Hari Keempat MPLS SMA Budi Utomo Gadingmangu Tanamkan 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Jombang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Budi Utomo Gadingmangu terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Memasuki hari keempat, seluruh peserta didik baru mendapatkan pembekalan mengenai 29 Karakter Luhur yang harus dimiliki generasi muda Indonesia serta penguatan program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bekal menjadi pelajar yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Melalui pemaparan yang interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh karakter yang kuat dan kebiasaan baik yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi tersebut, pemateri menjelaskan bahwa 29 Karakter Luhur merupakan pedoman pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Gadingmangu dan Yayasan Pendidikan Budi Utomo. Karakter tersebut terbagi dalam enam pilar utama yang saling melengkapi sebagai bekal peserta didik menjadi pribadi yang unggul.

Pilar pertama adalah 3 Sukses, yaitu menjadi pribadi yang alim dan faqih, memiliki akhlakul karimah, serta mandiri. Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan 6 Thobiat Luhur, yaitu hidup rukun, kompak, mampu bekerja sama dengan baik, jujur, amanah, serta menjadi pribadi mujhid muzhiid, yakni pribadi yang bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan sekaligus mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Materi kemudian dilanjutkan dengan 4 Tali Keimanan, yakni membiasakan diri untuk bersyukur, mempersungguh ikhtiar, mengagungkan Allah SWT, serta senantiasa berdoa dalam setiap aktivitas. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan 3 Prinsip Kerja Sama, yaitu melakukan segala sesuatu dengan benar, kurup (tertib, rapi, dan sesuai ketentuan), serta menepati janji sebagai wujud tanggung jawab.

Sebagai penguat karakter, peserta juga mempelajari 4 Maqodirullah, yaitu menyikapi setiap ketentuan Allah SWT dengan benar: mendapat nikmat dengan bersyukur, menghadapi musibah dengan mengucapkan istirja’, menerima cobaan dengan sabar, dan apabila melakukan kesalahan segera bertaubat. Selain itu, pemateri menjelaskan 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakan, yaitu membiasakan berbicara yang baik, bersikap jujur, dapat dipercaya sekaligus mempercayai orang lain, memiliki sikap sabar dan lapang dada (keporo ngalah), tidak merusak sesama baik terhadap diri, harta, hak asasi maupun kehormatan, serta saling memperhatikan dan menjaga perasaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan di lingkungan sekolah.

Selain pembentukan karakter, peserta juga diajak mengimplementasikan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai budaya positif dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Dengan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten, diharapkan lahir generasi yang sehat, disiplin, mandiri, dan berkarakter.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan melakukan refleksi mengenai kebiasaan positif yang telah diterapkan maupun komitmen yang akan dibangun selama menempuh pendidikan di SMA Budi Utomo Gadingmangu.

“Karakter yang kuat tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Pelajar yang hebat bukan hanya yang berprestasi, melainkan juga yang memiliki akhlakul karimah, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Melalui materi hari keempat MPLS ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menegaskan komitmennya sebagai The School of Best Character and Innovation dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia. Berbekal 29 Karakter Luhur dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, para peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berintegritas, mandiri, mampu hidup rukun, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.