
SURABAYA — Sebanyak 33 siswa beserta jajaran guru dan pimpinan SMA Budi Utomo Gadingmangu (SMABU) menghadiri perhelatan “Innovation Experience: Where Ideas Begin” garapan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Hotel Aloft Surabaya Pakuwon City, Jumat (22/5/2026). Agenda ini diikuti guna memacu kreativitas, memperluas kolaborasi industri, serta meningkatkan pemahaman teknologi terkini demi menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi ekosistem sekolah.
Berangkat dari sekolah menggunakan dua armada mobil ELF pada pukul 13.00 WIB, total rombongan yang berjumlah 38 orang tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah proses registrasi rampung, para peserta langsung diarahkan menuju venue masing-masing. Siswa terbagi ke dalam dua pelatihan, yakni Workshop AI in Robotic dan Workshop Kreasi Komik, sedangkan para pendidik difokuskan untuk mengikuti Workshop AI for Teaching.
Pada kelas AI in Robotic, para siswa dipandu langsung oleh tim dosen dan mahasiswa ITS untuk menguasai dasar-dasar kecerdasan buatan dalam pengembangan robotika. Proses pembelajaran yang intensif membuat siswa tampak sangat fokus mempraktikkan setiap instruksi yang diberikan secara cermat.

“Workshop ini keren banget, kita diajarin benar-benar from scratch, dari dasar sampai tercipta suatu fungsi yang dapat diaplikasikan ke robot. Materi yang dipaparkan juga jelas, runtut, dan menyenangkan, apalagi pas peragaan AI robotnya,” ungkap M Tegar Wahyu Wicaksono, salah satu siswa peserta workshop tersebut.
Antusiasme yang sama membaur di kelas Kreasi Komik. Dibimbing oleh kolaborasi dosen dan mahasiswa ITS yang juga merupakan kreator berpengalaman, para siswa diajarkan langkah sistematis pembuatan komik—mulai dari penggalian tema, perumusan cerita, teknik visualisasi, proses publikasi, hingga strategi meraup penghasilan dari karya komik.
Putri Azarah, siswi yang menjadi peserta di kelas ini, memberikan respons positif. “Ini workshop yang saya inginkan, sesuai dengan minat saya dalam menggambar. Lalu diajarkan menjadikan gambar ini menjadi cerita, cerita menjadi sebuah komik, hingga dapat penghasilan dari situ. Paket komplet banget, keren banget ITS,” ujarnya.

Di ruangan terpisah, keseriusan dan goresan pena yang sibuk mencatat terlihat jelas dari venue para pendidik di kelas AI for Teaching. Di sini, para akademisi ITS membekali para guru dengan metode pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai instrumen pengajaran inovatif. Tujuannya agar guru mampu menghidupkan suasana kelas yang lebih segar dan berkesan, sekaligus menularkan keilmuan tersebut ke seluruh lingkungan SMABU.
Abdul Aziz Kusaini, selaku koordinator rombongan dan peserta pelatihan pendidik, menegaskan bahwa partisipasi ini sangat selaras dengan visi jangka panjang instansi.
“Memanfaatkan teknologi yang ada sekarang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami merupakan langkah strategis untuk menghasilkan individu-individu yang siap bersaing dan sukses di masa depan,” pungkasnya.


