
GADINGMANGU, JOMBANG – Komitmen SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah terus menunjukkan hasil positif. Melalui program pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, dan menuangkan gagasan melalui tulisan.
Salah satu hasil nyata dari program tersebut adalah keberhasilan siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu dalam Lomba Resensi Tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Jombang. Dalam kompetisi tersebut, dua siswa kelas XII-17 berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Devita Rahmawati Alifah berhasil meraih Juara 1, sedangkan Rizqi Sabila Yassaroh meraih Juara 2. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi yang dilakukan secara konsisten mampu mengembangkan potensi siswa hingga mampu berkompetisi di tingkat kabupaten.
Membaca, Memahami, hingga Menghasilkan Karya
Program pembinaan literasi di SMA Budi Utomo Gadingmangu tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca. Siswa juga diberikan pembinaan untuk memahami isi bacaan secara mendalam serta mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan tanggapan terhadap suatu karya.
Dalam proses menulis resensi, siswa dilatih untuk mengenali identitas buku, memahami isi dan gagasan utama, menganalisis kelebihan serta kekurangan karya, kemudian menyampaikan penilaian secara logis dan objektif.
Proses tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi secara utuh. Membaca menjadi tahap awal untuk memperoleh informasi, sedangkan kegiatan menulis menjadi ruang bagi siswa untuk mengolah dan menyampaikan kembali pemahamannya secara kritis.

Pembinaan yang Konsisten Melahirkan Prestasi
Keberhasilan Devita dan Rizqi menjadi salah satu gambaran bahwa prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan, latihan, pendampingan, serta kemauan siswa untuk terus mengembangkan kemampuan.
Melalui kegiatan literasi yang terarah, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan membaca kritis dan menulis. Mereka juga belajar bahwa sebuah buku tidak hanya dibaca untuk memperoleh informasi, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk berpikir, berdiskusi, memberikan penilaian, dan menghasilkan karya.
Prestasi dalam lomba resensi buku tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk semakin aktif dalam kegiatan literasi. Sekolah berharap budaya membaca dan menulis dapat terus tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Generasi Literat dan Berkarakter
Penguatan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu menyaring informasi dengan baik. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan zaman dan tantangan pendidikan di masa depan.
SMA Budi Utomo Gadingmangu berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi dan menghasilkan karya. Prestasi yang diraih dalam lomba resensi menjadi salah satu bukti bahwa ketika budaya membaca dipadukan dengan pembinaan yang konsisten, potensi siswa dapat berkembang menjadi prestasi.
Ke depan, program pembinaan literasi diharapkan semakin berkembang dan melahirkan lebih banyak siswa yang aktif membaca, terampil menulis, kritis dalam berpikir, serta berani menunjukkan kemampuan melalui berbagai ajang kompetisi.
Dari membaca tumbuh wawasan, dari berpikir lahir gagasan, dan dari gagasan tercipta karya serta prestasi.

