
JOMBANG – Rangkaian kegiatan Japanese Day di SMA Budi Utomo Gadingmangu dilanjutkan dengan seminar budaya Jepang yang berlangsung di ruang seminar sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan guru dengan antusias tinggi sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global dan pembelajaran lintas budaya.
Pada sesi seminar pertama, panitia mengangkat tema “Pop Culture Jepang dan Tatemae”. Materi ini membahas perkembangan budaya populer Jepang sekaligus konsep sosial tatemae, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan keharmonisan sosial dalam kehidupan masyarakat Jepang. Melalui materi tersebut, siswa memperoleh pemahaman tentang nilai-nilai budaya Jepang yang menekankan etika, sopan santun, dan keseimbangan dalam interaksi sosial.
Selain itu, peserta seminar juga mendapatkan pemaparan mengenai kunjungan mahasiswa ke klub ekstrakurikuler Jepang di SMA Budi Utomo Gadingmangu. Pemaparan ini memberikan gambaran tentang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya dan bahasa asing.

Sesi pertama seminar disampaikan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Tatang Hariri, Robi Wibowo, Anisa Ledy Umoro, dan Akbar Rizki D.H. Para pemateri menyampaikan materi secara komunikatif, disertai pengalaman akademik serta aktivitas mahasiswa di bidang kajian Jepang, sehingga suasana seminar berlangsung interaktif dan dialogis.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada sesi seminar kedua dengan cakupan materi yang lebih luas. Pada sesi ini, kembali dibahas tema Pop Culture Jepang, tatemae, serta pengalaman kunjungan mahasiswa ke klub ekstrakurikuler Jepang. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai karier di Jepang, khususnya program TG (Tokutei Ginou) dan Kenshuusei, yang memberikan gambaran peluang kerja dan pelatihan di Jepang bagi generasi muda.
Sesi kedua juga mengangkat tema “Omotenashi”, yaitu filosofi pelayanan khas Jepang yang menekankan ketulusan, kepedulian, dan profesionalisme. Materi ini disampaikan oleh Wiwik Retno Handayani, Wiastiningsih, Stedi Waryono, Yayan Suyana, Dedy Hernandy Oekon, dan Sri Pangastoeti. Para narasumber membagikan wawasan dan pengalaman terkait budaya kerja serta etos pelayanan di Jepang.
Setelah rangkaian seminar, kegiatan dilanjutkan dengan festival performance yang menampilkan berbagai pertunjukan seni. Penampilan seni dari mahasiswa UGM turut memeriahkan suasana, disusul dengan penampilan rodoku (membaca puisi atau teks berbahasa Jepang) oleh siswa SMA Budi Utomo Gadingmangu.
Sebagai penutup, panitia menggelar closing ceremony yang diisi dengan pengumuman dan penyerahan hadiah lomba, penyerahan plakat dan sertifikat dari UGM, serta doa penutup dan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Melalui rangkaian seminar dan penampilan seni ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya Jepang, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memahami peluang karier internasional, serta memiliki sikap terbuka terhadap keberagaman budaya.


