
GADINGMANGU, JOMBANG – Dalam upaya memperkuat fungsi hubungan masyarakat (humas) sekaligus membangun branding dan reputasi sekolah, Yayasan Pendidikan Budi Utomo terus mendorong peningkatan kompetensi tim Marketing Communication (Markom). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan pelatihan Markom yang menghadirkan Heru Gunadi dari kampus LSPR Institute Of Communication and Busines sebagai pemateri.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan tim dalam mengelola komunikasi, publikasi, dan citra positif sekolah secara lebih terarah dan profesional.
Di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat, keberadaan humas memiliki peran strategis bagi sebuah lembaga pendidikan. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan serta memperkenalkan berbagai potensi, program, inovasi, dan prestasi sekolah kepada masyarakat.
Melalui pelatihan Markom, peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan yang mendukung pengelolaan komunikasi sekolah secara lebih efektif, kreatif, dan konsisten.
Humas sebagai Penggerak Branding Sekolah
Branding sekolah bukan sekadar tentang logo, slogan, maupun tampilan media sosial. Lebih dari itu, branding merupakan proses membangun persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap identitas, nilai, kualitas, serta keunggulan sebuah sekolah.
Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik menjadi bagian dari bagaimana sekolah dipersepsikan. Berita kegiatan, publikasi prestasi siswa, program unggulan, aktivitas pembelajaran, hingga berbagai inovasi sekolah memiliki peran dalam membentuk citra tersebut.
Dalam pelatihan ini, Heru Gunadi dari kampus LSPR Institute Of Communication and Busines memberikan penguatan mengenai pentingnya komunikasi yang terencana dalam membangun citra dan identitas lembaga. Tim Markom didorong untuk mampu mengidentifikasi berbagai potensi positif sekolah dan mengemasnya menjadi informasi yang menarik, informatif, dan memiliki nilai publikasi.
Dengan strategi komunikasi yang tepat, berbagai aktivitas yang berlangsung di sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan internal, tetapi dapat menjadi cerita positif yang memperkenalkan karakter dan keunggulan SMA Budi Utomo Gadingmangu kepada masyarakat luas.
Membangun Komunikasi yang Konsisten dan Berkualitas
Salah satu aspek penting dalam penguatan branding adalah konsistensi komunikasi. Sekolah perlu memiliki cara berkomunikasi yang selaras dalam berbagai kanal, baik melalui website, media sosial, publikasi kegiatan, maupun media komunikasi lainnya.
Pelatihan Markom menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan tim dalam merencanakan konten, menentukan sudut pandang pemberitaan, menyusun narasi, mengoptimalkan dokumentasi, serta menyampaikan pesan sekolah secara efektif.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat membuat setiap publikasi sekolah memiliki pesan yang jelas dan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas serta keunggulan SMA Budi Utomo Gadingmangu.
Mengangkat Reputasi melalui Prestasi dan Karya
Reputasi sekolah dibangun melalui proses yang panjang dan melibatkan berbagai elemen. Prestasi siswa, kualitas program pendidikan, kegiatan pengembangan karakter, inovasi pembelajaran, serta kontribusi sekolah kepada masyarakat merupakan bagian dari reputasi yang perlu dikomunikasikan dengan baik.
Tim Markom memiliki peran untuk memastikan berbagai capaian tersebut terdokumentasi dan tersampaikan kepada publik secara tepat.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis publikasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap kegiatan sekolah memiliki cerita dan nilai yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat.
Menuju Pengelolaan Humas yang Lebih Profesional
Penguatan kapasitas Markom merupakan bagian dari langkah Yayasan Pendidikan Budi Utomo untuk mengembangkan pengelolaan komunikasi sekolah yang semakin profesional. Tim diharapkan mampu bekerja secara terencana, mulai dari menemukan informasi, melakukan peliputan dan dokumentasi, menyusun konten, melakukan publikasi, hingga mengevaluasi efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
Ke depan, penguatan fungsi Markom diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi yang semakin aktif dan positif. Setiap program, prestasi, inovasi, dan aktivitas sekolah dapat menjadi bagian dari narasi besar yang memperkuat identitas Yayasan Pendidikan Budi Utomo.
Melalui komunikasi yang baik, sekolah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, kedekatan, dan reputasi positif di tengah masyarakat.
Pelatihan Markom menjadi salah satu langkah nyata Yayasan Pendidikan Budi Utomo dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan tim humas yang semakin kompeten dan strategi komunikasi yang semakin terarah, sekolah optimistis dapat terus memperkuat branding sebagai lembaga pendidikan yang memiliki karakter kuat, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
Membangun reputasi bukan hanya tentang apa yang sekolah lakukan, tetapi juga tentang bagaimana setiap kebaikan, prestasi, dan inovasi dikomunikasikan kepada publik.

