Hari Keempat MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Tanamkan 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Jombang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Memasuki hari keempat, seluruh peserta didik baru mendapatkan pembekalan mengenai 29 Karakter Luhur yang harus dimiliki generasi muda Indonesia serta penguatan program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bekal menjadi pelajar yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Melalui pemaparan yang interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh karakter yang kuat dan kebiasaan baik yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi tersebut, pemateri menjelaskan bahwa 29 Karakter Luhur merupakan pedoman pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Gadingmangu dan Yayasan Pendidikan Budi Utomo. Karakter tersebut terbagi dalam enam pilar utama yang saling melengkapi sebagai bekal peserta didik menjadi pribadi yang unggul.

Pilar pertama adalah 3 Sukses, yaitu menjadi pribadi yang alim dan faqih, memiliki akhlakul karimah, serta mandiri. Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan 6 Thobiat Luhur, yaitu hidup rukun, kompak, mampu bekerja sama dengan baik, jujur, amanah, serta menjadi pribadi mujhid muzhiid, yakni pribadi yang bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan sekaligus mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Materi kemudian dilanjutkan dengan 4 Tali Keimanan, yakni membiasakan diri untuk bersyukur, mempersungguh ikhtiar, mengagungkan Allah SWT, serta senantiasa berdoa dalam setiap aktivitas. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan 3 Prinsip Kerja Sama, yaitu melakukan segala sesuatu dengan benar, kurup (tertib, rapi, dan sesuai ketentuan), serta menepati janji sebagai wujud tanggung jawab.

Sebagai penguat karakter, peserta juga mempelajari 4 Maqodirullah, yaitu menyikapi setiap ketentuan Allah SWT dengan benar: mendapat nikmat dengan bersyukur, menghadapi musibah dengan mengucapkan istirja’, menerima cobaan dengan sabar, dan apabila melakukan kesalahan segera bertaubat. Selain itu, pemateri menjelaskan 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakan, yaitu membiasakan berbicara yang baik, bersikap jujur, dapat dipercaya sekaligus mempercayai orang lain, memiliki sikap sabar dan lapang dada (keporo ngalah), tidak merusak sesama baik terhadap diri, harta, hak asasi maupun kehormatan, serta saling memperhatikan dan menjaga perasaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan di lingkungan sekolah.

Selain pembentukan karakter, peserta juga diajak mengimplementasikan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai budaya positif dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Dengan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten, diharapkan lahir generasi yang sehat, disiplin, mandiri, dan berkarakter.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan melakukan refleksi mengenai kebiasaan positif yang telah diterapkan maupun komitmen yang akan dibangun selama menempuh pendidikan di SMA Budi Utomo Gadingmangu.

“Karakter yang kuat tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Pelajar yang hebat bukan hanya yang berprestasi, melainkan juga yang memiliki akhlakul karimah, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Melalui materi hari keempat MPLS ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menegaskan komitmennya sebagai The School of Best Character and Innovation dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia. Berbekal 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, para peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berintegritas, mandiri, mampu hidup rukun, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kejaksaan Negeri Jombang Gaungkan Gerakan Anti-Bullying dalam MPLS YPBU Gadingmangu

Jombang – Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), YPBU menghadirkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Jombang untuk mengedukasi peserta didik baru jenjang SMP, SMA, dan SMK mengenai kesadaran hukum sekaligus menggaungkan Gerakan Anti-Bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu, H. Frengky Yudi Asmoro, S.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian antarsesama.

“MPLS bukan hanya menjadi momen mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga langkah awal membentuk karakter peserta didik. Kami ingin siswa memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sebagai bekal meraih prestasi dan menghadapi tantangan masa depan,” ujar H. Frengky Yudi Asmoro.

Materi disampaikan oleh Jaksa Fungsional Sultoni yang mengajak para peserta memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, bahkan konsekuensi hukum. Para peserta dikenalkan berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan verbal, fisik, sosial, hingga perundungan di media digital (cyberbullying).

Selain memberikan pemahaman hukum, Kejaksaan Negeri Jombang juga mengajak seluruh peserta didik menjadi pelopor Gerakan Anti-Bullying di lingkungan sekolah. Para siswa didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, saling menghargai perbedaan, serta membangun budaya peduli dan saling mendukung agar tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

“Bullying bukan sekadar candaan. Setiap tindakan yang merendahkan atau menyakiti orang lain memiliki dampak psikologis, bahkan dapat berimplikasi hukum. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan,” jelas Sultoni.

Melalui edukasi ini, Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu berharap seluruh peserta didik baru memiliki kesadaran hukum sejak dini sekaligus menjadi pelopor budaya anti-bullying di lingkungan sekolah. Dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati, peduli, dan bertanggung jawab, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berintegritas.

Korem 082 Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Peserta MPLS YPBU Gadingmangu

Jombang – Semangat nasionalisme dan cinta tanah air menjadi salah satu materi utama dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu. Untuk memperkuat nilai tersebut, YPBU menghadirkan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya yang diwakili oleh Mayor CZI Supa’at sebagai pemateri Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu, H. Frengky Yudi Asmoro, S.H., yang menegaskan pentingnya MPLS sebagai proses awal membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air bagi peserta didik baru.

“MPLS bukan hanya menjadi momen mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga langkah awal membentuk karakter peserta didik. Kami ingin siswa memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sebagai bekal meraih prestasi dan menghadapi tantangan masa depan,” ujar H. Frengky Yudi Asmoro.

Dalam penyampaiannya, Mayor CZI Supa’at mengajak seluruh peserta didik untuk memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat bela negara, menjaga persatuan bangsa, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa sehingga perlu dibekali karakter yang kuat sejak dini. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan MPLS yang mempertemukan siswa SMP, SMA, dan SMK dalam satu forum pembelajaran.

“Generasi muda adalah aset bangsa. Tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, cintai tanah air, jauhi narkoba, dan hindari segala bentuk pelanggaran hukum. Bangsa yang kuat dimulai dari karakter generasi mudanya,” tegas Mayor CZI Supa’at.

Melalui materi wawasan kebangsaan ini, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus yang siap mengisi pembangunan bangsa.

MPLS YPBU Gadingmangu Bekali Peserta Didik Baru dengan Edukasi Bahaya Narkoba Bersama BNN

Jombang – Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai narasumber dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru jenjang SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen yayasan dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan sambutan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu, H. Frengky Yudi Asmoro, S.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter dan bekal menghadapi tantangan masa depan.

“MPLS bukan hanya menjadi momen mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga langkah awal membentuk karakter peserta didik. Kami ingin siswa memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sebagai bekal meraih prestasi dan menghadapi tantangan masa depan,” ujar H. Frengky Yudi Asmoro.

Pada sesi edukasi, tim BNN menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Materi disampaikan secara komunikatif melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak siswa aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan, bahkan BNN memberikan hadiah kepada peserta yang berpartisipasi sehingga suasana pembelajaran menjadi semakin menarik.

Perwakilan BNN mengingatkan bahwa ancaman narkoba dapat menyasar siapa saja, termasuk pelajar. Oleh karena itu, setiap siswa diharapkan memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Narkoba tidak mengenal usia. Sekali mencoba, risikonya sangat besar terhadap masa depan. Katakan tidak pada narkoba, berani menolak ajakan yang salah, dan jadilah pelajar yang mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” pesan perwakilan BNN.

Melalui kegiatan ini, YPBU Gadingmangu berharap peserta didik baru memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkoba sekaligus mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, serta menjadi generasi yang berprestasi tanpa narkoba.

Diikuti 610 Siswa Baru, Hari Pertama MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Berlangsung Semarak

JOMBANG — Sebanyak 610 murid baru tahun ajaran 2026/2027 mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Budi Utomo Gadingmangu. Kegiatan orientasi ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026), yang pelaksanaannya dipusatkan di Aula Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Tahun ini, gelaran MPLS mengusung tema besar “Kuasai MANAJEMEN WAKTU, Tegakkan KARAKTER BERSIH, Bersinar dengan BAKAT TERBAIK”. Tema strategis ini dirancang untuk mempercepat adaptasi para siswa baru, menanamkan kedisiplinan, sekaligus menjalin kebersamaan di lingkungan sekolah.

Rangkaian acara di hari perdana diawali dengan upacara penghormatan yang berlangsung khidmat dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, M.Pd., yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kelancaran persiapan acara.

Selain membuka kegiatan, Kepala Sekolah juga turun langsung memandu sesi pengenalan jajaran pendidik, staf karyawan, serta memaparkan struktur organisasi sekolah kepada para peserta.

“Tentunya mereka kami harapkan selama proses MPLS ini bisa mengikuti dengan senang hati, penuh gembira, dan juga bisa betul-betul memahami program-program yang ada di sekolah. Sehingga, murid kita bisa menentukan arah tujuan dan tentunya program apa yang bisa diikuti untuk menyukseskan murid di SMA Budi Utomo,” terang Heboh Handono dalam sambutannya.

Memasuki sesi berikutnya, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi aturan sekolah dan penanaman nilai kedisiplinan. Materi krusial ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Tangguh Prawiro, S.Pd.

Kelancaran seluruh rangkaian hari pertama ini tak lepas dari peran aktif panitia gabungan OSIS-MPK yang bertugas menjadi pendamping tangguh untuk tiap-tiap regu kelas. Setelah menyimak padatnya materi, para siswa baru diajak mencairkan suasana melalui sesi ice breaking games yang dipandu langsung oleh kakak-kakak panitia.

Pendekatan MPLS yang edukatif namun tetap menyenangkan ini mendapat respons positif dari para peserta. Salma, salah satu murid baru dari kelas X International Class, mengaku sangat menikmati rangkaian acara pengenalan tersebut.

“Kakak-kakaknya asyik, seru, dan ramah. Nggak ada yang julid, dan dari awal sampai akhir acara juga tersusun dengan sangat baik,” ungkap Salma membagikan kesan pertamanya.

SMA Budi Utomo Gadingmangu Perkuat Kompetensi Guru melalui In House Training Integrasi STEM dan Project Based Learning

Jombang – SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyelenggarakan In House Training (IHT) bertajuk “Mengintegrasikan STEM dan Project Based Learning (PjBL) untuk Melahirkan Proyek Sains Berbasis Solusi Nyata di SMA Budi Utomo Gadingmangu.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Rabu–Kamis, 8–9 Juli 2026, ini diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata.

Pada hari pertama, Rabu (8/7), materi disampaikan oleh Elvi Era Fitri, S.Pd., guru SMA Budi Utomo Gadingmangu yang berhasil meraih Terbaik III sekaligus masuk dalam Top 25 Inovasi Pendidikan Terbaik Jawa Timur pada East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026. Dalam pemaparannya, Elvi membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEM yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan inovatif melalui proyek-proyek yang kontekstual.

Pelatihan kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Kamis (9/7), dengan menghadirkan M. Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Dalam sesinya, beliau mengulas strategi mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan Project Based Learning (PjBL) secara sistematis. Para peserta diajak merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi, tetapi juga mampu menghasilkan proyek sains yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, para guru memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kolaboratif, serta mampu menghubungkan konsep-konsep sains dengan kehidupan nyata. Pendekatan STEM yang dipadukan dengan PjBL diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Pelaksanaan In House Training ini menjadi salah satu langkah nyata SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat budaya inovasi di lingkungan sekolah. Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, sekolah optimistis dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas serta melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi tantangan kehidupan di masa depan.

Sejalan dengan visinya sebagai “The School of Best Character and Innovation,” SMA Budi Utomo Gadingmangu terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi bagi pendidik sebagai fondasi dalam menciptakan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi peserta didik maupun masyarakat.

“Peradaban Tidak Dibangun Oleh Mereka yang Sekadar Mengetahui Jawaban, Tetapi oleh Mereka yang Berani Menemukan Solusi.”

Dan setiap solusi…
selalu lahir dari sebuah proses belajar.
Proses yang dimulai dari seorang guru.

Ketika guru terus bertumbuh, ruang kelas berubah menjadi laboratorium ide. Tempat di mana rasa ingin tahu dipelihara, kreativitas ditumbuhkan, dan inovasi mulai menemukan jalannya.

Berangkat dari semangat itulah, SMA Budi Utomo Gadingmangu menyelenggarakan In House Training bertajuk “Mengintegrasikan STEM dan Project Based Learning untuk Melahirkan Proyek Sains Berbasis Solusi Nyata.”

Selama dua hari, para pendidik diajak menembus batas pembelajaran konvensional. Mereka tidak hanya mempelajari sebuah metode, tetapi membangun paradigma baru bahwa pembelajaran harus mampu melahirkan karya yang menjawab tantangan kehidupan.

Hari pertama, Rabu, 8 Juli 2026, menghadirkan inspirasi dari Elvi Era Fitri, S.Pd., peraih Terbaik III sekaligus Top 25 Inovasi Pendidikan Terbaik Jawa Timur dalam East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026. Melalui pengalaman dan inovasi yang telah mengantarkannya meraih prestasi tingkat provinsi, beliau membagikan praktik terbaik dalam mengembangkan pembelajaran STEM yang kreatif, kontekstual, dan berdampak.

Semangat itu berlanjut pada hari kedua, Kamis, 9 Juli 2026, bersama M. Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Dengan perspektif akademik yang kuat dan pengalaman di bidang pendidikan sains, beliau mengajak seluruh peserta mengintegrasikan pendekatan STEM dan Project Based Learning secara sistematis, sehingga setiap proyek yang dirancang tidak hanya memenuhi capaian pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Karena sesungguhnya…
masa depan tidak ditentukan oleh seberapa banyak teori yang dihafal.
Masa depan ditentukan oleh keberanian untuk berpikir kritis…
berkolaborasi…
mencipta…
dan menghadirkan perubahan.
Semua itu berawal dari guru yang tidak pernah berhenti belajar.
Guru yang terus berinovasi.
Guru yang memilih menjadi penggerak perubahan.
Inilah komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu.
Menguatkan kompetensi pendidik.
Menghadirkan pembelajaran yang bermakna.
Dan menyiapkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan…
tetapi siap menjadi pencipta masa depan.
SMA Budi Utomo Gadingmangu.
The School of Best Character and Innovation.

Tiga Siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu Raih Bronze Medal dan Poster Terfavorit pada Phoenix Esai Competition Universitas Airlangga

JOMBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu di tingkat nasional. Tiga siswi kelas XI-10 berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih Bronze Medal sekaligus penghargaan Kategori Poster Terfavorit dalam ajang Phoenix Esai Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga (UNAIR).

Ketiga siswi berprestasi tersebut adalah:

  • Mesya Auliana P. (XI-10)
  • Keyla Intan Nurul H. (XI-10)
  • Keysa Aura Jannah U. (XI-10)

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis ilmiah siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu mampu bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di Indonesia.

Ajang Bergengsi bagi Penulis Muda

Phoenix Esai Competition merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga sebagai wadah bagi pelajar untuk menuangkan gagasan inovatif melalui karya tulis esai. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menawarkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, maupun dunia, dengan pendekatan ilmiah, logis, dan berbasis data.

Selain dinilai dari kualitas isi esai, peserta juga dituntut mampu menyajikan hasil pemikirannya dalam bentuk poster ilmiah yang menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. Oleh karena itu, kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan menulis, tetapi juga kreativitas dalam menyampaikan ide secara visual.

Dalam kompetisi tersebut, tim SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil meraih Bronze Medal sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah yang dihasilkan. Tak hanya itu, mereka juga memperoleh penghargaan Poster Terfavorit, menunjukkan bahwa karya yang dipresentasikan mampu menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi tinggi.

Bukti Nyata Budaya Literasi dan Inovasi

Keberhasilan ini menjadi hasil dari pembinaan yang konsisten di SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi. Sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis ilmiah, serta berkompetisi dalam berbagai ajang akademik tingkat regional maupun nasional.

Melalui pendampingan guru pembimbing dan berbagai program pengembangan kompetensi, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembelajar yang unggul di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga siswi tersebut.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kreativitas, semangat belajar, serta kolaborasi yang baik antara siswa dan guru pembimbing. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi di berbagai ajang ilmiah.”

Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu sebagai The School of Best Character and Innovation, yang senantiasa mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, inovatif, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu mengucapkan selamat kepada Mesya Auliana P., Keyla Intan Nurul H., dan Keysa Aura Jannah U. atas raihan Bronze Medal dan Kategori Poster Terfavorit pada Phoenix Esai Competition Universitas Airlangga. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah di berbagai kompetisi akademik.

Tembus Omzet 6 Juta, Tataboga SMABU Pikat Pengunjung Bazar CAI Wonosalam

JOMBANG — Program Dualtrack Tata Boga SMA Budi Utomo (SMABU) Gadingmangu sukses mencatatkan pencapaian gemilang dalam gelaran Bazar Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Pameran berskala besar ini dilangsungkan di kawasan Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, selama enam hari sejak 27 Juni hingga 2 Juli 2026.

Pelaksanaan bazar tahun ini terasa istimewa dengan tata letak yang jauh lebih modern, rapi, dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dipadukan dengan hawa sejuk khas pegunungan Wonosalam, tak heran jika antusiasme masyarakat begitu membeludak. Tercatat, total pengunjung harian yang memadati area bazar bisa mencapai 10 ribu orang.

Di tengah lautan pengunjung tersebut, kehadiran stand Dualtrack Tata Boga SMABU yang dimotori oleh para siswa dan guru pembimbing sukses memikat animo masyarakat. Terbukti, hanya dalam waktu enam hari pameran, delegasi sekolah ini berhasil meraup omzet penjualan hingga Rp6 juta.

Pencapaian fantastis tersebut tak lepas dari kualitas produk yang dijajakan. Varian fudgy brownies sukses laris manis menjadi produk best seller buruan pengunjung, disusul oleh penjualan classic cookies, seduhan kopi, serta aneka minuman dingin yang seluruhnya merupakan racikan mandiri para siswa.

Bagi pihak sekolah, keikutsertaan dalam agenda rutin Pondok Pesantren Gadingmangu ini bukan sekadar mengejar nominal laba, melainkan wujud nyata laboratorium kewirausahaan. Para siswa digembleng langsung untuk mempraktikkan manajemen produksi, menguji strategi pemasaran, serta melatih etos kerja keras dalam melayani pelanggan yang masif.

Pengalaman berharga dan atmosfer keseruan berwirausaha ini dirasakan langsung oleh Adinta Vio Gendis, salah satu siswi kelas XI-12 yang bertugas di garda terdepan stand SMABU.

“Ya di sini kayak ramai banget gitu. Banyak pengunjung bahkan dari seluruh Indonesia juga ya, jadi ya ramai aja, seru gitu,” ungkap Adinta antusias saat menceritakan pengalamannya melayani pelanggan.

Kesuksesan stand yang diserbu ribuan pengunjung ini sekaligus menjadi sarana promosi (branding) sekolah yang sangat efektif. Animo positif dari masyarakat luas menjadi bukti nyata bahwa program vokasi di SMA Budi Utomo Gadingmangu mampu mencetak siswa yang kompeten, bermental wirausaha tangguh, dan siap terjun ke dunia industri kreatif.

Dua Siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu Lolos OSN-K 2026 dan Melaju ke Tingkat Provinsi

JOMBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu. Dua peserta didik berhasil lolos Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) Tahun 2026 dan berhak melaju ke OSN Tingkat Provinsi pada bidang yang mereka tekuni.

Kedua siswa tersebut adalah:

  • Fajar Mubarooq (Kelas X-18) yang berhasil lolos pada Bidang Informatika.
  • Filiya Ainu Zakiya (Kelas X-19) yang berhasil lolos pada Bidang Fisika.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa SMA Budi Utomo Gadingmangu terus mampu mencetak generasi berprestasi yang unggul dalam bidang akademik sekaligus siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Ajang Bergengsi Nasional

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan kompetisi akademik bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta didik terbaik di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Pelaksanaan OSN dilakukan secara berjenjang, dimulai dari seleksi tingkat sekolah, dilanjutkan OSN Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), kemudian OSN Tingkat Provinsi (OSN-P), hingga OSN Tingkat Nasional yang mempertemukan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan lolos ke tingkat provinsi menunjukkan bahwa peserta telah berhasil melewati proses seleksi yang kompetitif dan memiliki kemampuan akademik yang sangat baik di bidang masing-masing.

Bukti Pembinaan Akademik Berkualitas

Prestasi yang diraih Fajar Mubarooq dan Filiya Ainu Zakiya tidak terlepas dari komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam mengembangkan budaya belajar, riset, serta pembinaan olimpiade secara berkelanjutan. Melalui Kelas Olimpiade, pendampingan intensif oleh guru pembimbing, serta berbagai program pengayaan materi, siswa dibekali kemampuan untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan semangat belajar, mengembangkan potensi diri, serta berani berkompetisi dalam berbagai ajang prestasi.

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua siswa tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada Fajar Mubarooq dan Filiya Ainu Zakiya atas keberhasilannya lolos ke OSN Tingkat Provinsi Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih hasil terbaik pada tahap berikutnya dan menginspirasi seluruh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu agar terus belajar, berkarya, dan berprestasi.”

Seluruh keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu turut mendoakan agar kedua siswa diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menghadapi seleksi OSN Tingkat Provinsi 2026, serta mampu mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jombang, dan Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, disiplin, dan kerja keras akan selalu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.