Ide Inovasi Pendeteksi Karakter Kulit Bawa SMA Budi Utomo Gadingmangu Juara Lomba Video Pendek ITS

SURABAYA — Delegasi siswa SMA Budi Utomo (SMABU) Gadingmangu sukses menyabet Juara 1 kompetisi video pendek tingkat nasional yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim ini berhasil menyisihkan 36 peserta dari seluruh Indonesia dalam malam penganugerahan ajang ITS Innovation Experience: Where Ideas Begin di Aloft Hotel Pakuwon City, Surabaya, Minggu (24/5/2026).

Atas prestasi gemilang tersebut, tim yang beranggotakan Mario Maghfirullo Aulia, Atha Agvano Luqman Hafizh, dan Syamila Alhisani Abdulloh ini berhak membawa pulang sertifikat penghargaan, uang pembinaan senilai satu juta rupiah, serta apresiasi khusus berupa pembebasan biaya pendaftaran seleksi mandiri ITS.

Kemenangan mereka diraih berkat karya video brilian yang menjawab tantangan tema kompetisi mengenai inovasi masa depan. Delegasi SMABU Gadingmangu memvisualisasikan ide inovasi bertajuk Smart Derma Analyzer. Konsep ini berupa alat pendeteksi karakteristik kulit berbentuk pena yang terhubung dengan aplikasi cerdas. Alat ini dirancang untuk memberikan rekomendasi skincare (perawatan kulit) secara presisi, guna menekan dampak buruk akibat kesalahan masyarakat dalam memilih produk kecantikan.

Di balik visualisasi memukau tersebut, terdapat dedikasi ekstra dari para siswa. Proses produksi video diselesaikan dalam waktu dua pekan. Ketiga anggota tim harus piawai membagi waktu pengerjaan di sela-sela padatnya kewajiban akademis mereka sebagai siswa, sekaligus menjalankan rutinitas ibadah dan mengaji sebagai santri pondok pesantren.

Malam penganugerahan sendiri berlangsung sangat meriah dan bergengsi, dihadiri langsung oleh jajaran perwakilan rektor dan dekan ITS. Riuh tepuk tangan pengunjung terus menggema mengiringi setiap penampilan panggung hingga puncak acara, yang ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor 1 ITS, Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D. Suasana seketika pecah saat delegasi SMABU Gadingmangu dipanggil ke atas panggung sebagai kampiun.

“Pencapaian ini adalah pencapaian kita bersama, dan semoga ini menjadi budaya yang baik di SMA Budi Utomo Gadingmangu, yaitu budaya berprestasi,” ungkap ketua tim lomba, Mario Maghfirullo Aulia, menanggapi kemenangan timnya.

Keberhasilan memvisualisasikan ide inovasi menjadi sebuah karya komunikasi visual ini selaras dengan strategi sekolah dalam membekali masa depan siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Abdul Aziz Kusaini, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir mendampingi menegaskan pentingnya keterampilan tersebut.

“Kami selalu memberikan edukasi, motivasi, dan dorongan kepada siswa untuk bisa menciptakan inovasi, dimulai dari mengembangkan sebuah ide. Ide ini harus disampaikan dengan cara yang menarik dan sekomunikatif mungkin. Sehingga, kemampuan membuat karya video pendek tentang ide inovasi ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi siswa,” tuturnya.

Tingkatkan Inovasi, Siswa dan Guru SMABU Ikuti ITS Innovation Experience

SURABAYA — Sebanyak 33 siswa beserta jajaran guru dan pimpinan SMA Budi Utomo Gadingmangu (SMABU) menghadiri perhelatan “Innovation Experience: Where Ideas Begin” garapan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Hotel Aloft Surabaya Pakuwon City, Jumat (22/5/2026). Agenda ini diikuti guna memacu kreativitas, memperluas kolaborasi industri, serta meningkatkan pemahaman teknologi terkini demi menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi ekosistem sekolah.

Berangkat dari sekolah menggunakan dua armada mobil ELF pada pukul 13.00 WIB, total rombongan yang berjumlah 38 orang tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah proses registrasi rampung, para peserta langsung diarahkan menuju venue masing-masing. Siswa terbagi ke dalam dua pelatihan, yakni Workshop AI in Robotic dan Workshop Kreasi Komik, sedangkan para pendidik difokuskan untuk mengikuti Workshop AI for Teaching.

Pada kelas AI in Robotic, para siswa dipandu langsung oleh tim dosen dan mahasiswa ITS untuk menguasai dasar-dasar kecerdasan buatan dalam pengembangan robotika. Proses pembelajaran yang intensif membuat siswa tampak sangat fokus mempraktikkan setiap instruksi yang diberikan secara cermat.

“Workshop ini keren banget, kita diajarin benar-benar from scratch, dari dasar sampai tercipta suatu fungsi yang dapat diaplikasikan ke robot. Materi yang dipaparkan juga jelas, runtut, dan menyenangkan, apalagi pas peragaan AI robotnya,” ungkap M Tegar Wahyu Wicaksono, salah satu siswa peserta workshop tersebut.

Antusiasme yang sama membaur di kelas Kreasi Komik. Dibimbing oleh kolaborasi dosen dan mahasiswa ITS yang juga merupakan kreator berpengalaman, para siswa diajarkan langkah sistematis pembuatan komik—mulai dari penggalian tema, perumusan cerita, teknik visualisasi, proses publikasi, hingga strategi meraup penghasilan dari karya komik.

Putri Azarah, siswi yang menjadi peserta di kelas ini, memberikan respons positif. “Ini workshop yang saya inginkan, sesuai dengan minat saya dalam menggambar. Lalu diajarkan menjadikan gambar ini menjadi cerita, cerita menjadi sebuah komik, hingga dapat penghasilan dari situ. Paket komplet banget, keren banget ITS,” ujarnya.

Di ruangan terpisah, keseriusan dan goresan pena yang sibuk mencatat terlihat jelas dari venue para pendidik di kelas AI for Teaching. Di sini, para akademisi ITS membekali para guru dengan metode pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai instrumen pengajaran inovatif. Tujuannya agar guru mampu menghidupkan suasana kelas yang lebih segar dan berkesan, sekaligus menularkan keilmuan tersebut ke seluruh lingkungan SMABU.

Abdul Aziz Kusaini, selaku koordinator rombongan dan peserta pelatihan pendidik, menegaskan bahwa partisipasi ini sangat selaras dengan visi jangka panjang instansi.

“Memanfaatkan teknologi yang ada sekarang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami merupakan langkah strategis untuk menghasilkan individu-individu yang siap bersaing dan sukses di masa depan,” pungkasnya.

Guru SMA Budi Utomo Gadingmangu, Elvi Era Fitri, S.Pd Raih Prestasi Top 3 Inovasi Pendidikan Terbaik Se-Jawa Timur di EJIES 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu.
Salah satu guru terbaiknya, Elvi Era Fitri, S.Pd, berhasil meraih penghargaan sebagai Terbaik ke-3 Top 25 Inovasi Terbaik Se-Jawa Timur dalam ajang bergengsi East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam suasana penuh apresiasi dan semangat inovasi pendidikan yang turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting pendidikan di Jawa Timur, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Wahyudi, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kreativitas, dan semangat inovasi dalam dunia pendidikan mampu melahirkan karya yang berdampak positif bagi kemajuan pembelajaran di era digital. Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Ajang EJIES sendiri merupakan wadah apresiasi bagi insan pendidikan di Jawa Timur yang terus menghadirkan inovasi dan transformasi dalam dunia pendidikan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebelum pelaksanaan Awarding EJIES 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas dan Strategi dalam Berinovasi di Era Digital dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Utama LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si..

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas para pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan selamat dan sukses atas capaian luar biasa ini. Semoga prestasi yang diraih menjadi inspirasi bagi seluruh guru dan siswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Lima Tim SMA Budi Utomo Gadingmangu Lolos Tahap 2 FIKSI 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu. Sebanyak lima tim terbaik berhasil lolos ke Tahap 2 Ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) 2026. Capaian ini menjadi bukti semangat inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan generasi muda dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju karya dan prestasi yang lebih besar dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Seluruh civitas sekolah turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para peserta yang telah membawa nama baik sekolah di tingkat nasional.

Adapun tim yang berhasil lolos ke Tahap 2 FIKSI 2026 adalah sebagai berikut:

🌟 Tim Youbie Team

Fatamubina Ayayuki Harimukti (X-9) dan Bilqis Nabil Nafisah (XI-15)
dengan inovasi Sun-Swift Powder Sunscreen.

Guru Pembimbing:
Kurlina Wijayanti, S.Pd.

🌟 Tim Smarttle

Dyah Helva Fakhira Rizqi Rose (XI-8) dan Michelle Aretha Jamaluddin (XI-8)
dengan inovasi Smart Portable Water Filter.

Guru Pembimbing:
Abdullah Fajar Mukharrom, S.Pi.

🌟 Tim Sacra

Faradhiya Amaliya Rosyid (XI-15)
dengan inovasi Sugar Guard.

Guru Pembimbing:
Abdullah Fajar Mukharrom, S.Pi.

🌟 Tim Genziebite

Gendis Paradisa Maheswari (X-9) dan Elvina Shafira Khanza (X-9)
dengan inovasi Enzymebite.

Guru Pembimbing:
Abdullah Fajar Mukharrom, S.Pi.

🌟 Tim Solar Cycle

dengan pendampingan inovasi oleh tim yang dibimbing untuk ajang FIKSI 2026.

Guru Pembimbing:
Ida Mariana Rahma Hakim, S.Pd.

Kepala sekolah, guru pembimbing, serta seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan rasa bangga atas perjuangan dan dedikasi para peserta. Diharapkan keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan berprestasi.

Semoga seluruh tim dapat memberikan hasil terbaik pada tahap selanjutnya dan terus mengharumkan nama sekolah di ajang nasional.

Terus melangkah, terus berkarya, dan terus membawa nama baik sekolah di tingkat nasional.

Disperpusip Jombang Gelar Seminar PEWARIS SMART, Siswa SMABU Perkuat Literasi Digital

JOMBANG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang menyelenggarakan seminar Peningkatan Wawasan Berbasis Inklusi Sosial Masyarakat (PEWARIS SMART) bertajuk “Level Up di Era Digital”. Acara ini berlangsung di Lantai 2 Gedung Perpustakaan Kabupaten Jombang pada Rabu (20/5), dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, yang terdiri dari mahasiswa, pelaku UMKM, perangkat desa, hingga pelajar. Turut hadir dalam acara tersebut adalah anggota aktif Perpustakaan SMA Budi Utomo (SMABU) Gadingmangu, yang secara khusus diajak oleh Divisi Perpustakaan SMABU guna meningkatkan wawasan sekaligus menyukseskan program dari Disperpusip Kabupaten Jombang.

Seminar resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Jombang, Didik Heru Purwanto, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan utama oleh Kepala Disperpusip Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono, AP., M.E.

Dalam sambutannya, Thonsom menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. “Di era digital saat ini, penting sekali untuk kita beradaptasi dengan teknologi dan menggunakan teknologi tersebut untuk menyebarkan hal-hal yang positif, sehingga nanti akan berdampak positif juga untuk kehidupan kita,” tegasnya.

Sesi pemaparan materi menghadirkan Nuno, seorang praktisi digital marketing dari digital media agency CV Berkah Karya. Nuno membongkar strategi kunci dalam menarik perhatian audiens di media sosial, khususnya pada hitungan detik pertama sebuah konten visual.

“Tiga detik pertama dalam sebuah konten itu merupakan penentu utama, apakah audiens akan menonton konten hingga selesai atau langsung melewatinya (skip),” papar Nuno. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan tiga detik pertama tersebut sangat ditentukan oleh komposisi hook yang kuat, visual yang menarik, storytelling, dan Call to Action (CTA).

Pemaparan taktis tersebut memancing antusiasme peserta yang tampak fokus mencatat materi. Acara memuncak pada sesi tanya jawab, di mana Nuno merespons setiap pertanyaan peserta secara runtut dan komprehensif, sehingga berhasil menumbuhkan semangat baru bagi para peserta untuk terjun ke industri pemasaran digital.

Bagi pihak SMABU Gadingmangu, partisipasi dalam seminar ini sejalan dengan program Bimbingan Literasi Perpustakaan SMABU. Tujuannya adalah untuk mengarahkan siswa agar mampu memanfaatkan media sosial dengan produktif. Hal ini pun direspons positif dan dirasakan langsung dampaknya oleh para siswa.

“Acara ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami generasi muda, yang sementara ini masih menjadi penonton saja di dunia digital, sehingga bisa menumbuhkan minat untuk menjadi pelaku dalam digital marketing,” ungkap Gendis Paradisa Maheswari, salah satu siswa delegasi SMABU.

Gendis juga menambahkan bahwa wawasan dan materi yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi bekal kompetensi yang krusial bagi mereka, baik saat melangkah ke jenjang perkuliahan maupun saat memasuki dunia kerja di masa depan.

Strategi Menembus OPSI dan FIKSI 2026, SMA Budi Utomo Gelar Seminar Metodologi Penelitian dan Penulisan Ilmiah

SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik dan riset di kalangan peserta didik melalui Seminar Metodologi Penelitian dan Penulisan Ilmiah yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa International Class dan kelas Olimpiade dengan antusiasme tinggi.

Seminar menghadirkan pemateri inspiratif, Anggraini Ihza Rizkita, yang membawakan materi tentang strategi sukses menghadapi ajang nasional OPSI dan FIKSI 2026. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kompetisi riset dan inovasi tidak hanya membutuhkan ide yang bagus, tetapi juga proses penelitian yang sistematis, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyusun karya ilmiah yang baik.

“Banyak siswa memiliki ide luar biasa, tetapi belum mampu menuangkannya dalam bentuk penelitian yang terstruktur. Karena itu, metodologi penelitian menjadi pondasi utama sebelum melangkah lebih jauh ke kompetisi,” jelas Anggraini dalam sesi seminar.

Kegiatan berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Para peserta aktif bertanya mengenai cara menemukan ide penelitian, menentukan metode yang tepat, hingga strategi menghadapi seleksi OPSI dan FIKSI. Seminar ini juga memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya konsistensi, manajemen waktu, serta keberanian mencoba dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Selain membahas teknik penulisan ilmiah, pemateri juga mengajak siswa untuk lebih peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar sebagai sumber ide penelitian. Menurutnya, penelitian terbaik sering kali lahir dari persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Strategi Menghadapi OPSI dan FIKSI 2026

Dalam sesi utama, beberapa poin penting yang disampaikan kepada peserta antara lain:

  • Menentukan topik yang relevan dan memiliki nilai kebaruan.
  • Memastikan masalah penelitian dapat diukur dan diteliti secara realistis.
  • Memahami metode penelitian sejak awal sebelum menyusun proposal.
  • Membiasakan membaca jurnal dan karya ilmiah sebagai referensi.
  • Melatih kemampuan presentasi dan komunikasi ide.
  • Konsisten melakukan revisi berdasarkan masukan pembimbing.
  • Menjaga semangat eksplorasi dan tidak takut gagal.

Pemateri juga menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi bukan hanya soal memenangkan penghargaan, tetapi bagaimana siswa belajar berpikir ilmiah, menyelesaikan masalah, dan membangun karakter akademik yang kuat.

Sesi Tanya Jawab

1. Bagaimana cara menemukan ide penelitian yang menarik untuk OPSI atau FIKSI?

Jawaban:
Ide penelitian bisa berasal dari masalah yang ada di sekitar kita. Mulailah dengan mengamati lingkungan sekolah, rumah, atau masyarakat. Pilih masalah yang benar-benar menarik perhatian kalian, lalu cari kemungkinan solusi atau inovasi yang dapat dikembangkan.

2. Apa kesalahan yang paling sering dilakukan peserta saat membuat karya ilmiah?

Jawaban:
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih topik terlalu luas, kurangnya data pendukung, serta metode penelitian yang tidak sesuai. Selain itu, banyak peserta belum terbiasa menulis secara sistematis dan ilmiah.

3. Bagaimana cara agar tidak mudah menyerah saat penelitian mengalami kegagalan?

Jawaban:
Kegagalan dalam penelitian adalah hal yang wajar. Justru dari kegagalan itulah kita belajar memperbaiki metode dan menemukan solusi baru. Yang terpenting adalah tetap konsisten dan terbuka terhadap evaluasi.

4. Seberapa penting kemampuan presentasi dalam kompetisi penelitian?

Jawaban:
Sangat penting. Ide yang bagus harus bisa disampaikan dengan jelas dan meyakinkan. Karena itu, peserta perlu melatih public speaking, memahami isi penelitian, dan mampu menjawab pertanyaan juri dengan percaya diri.

5. Apa langkah awal yang harus dilakukan siswa yang baru pertama kali ingin mengikuti OPSI atau FIKSI?

Jawaban:
Mulailah dengan banyak membaca contoh karya ilmiah dan berdiskusi dengan guru pembimbing. Jangan takut mencoba meskipun masih pemula, karena pengalaman pertama akan menjadi proses belajar yang sangat berharga.

Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu semakin siap menghadapi kompetisi akademik nasional, khususnya OPSI dan FIKSI 2026. Semangat riset, inovasi, dan budaya ilmiah terus ditanamkan agar peserta didik mampu berkembang menjadi generasi yang kreatif, kritis, dan berdaya saing tinggi.

Pengumuman Kelulusan SMA Budi Utomo Perak Tahun Ajaran 2025/2026

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

PENGUMUMAN KELULUSAN
SMA BUDI UTOMO PERAK
TAHUN AJARAN 2025/2026

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Kelulusan yang dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 30 April 2026
Waktu : Pukul 08.00 WIB – selesai
Tempat : SMA Budi Utomo Perak

Setelah diadakan pengecekan, evaluasi, dan pertimbangan secara menyeluruh terhadap aspek akademik dan non-akademik, maka SMA Budi Utomo Perak menetapkan kelulusan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Aspek Akademik

  1. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memiliki rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam).
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal BAIK pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran.
  3. Mengikuti Ujian Satuan Pendidikan (PSAJ) dengan ketentuan:
  • Nilai setiap mata pelajaran minimal 75
  • Rata-rata seluruh mata pelajaran minimal 75
  1. Memperoleh Nilai Satuan Pendidikan (NSP) dengan ketentuan:
  • Nilai setiap mata pelajaran minimal 75
  • Rata-rata seluruh mata pelajaran minimal 75
  1. Nilai Satuan Pendidikan (NSP) diperoleh dari:
  • 30% Nilai Ujian Satuan Pendidikan (NPSAJ)
  • 70% Nilai rata-rata rapor semester 1 s.d. 6 (NR)

B. Aspek Non-Akademik

Meliputi penilaian terhadap:
Kelakuan, Kerajinan, Kerapian, Ketertiban, Kepribadian
Dengan kriteria minimal BAIK.

Continue reading

Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gelar Seminar K3

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan di lingkungan pendidikan, Yayasan Pendidikan Budi Utomo menyelenggarakan seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diikuti oleh santri serta tenaga pendidik dan kependidikan di bawah naungan yayasan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen yayasan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan produktif. Seminar menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang K3, yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai potensi risiko di lingkungan sekolah serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Dalam sesi pemaparan, peserta dikenalkan pada konsep dasar K3, identifikasi bahaya di lingkungan pendidikan, hingga prosedur penanganan keadaan darurat. Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi sederhana yang melibatkan peserta secara langsung, sehingga mereka dapat memahami penerapan K3 secara nyata.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya santri dan tenaga sekolah dalam sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang muncul terkait penerapan K3 dalam kegiatan sehari-hari, baik di ruang kelas, laboratorium, maupun asrama.

Pihak yayasan berharap, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan budaya K3 di lingkungan masing-masing. Kesadaran ini dinilai penting tidak hanya untuk mencegah kecelakaan, tetapi juga untuk membangun karakter disiplin dan tanggung jawab.

Seminar K3 ini menjadi salah satu langkah nyata Yayasan Pendidikan Budi Utomo dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas, sekaligus membekali peserta didik dengan pengetahuan yang relevan untuk kehidupan mereka di masa depan.

Gerakan Minum TTD untuk Pelajar Perempuan: Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat

Gadingmangu, Mei 2026 — Dalam upaya meningkatkan kesehatan remaja putri, Dinas Pendidikan menggelar upacara daring melalui Zoom yang diikuti oleh berbagai sekolah, termasuk SMA Budi Utomo Gadingmangu. Kegiatan ini bertujuan menggerakkan pelajar perempuan untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah pencegahan anemia sejak dini.

Acara berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para peserta. Seluruh siswi mengikuti jalannya kegiatan dari ruang yang telah disiapkan sekolah, didampingi oleh guru dan tenaga kesehatan. Momen ini menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan nyata untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi remaja putri.

Kegiatan ini semakin istimewa karena turut disaksikan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan minum TTD. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda perempuan dalam pembangunan bangsa, yang tentunya harus didukung oleh kondisi kesehatan yang optimal.

“Remaja putri adalah calon generasi penerus yang harus dijaga kesehatannya sejak sekarang. Dengan rutin mengonsumsi TTD, kita bisa mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang yang lebih baik,” pesan beliau dalam acara tersebut.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai manfaat TTD, cara konsumsi yang benar, serta dampak positifnya bagi kesehatan tubuh, konsentrasi belajar, dan produktivitas sehari-hari.

Antusiasme siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya mengikuti secara simbolis, tetapi juga memahami pentingnya kebiasaan baik ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja putri semakin meningkat, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berdaya saing tinggi.

Upacara Peringatan Hardiknas 2026: Meneguhkan Semangat Belajar dan Berkarya

Gadingmangu, 4 Mei 2026 — Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Seluruh siswa, dewan guru, dan staf sekolah mengikuti upacara dengan penuh disiplin dan rasa hormat sebagai wujud penghargaan terhadap pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung lancar dan penuh khidmat. Petugas upacara yang merupakan perwakilan siswa terbaik menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan kerja sama yang ditanamkan di lingkungan sekolah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan amanat yang mengangkat tema Hardiknas tahun ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang meraih nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan zaman.

“Pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan. Namun, lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global,” tuturnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan momentum Hardiknas sebagai refleksi diri—sejauh mana semangat belajar telah dijalankan dengan sungguh-sungguh, serta bagaimana setiap individu dapat berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Upacara berlangsung dengan tertib hingga akhir, ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar dunia pendidikan Indonesia semakin maju dan mampu mencetak generasi unggul.

Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam proses belajar memiliki arti besar bagi masa depan. Dengan semangat yang terus dijaga, SMA Budi Utomo Gadingmangu berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan siap berkarya bagi bangsa.