Ukir Sejarah Baru, Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Tembus Semifinal OSN Fisika

SURABAYA — Catatan prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Budi Utomo Gadingmangu, Jombang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, siswa kelas XI-19 Kelas Olimpiade, Filiya Ainu Zakiya, berhasil melaju ke tahap Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Fisika.

Babak semifinal kompetisi sains bergengsi tingkat nasional tersebut digelar di SMKN 1 Surabaya, Rabu (12/8/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat sekolah dalam membangun generasi yang “Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.”

Menyingkirkan 1.196 Peserta

Langkah Filiya menuju semifinal nasional bukanlah perjalanan yang mudah. Pada tahap seleksi sebelumnya, ia harus bersaing secara ketat dengan 1.196 peserta bidang Fisika dari Provinsi Jawa Timur.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Filiya berhasil menjadi salah satu peserta yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.

Di babak semifinal, tantangan semakin besar. Ia kini harus berhadapan dengan 100 siswa terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan seorang siswa. Tembusnya Filiya ke semifinal OSN Fisika menjadi catatan sejarah baru sekolah sekaligus bukti bahwa pembinaan akademik dan budaya berprestasi mampu melahirkan siswa yang berdaya saing di tingkat nasional.

Persiapan Matang Menuju Semifinal

Mewakili sekolah sekaligus tergabung dalam kontingen Kabupaten Jombang, Filiya telah tiba di lokasi penyelenggaraan sejak Selasa (11/8/2026).

Setibanya di lokasi, berbagai persiapan teknis langsung dilakukan. Pengecekan perangkat keras menjadi salah satu bagian penting sebelum pelaksanaan ujian, mulai dari laptop, kamera Zoom, scanner, hingga berbagai kelengkapan pendukung lainnya.

Pada hari pelaksanaan, persiapan akhir dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Setelah seluruh perangkat dan persyaratan dinyatakan siap, peserta dari berbagai daerah kemudian secara serentak mulai mengerjakan soal pada pukul 08.00 WIB.

Dengan penuh konsentrasi, Filiya menghadapi soal-soal Fisika yang menjadi penentu langkahnya menuju babak final.

Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi

Usai menyelesaikan ujian, Filiya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang telah diraihnya. Di balik pencapaiannya, terdapat perjuangan yang tidak sederhana.

Sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren, Filiya harus mampu membagi waktu antara kegiatan belajar, kewajiban sebagai santri, serta persiapan menghadapi kompetisi akademik.

Keterbatasan waktu belajar maupun akses internet tidak membuatnya menyerah. Justru kondisi tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan dan semangatnya.

“Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman dan adik-adik kelas nanti. Meskipun sambil mondok, terbatas waktu belajar, dan terbatas akses internet untuk belajar, tapi terbukti kita bisa kok. Pokoknya semangat terus,” ungkap Filiya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kondisi yang serba mudah. Dengan kemauan, ketekunan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar, keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan.

Kerja Keras yang Berbuah Prestasi

Pencapaian Filiya juga mendapat apresiasi dari Guru Pembina Fisika SMA Budi Utomo Gadingmangu, M. Amiruddin, S.Pd., yang turut mendampingi langsung pelaksanaan semifinal di lokasi.

Menurut Amiruddin, keberhasilan Filiya hingga tahap semifinal merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan ketekunan.

“Tentunya perjuangan sampai di titik ini tidaklah mudah, ada kerja keras, ada ketekunan, ada perjuangan yang panjang dan akhirnya terbayarkan dengan sampai di tahap seperti ini. Harapan saya untuk Filiya, semoga terus memberikan yang terbaik, terus menorehkan prestasi untuk dirinya, keluarga, dan SMA Budi Utomo tercinta,” tutur Amiruddin.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Filiya. Prestasi siswa tidak lahir secara instan, melainkan melalui sinergi antara siswa, guru pembina, sekolah, orang tua, dan lingkungan pendidikan.

Membawa Nama Jombang ke Tingkat Nasional

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Koordinator OSN Kabupaten Jombang, Didik Sadianto, M.Pd., yang turut memantau jalannya kompetisi.

Ia berharap seluruh rangkaian semifinal dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala teknis maupun nonteknis sehingga wakil Kabupaten Jombang dapat kembali melangkah ke babak puncak.

“Harapan kami ini semua bisa berjalan dengan lancar, tidak ada kendala teknis dan non-teknis, sehingga bisa lolos ke final yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang,” tegas Didik.

Keberadaan Filiya di semifinal OSN Fisika sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jombang. Ia membawa nama sekolah dan daerah untuk bersaing bersama siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Menanti Tiket Menuju Final

Setelah menyelesaikan babak semifinal, Filiya kini harus menunggu hasil seleksi yang dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu sekitar dua minggu.

Peserta yang berhasil memenuhi kualifikasi akan melanjutkan perjuangan ke babak final OSN 2026, yang direncanakan berlangsung secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada September mendatang.

Bagi Filiya dan keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu, semifinal ini bukanlah garis akhir. Justru, ini adalah sebuah momentum untuk terus melangkah dan memberikan yang terbaik.

Jika berhasil melaju ke final, Filiya kembali akan membawa harapan sekolah dan Kabupaten Jombang untuk mengukir prestasi di panggung nasional.

Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan

Perjalanan Filiya menjadi semifinalis OSN Fisika 2026 mencerminkan semangat yang terus dibangun di SMA Budi Utomo Gadingmangu: prestasi yang tumbuh dari karakter, kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen sekolah untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang sains dan olimpiade.

Dari ruang kelas, lingkungan pondok pesantren, proses pembinaan, hingga panggung kompetisi nasional, Filiya telah menunjukkan bahwa kesungguhan untuk belajar mampu membawa seorang siswa melampaui batas-batas yang mungkin sebelumnya dianggap sebagai keterbatasan.

Semoga langkah Filiya terus dimudahkan, diberikan hasil terbaik, dan mampu melaju hingga babak final OSN 2026.

Selamat berjuang, Filiya!

SMA Budi Utomo Gadingmangu
Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.