
Larasati Dyah Utami, Alumni SMA Budi Utomo Gadingmangu dan Ponpes Gadingmangu yang Ukir Prestasi Jurnalis Internasional hingga Raih Adam Malik Award (Dok.Lines/Pribadi) Artikel Tayang di Kompasiana
Jombang, 18 September 2025 – Rasa bangga kembali menyelimuti keluarga besar SMA Budi Utomo Gadingmangu. Salah satu alumninya, Larasati Dyah Utami, berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia jurnalistik internasional. Perempuan yang akrab disapa Laras ini kini berkarier sebagai jurnalis di Koran Rakyat Merdeka dan dipercaya mewakili Indonesia dalam berbagai program jurnalistik internasional.
Selama menempuh pendidikan di SMP dan SMA Budi Utomo Gadingmangu, Laras dikenal sebagai siswi yang disiplin, ulet, dan aktif. Enam tahun mondok di bawah naungan Ponpes Gadingmangu telah membentuk karakter luhur yang menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
“Kami diajarkan untuk menghargai waktu, menjaga sikap, dan selalu berbuat baik. Mulai dari sekolah, beribadah, hingga menjaga lingkungan pondok menjadi kebiasaan yang membentuk karakter saya hingga sekarang,” ungkap Laras dalam wawancara.

Setelah lulus dari SMA Budi Utomo, Laras melanjutkan studi di Universitas Multimedia Nusantara. Meski bergelar sarjana ekonomi, kecintaannya pada dunia jurnalistik tumbuh sejak mengikuti pelatihan bersama LDII News Network (Lines) pada 2018. Kariernya berawal di Tribunnews (2019–2023), kemudian berlanjut ke Rakyat Merdeka.
Sejumlah capaian internasional berhasil diraih Laras, di antaranya mewakili Indonesia dalam program kunjungan jurnalis ASEAN ke Jepang (2025) serta Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea (2023). Lebih membanggakan lagi, ia meraih Adam Malik Award (AMA) 2022 sebagai Jurnalis Media Online Terbaik dari Kementerian Luar Negeri RI.
“Penghargaan itu pengingat untuk terus menjaga integritas dalam karya jurnalistik. Prinsip yang saya dapatkan di sekolah dan pondok—jujur, amanah, dan disiplin—sangat relevan dengan dunia kerja,” tegasnya.
Bagi SMA Budi Utomo Gadingmangu, capaian Laras adalah bukti nyata bahwa lulusan sekolah berbasis pesantren mampu berkompetisi secara global tanpa meninggalkan nilai karakter.
“Berprestasi itu bukan sekadar penghargaan. Bisa membuat orangtua, guru, dan sekolah bangga adalah kemuliaan tersendiri,” pungkasnya.
SMA Budi Utomo Gadingmangu akan terus berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi untuk bangsa maupun dunia.

