Mengasah Keterampilan, Meracik Masa Depan: Kisah Seru Program Dual Track Tata Boga SMA Budi Utomo Gadingmangu

Di balik semerbak aroma masakan yang menggoda, tersimpan semangat belajar dan cita-cita besar dari para peserta didik SMA Budi Utomo Gadingmangu. Melalui program Dual Track Tata Boga, sekolah membuka ruang bagi siswa untuk tidak hanya cakap dalam bidang akademik, tetapi juga terampil menapaki dunia kerja dan kewirausahaan.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen sekolah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skill) yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui pelatihan tata boga, para siswa belajar berbagai teknik dasar memasak, menghias hidangan, mengatur penyajian makanan, hingga mengelola usaha kuliner secara profesional.

Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh antusias. Di dapur praktik, peserta didik tampak sibuk memotong bahan, menakar bumbu, hingga mengatur plating hidangan. Tak sedikit dari mereka yang menunjukkan kreativitas luar biasa dalam memadukan cita rasa dan tampilan makanan.
“Awalnya saya tidak terlalu bisa masak, tapi setelah ikut program ini jadi paham cara mengatur rasa dan penyajian. Sekarang saya malah ingin punya usaha kafe kecil setelah lulus,” tutur salah satu peserta dengan senyum bangga.

Guru pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan Dual Track Tata Boga bukan sekadar melatih kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Dalam setiap sesi, peserta tidak hanya diminta memasak, tetapi juga belajar tentang pengelolaan bahan, biaya produksi, hingga strategi promosi produk kuliner.

Program ini mendapat dukungan penuh dari sekolah dan orang tua, karena menjadi sarana untuk mengenali potensi dan minat peserta didik sejak dini. “Kami ingin lulusan SMA Budi Utomo Gadingmangu siap menghadapi masa depan, baik melanjutkan kuliah maupun bekerja atau berwirausaha,” ungkap salah satu guru koordinator program.

Melalui kegiatan seperti ini, SMA Budi Utomo Gadingmangu terus membuktikan diri sebagai sekolah yang inovatif dan adaptif, mencetak generasi muda yang tak hanya pandai berpikir, tetapi juga terampil berkarya.
Di antara aroma masakan dan senyum para peserta didik, tersimpan harapan besar: bahwa dari dapur kecil di sekolah ini, akan lahir calon chef, pengusaha kuliner, dan insan mandiri yang siap “meracik” masa depan mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.