
Belajar dari Pengalaman Inspiratif Dosen UGM di SMA Budi Utomo Gadingmangu
Dalam upaya memberikan wawasan dan motivasi kepada peserta didik mengenai pentingnya perencanaan masa depan, SMA Budi Utomo Gadingmangu menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Strategi Menembus Universitas Impian dan Membangun Karier Cemerlang di Negeri Sakura”. Acara ini menghadirkan narasumber berpengalaman, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah menempuh pendidikan pascasarjana hingga doktoral di Jepang.
Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah ini diikuti antusias oleh siswa kelas X. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Bapak Heboh Handono, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia pendidikan tinggi dan persaingan global.
“Kami ingin peserta didik Budi Utomo tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan wawasan internasional. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka belajar langsung dari sosok yang berpengalaman menembus dunia pendidikan luar negeri,” ujar beliau dengan semangat.
Setelah sambutan, Ir. Atus Syahbudin berbagi pengalaman hidup dan perjalanan akademiknya di Jepang. Ia menuturkan betapa pentingnya membangun disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi untuk mencapai kesuksesan. Ia juga menceritakan pengalaman awalnya beradaptasi dengan budaya dan sistem pendidikan di Jepang yang menuntut kemandirian serta komitmen tinggi.
“Menempuh pendidikan di luar negeri bukan hanya soal pintar, tapi soal sikap dan tekad. Jepang mengajarkan saya tentang arti menghargai waktu, kerja keras, dan pentingnya kerjasama,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Setelah sesi penyampaian materi, tim markom SMA Budi Utomo berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Ir. Atus Syahbudin untuk menggali lebih dalam pandangannya mengenai dunia pendidikan dan karier global.
Tim Markom:
Pak Atus, apa motivasi terbesar Bapak hingga akhirnya memutuskan untuk menempuh pendidikan di Jepang?
Ir. Atus:
Motivasi terbesar saya adalah rasa ingin belajar dan tantangan untuk berkembang. Jepang dikenal dengan budaya kerja keras dan kedisiplinannya. Saya ingin belajar langsung dari negara yang berhasil maju karena sumber daya manusianya, bukan semata karena kekayaan alam.
Tim Markom:
Menurut Bapak, apa hal terpenting yang harus disiapkan siswa SMA agar bisa menembus universitas impian, baik di dalam maupun luar negeri?
Ir. Atus:
Yang pertama tentu kemampuan akademik, tetapi yang tidak kalah penting adalah karakter: disiplin, rasa ingin tahu, dan daya juang. Dunia perguruan tinggi, apalagi luar negeri, sangat menghargai pribadi yang bisa berpikir kritis, berinisiatif, dan mampu bekerja sama.
Tim Markom:
Banyak siswa SMA yang bermimpi kuliah di luar negeri, tapi merasa tidak percaya diri. Apa pesan Bapak untuk mereka?
Ir. Atus:
Jangan pernah merasa minder. Semua orang memulai dari titik yang sama — belajar dan berusaha. Kuncinya adalah konsistensi dan doa orang tua. Kalau kalian punya tekad, rencana, dan kemauan untuk berjuang, kesempatan itu pasti ada. Banyak beasiswa terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha.
Tim Markom:
Bagaimana Bapak melihat peluang karier di Jepang bagi lulusan Indonesia?
Ir. Atus:
Peluangnya sangat besar. Jepang kekurangan tenaga profesional muda, terutama di bidang teknologi, pertanian modern, dan riset. Lulusan Indonesia punya potensi, hanya perlu membangun keunggulan diri, kemampuan bahasa Jepang, dan memahami budaya kerja di sana.
Tim Markom:
Terakhir, apa pesan Bapak untuk peserta didik SMA Budi Utomo Gadingmangu?
Ir. Atus:
Teruslah bermimpi besar, tapi jangan berhenti di mimpi. Jadikan mimpi itu target nyata dengan usaha, doa, dan semangat pantang menyerah. Dunia menunggu generasi muda seperti kalian untuk membawa perubahan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antara siswa dan narasumber yang berlangsung hangat dan inspiratif. Para siswa terlihat antusias bertanya seputar beasiswa, adaptasi budaya, dan kiat sukses studi di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga berwawasan global serta siap bersaing di tingkat internasional.
“Budi Utomo — Cerdas, Berkarakter, dan Berwawasan Dunia.”


