JOMBANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas permainan, mental bertanding, dan pengalaman kompetitif para siswa, Budi Utomo Football Academy (BUFA) Gadingmangu menggelar laga persahabatan (friendly match) melawan salah satu akademi sepak bola terbaik di Indonesia, Persebaya U-17, di Sulton Aulia Stadium Ngemplak, Sabtu (20/6/2026) sore.
Pertandingan ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya skuad BUFA bertandang ke Surabaya untuk menghadapi tim muda berjuluk Bajul Ijo tersebut. Kehangatan dan semangat sportivitas tampak mewarnai laga yang disaksikan oleh santri, orang tua, wali murid, serta masyarakat pecinta sepak bola.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim menampilkan permainan yang atraktif dan penuh semangat. Persebaya U-17 menunjukkan kualitas sebagai tim yang terbiasa berkompetisi di level elite usia muda nasional. Sementara itu, BUFA berusaha memberikan perlawanan terbaik dengan mengandalkan semangat juang, disiplin, dan kerja sama tim.
Pada akhir pertandingan, BUFA harus mengakui keunggulan Persebaya U-17 dengan skor 5-0. Meski demikian, hasil tersebut bukanlah tujuan utama dari terselenggaranya laga persahabatan ini. Bagi BUFA, pertandingan melawan tim dengan level kompetisi yang lebih tinggi merupakan kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus membangun mental bertanding para pemain.
Tony, gelandang BUFA, mengaku banyak mendapatkan pelajaran dari pertandingan tersebut.
“Kekalahan ini tidak membuat saya sedih, karena tujuan friendly match ini adalah melatih mental, mempraktikkan semua yang telah kami pelajari selama latihan ke dalam pertandingan sesungguhnya, serta menambah pengalaman bertanding,” ungkapnya.
Perkembangan permainan BUFA juga mendapat apresiasi dari kubu Persebaya. Head Coach Persebaya U-17, Yongki Kastanya, menilai terdapat peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pertemuan sebelumnya.
“Peningkatan teknik dan strategi sudah terlihat dibanding pertandingan yang lalu. Hanya saja, kemampuan individu masing-masing pemain masih perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU), Frengky, menyampaikan bahwa agenda seperti ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan siswa di lapangan, tetapi juga mempererat hubungan baik dengan klub-klub profesional.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, menjadi sarana komunikasi sekaligus mempererat silaturahmi antara BUFA dan Persebaya,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono, menegaskan bahwa pengalaman menghadapi lawan yang lebih kuat merupakan bagian penting dalam proses pembinaan atlet muda.
“Kami tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana para siswa belajar menghadapi tekanan, meningkatkan mentalitas bertanding, dan memperoleh pengalaman berharga untuk bekal mereka menuju level yang lebih tinggi. Harapannya, siswa-siswa BUFA ke depan siap berprestasi dan mampu bersaing dalam dunia sepak bola profesional,” pungkasnya.
Melalui laga persahabatan ini, BUFA kembali menunjukkan komitmennya dalam membina talenta-talenta muda sepak bola. Skor akhir mungkin mencatat kemenangan Persebaya U-17, namun pengalaman, pembelajaran, dan peningkatan kualitas pemain menjadi kemenangan tersendiri bagi para siswa BUFA dalam perjalanan mereka menuju sepak bola profesional.