peserta didik baru.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan bahwa menghadirkan alumni inspiratif merupakan salah satu upaya sekolah untuk memberikan teladan nyata kepada siswa baru. Alumni yang pernah menempuh proses pendidikan di lingkungan Budi Utomo diharapkan mampu menjadi bukti bahwa karakter, prestasi, dan nilai-nilai religius dapat tumbuh bersama.

Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap peserta didik baru semakin yakin bahwa perjalanan mereka selama menempuh pendidikan bukan hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, akhlak yang mulia, serta kesiapan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat MPLS tahun ini, para siswa didorong untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, dan mampu menyeimbangkan kesuksesan dunia dengan kebahagiaan akhirat.