Dari Gagasan tentang Mangrove hingga Menjadi Finalis AMW 2026: Perjalanan Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu

Gadingmangu, Jombang — Sebuah gagasan tentang mangrove, masyarakat pesisir, dan masa depan lingkungan akhirnya membawa tiga siswi SMA Budi Utomo Gadingmangu melangkah ke babak berikutnya dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR).

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang tidak hanya berbicara tentang menulis sebuah karya ilmiah, tetapi juga tentang bagaimana sebuah persoalan lingkungan diterjemahkan menjadi gagasan yang memiliki nilai ilmiah, sosial, dan keberlanjutan.

Ketiga siswi tersebut tergabung dalam Tim Hawkins, yaitu Faradhiya Amaliya Rosyid (XII-15), Neila Ajeng Athifa Muazzahroh (XII-9), dan Rosyida Amaly (XII-13).

Karya yang mereka usung berjudul:

“Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut: Analisis Komparatif Skema Insentif Ekonomi Karbon Biru Berbasis Komunitas sebagai Solusi Keberlanjutan Restorasi Mangrove di Penajam Paser Utara.”

 Berawal dari Kepedulian terhadap Persoalan Pesisir

Perjalanan Tim Hawkins bermula dari ketertarikan terhadap persoalan lingkungan pesisir, khususnya keberadaan ekosistem mangrove. Mangrove bukan sekadar tumbuhan yang tumbuh di kawasan pesisir. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi wilayah pantai, sekaligus memiliki potensi dalam konsep karbon biru.

Namun, menjaga dan merestorasi mangrove bukan persoalan sederhana. Keberlanjutan program restorasi sangat berkaitan dengan keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut.

Dari sinilah muncul gagasan untuk tidak hanya melihat restorasi mangrove dari sisi ekologis, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Tim Hawkins kemudian membawa pertanyaan yang lebih jauh: bagaimana jika masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaksana restorasi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari upaya menjaga ekosistem mangrove?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan karya ilmiah mereka.

 Dari Ide Menjadi Sebuah Karya Ilmiah

Setelah menentukan arah penelitian, proses berikutnya adalah menyusun gagasan secara sistematis. Ketiga anggota Tim Hawkins harus mengembangkan ide tersebut menjadi karya ilmiah yang memiliki dasar argumentasi yang kuat.

Topik yang dipilih pun tidak sederhana. Mereka mengangkat skema insentif ekonomi karbon biru berbasis komunitas, kemudian menghubungkannya dengan keberlanjutan restorasi mangrove di Penajam Paser Utara.

Istilah *karbon biru* menjadi salah satu konsep penting dalam penelitian ini. Ekosistem pesisir seperti mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon, sehingga keberadaannya tidak hanya penting bagi lingkungan lokal, tetapi juga memiliki relevansi dalam upaya menghadapi perubahan iklim.

Tim Hawkins mencoba melihat persoalan tersebut melalui perspektif yang lebih luas: lingkungan harus dijaga, masyarakat harus diberdayakan, dan program restorasi harus memiliki mekanisme yang memungkinkan keberlanjutannya.

 Proses yang Membutuhkan Ketelitian dan Kerja Sama

Penyusunan karya ilmiah menjadi proses yang menuntut ketelitian. Setiap gagasan harus disusun dengan argumentasi yang logis dan didukung oleh informasi yang relevan.

Ketiga anggota tim memiliki peran dalam membangun karya tersebut. Diskusi, penyusunan gagasan, pengembangan pembahasan, hingga penyempurnaan karya menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi sebuah tim pelajar, tantangan terbesar bukan hanya menemukan ide yang menarik, tetapi juga bagaimana menjadikan ide tersebut layak sebagai sebuah karya ilmiah.

Mereka harus mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan menyusun hubungan antara ekologi mangrove, masyarakat pesisir, karbon biru, insentif ekonomi, serta keberlanjutan restorasi menjadi satu kesatuan gagasan.

Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi ketiganya. Mereka belajar bahwa penelitian bukan sekadar mencari jawaban, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan terhadap persoalan yang ada dan menawarkan alternatif solusi.

 Membawa Gagasan ke Airlangga Maritime Week

Karya tersebut kemudian diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Masuk dalam kompetisi tingkat akademik seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Karya yang dikirimkan harus mampu bersaing dengan gagasan dari peserta lainnya.

Pada tahap ini, ketiganya tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka membawa nama SMA Budi Utomo Gadingmangu.

Menunggu hasil seleksi menjadi salah satu bagian yang mendebarkan. Di balik proses tersebut terdapat harapan agar gagasan yang telah mereka susun dapat memperoleh kesempatan untuk melangkah lebih jauh.

Hingga akhirnya, kabar yang ditunggu datang.

Tim Hawkins dinyatakan lolos dan menjadi FINALIS Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

 Satu Tim, Satu Gagasan, Satu Langkah Menuju Final

Keberhasilan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu. Satu tim riset berhasil melaju ke babak berikutnya melalui karya yang mengangkat isu lingkungan dan keberlanjutan masyarakat pesisir.

Bagi Faradhiya, Neila, dan Rosyida, predikat finalis bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, keberhasilan tersebut menjadi awal dari tantangan berikutnya.

Mereka kini memiliki kesempatan untuk kembali membawa gagasan “Dari Gazi Bay untuk Babulu Laut” ke tahap selanjutnya dan membuktikan bahwa siswa SMA juga mampu menghadirkan gagasan ilmiah untuk menjawab persoalan lingkungan yang nyata.

Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan Tim Hawkins menunjukkan bahwa sebuah karya ilmiah dapat lahir dari kepedulian sederhana terhadap lingkungan, kemudian berkembang melalui proses belajar, berdiskusi, meneliti, dan bekerja sama.

Dari ruang belajar di SMA Budi Utomo Gadingmangu, gagasan tentang mangrove dan masyarakat pesisir kini melangkah menuju panggung akademik yang lebih luas.

 Mohon Doa untuk Langkah Berikutnya

Alhamdulillah, satu tim riset SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil melaju sebagai finalis dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026.

Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu untuk terus mendorong budaya riset, kreativitas, dan prestasi di kalangan siswa.

Perjalanan Tim Hawkins belum selesai. Masih ada satu langkah penting yang harus ditempuh: babak final.

Semoga Faradhiya Amaliya Rosyid, Neila Ajeng Athifa Muazzahroh, dan Rosyida Amaly diberikan kelancaran, kekuatan, ketelitian, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tahap berikutnya.

Mohon doa dan dukungannya, semoga Tim Hawkins SMA Budi Utomo Gadingmangu dapat melaju hingga babak final dan meraih juara yang terbaik serta barokah. Aamiin.

# TIM HAWKINS

SMA BUDI UTOMO GADINGMANGU

1. Faradhiya Amaliya Rosyid — XII-15

2. Neila Ajeng Athifa Muazzahroh — XII-9

3. Rosyida Amaly — XII-13

Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week (AMW) 2026

Fakultas Perikanan dan Kelautan — Universitas Airlangga (UNAIR)

> SMA Budi Utomo Gadingmangu — Berkarakter, Berprestasi, Siap Masa Depan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.