Mar 26

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI PESERTA DIDIK BARU

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI PESERTA DIDIK BARU

  1. LATAR BELAKANG

Adanya perbedaan pola dan kebiasaan yang dialami peserta didik pada saat di SMP/MTs dengan suasana yang baru khususnya di SMA Budi Utomo ini, tentunya menyebabkan peserta didik harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang baru dialaminya. Proses penyesuaian diri tersebut mungkin akan lebih terasa sulit dijalani oleh peserta didik pada minggu pertama memasuki jenjang pendidikan yang baru. Keadaan yang demikian, apabila dibiarkan secara terus menerus akan berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik itu sendiri, bahkan dapat berpengaruh terhadap kelancaran dalam belajar.

Sebagai upaya mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang bisa mengantarkan peserta didik baru ke arah  pengenalan sekolah  dalam berbagai aspek  secara singkat sebagai bekal awal untuk menghadapi perjalanan selanjutnya di SMA Budi Utomo. Program yang dapat dilaksanakan untuk menjawab persoalan tersebut adalah MasaPengenalanLingkunganSekolah (MPLS) Bagi Peserta Didik Baru.

  1. DASAR HUKUM
  1. Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
  2. Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
  1. NAMA KEGIATAN

Kegiatan rutin di awal tahun pelajaran ini bernama :

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019

  1. THEMA KEGIATAN

Meningkatkan Sikap Religius, Nasionalisme Dan Kemandirian Dalam Menghadapi Era Global

  1. TUJUAN
  2. Tujuan Umum
  • MPLS bertujuan memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolahnya.
  1. Tujuan Khusus
  • Membantu peserta didik baru mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekolah, Pondok Pesantren dan Lingkungan.
  • Mendorong peserta didik baru bersikap pro aktif dalam mengenali guru , karyawan dan Pengurusnya
  • Membantu peserta didik baru agar mampu beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah dan lingkungan sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah
  • Memahami lingkungan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi warga sekolah dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehenshif
  • Memotivasi peserta didik baru agar bangga terhadap SMA Budi Utomo dan Pondok Pesantren
  1. HASIL YANG DIHARAPKAN
  • Terbentuknya peserta didik baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan SMA Budi Utomo secara baik dalam berbagai aspek.
  • Terciptanya suasana educatif yang kondusif
  • Tertanamnya mental kesiapan peserta didik baru dalam menghadapi kegiatan pembelajaran dan persaingan secara sehat di SMA Budi Utomo
  • Terciptanya suasana persaudaraan yang mengembangkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan
  • Terbentuknya mental kompetitif dan semangat tinggi dalam mencapai prestasi akademik maupun non akademik
  1. PELAKSANAAN KEGIATAN
  • Pelaksana Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan oleh  Panitia Pelaksana MPLS SMA Budi Utomo.
  • Tempat Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan di SMA SMA Budi Utomo
  • Waktu Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari, tanggal  : Senin, Selasa dan Rabu, 16, 17 dan 18 Juli 2018  mulai pukul 06.30 s/d 12.00

Mar 23

TIPS MENCARI SEKOLAH IDEAL

KabarIndonesia –
Setiap menjelang tahun ajaran baru, hampir semua orangtua bingung mencari sekolah yang tepat untuk anak-anaknya. Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Namun yang ada, Anda justru pusing dibebani segudang pertanyaan. Seperti apa bentuk sekolah yang baik dan ideal? Apakah harga menjamin kualitas yang diberikan? Dan lain sebagainya. “Ideal” menurut kamus bahasa Indonesia artinya “sesuai dengan yang diharapkan”.

Tentunya orang tua berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Berikut ini, penulis mencoba memberikan tips bagaimana mencari sekolah yang ideal atau tepat bagi anak-anak.

Libatkan anak ketika memilih sekolah.
Seharusnya selalu disadari dan dipahami oleh orang tua, bahwa yang nantinya sekolah adalah anak, bukan mereka. Maka, melibatkan anak dalam memilih sekolah merupakan langkah penting, meskipun usia prasekolah. Orang tua jangan menganggap remeh kemampuan anak, karena pada saat usia pra sekolah anak mengalami perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat.

Dalam buku “Magic Trees of Mind”, Marianne Diamond menggambarkan, perkembangan kemampuan matematika dan intelegensia ruang pada anak diperkirakan dimulai pada usia satu tahun. Kemampuan bahasa anak malah sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Ini berarti, daya nalar dan logika anak pada saat akan memasuki sekolah dasar (6 tahun) sudah berkembang baik.

Tinggal bagaimana orang tua merangsang kemampuan anaknya. Kondisikan agar proses mencari sekolah dasar tidak menjadi beban berat bagi si anak melainkan menjadi proses belajar yang menyenangkan. Bagaimana jika ternyata pilihan anak jatuh pada sekolah yang menurut orangtua kurang sesuai? Di sinilah peran orang tua diperlukan.

Pada saat orang tua telah membuat pilihan sekolah mana yang akan dimasuki anak nanti, buatlah kesepakatan sukarela dengan anak bahwa sekolah yang akan dimasuki adalah murni pilihan anak. Dengan demikian anak akan merasa bangga karena diberi kesempatan melakukan hal yang penting. Di sisi lain anak akan lebih bertanggung jawab karena merasa sekolah yang dimasukinya adalah pilihannya sendiri.

Ketahuilah visi dan misinya.
Banyak ahli yang mengingatkan tentang pentingnya aspek visi dan misi pendidikan yang disandang suatu sekolah. Sekolah yang memiliki kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur dan realistis. Untuk dapat mengetahui visi-misi sekolah yang diinginkan, dapat dilihat di buku profil, brosur, papan nama atau media publikasi yang digunakan oleh sekolah tersebut. Dari visi dan misi yang dipaparkan dapat terlihat bagaimana orientasi tujuan dan profil output yang akan dihasilkan.

Pernyataan visi dan misi ini dapat dipotret dari beberapa aspek, antara lain aspek keagamaan, akademis, mental, perilaku, kecakapan hidup, kemandirian dan kewirausahaan. Seperti yang sudah terungkap di muka, orang tua saat ini masih memandang aspek akademis menjadi pertimbangan pertama dalam memilih sekolah. Maka, tidak heran jika banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sekolah dengan prestasi akademik tinggi.

Pihak sekolah pun akan melakukan seleksi ketat terhadap calon siswanya. Hanya siswa yang memiliki IQ tinggi yang dapat diterima di sekolah yang bersangkutan. Dari kasus ini, Penulis jadi tergelitik, sebenarnya yang unggul sekolah atau siswanya. Sangat masuk logika, jika sekolah yang hanya menerima input baik-baik saja, kemudian out putnya juga baik.

Oleh sebab itu, orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain. Padahal yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi (baca: kecerdasan majemuk) peserta didiknya.

Porsi Pendidikan Agama.
Di era sekarang ini, dimana banyak kasus yang menimpa generasi penerus kita termasuk dalam hal ini para pelajar, mulai dari kasus tawuran, narkotika, pergaulan bebas dan perbuatan menuyimpang lainnya, maka peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku siswa.

Penulis berpendapat bahwa, pendidikan moral tertinggi terletak di dalam doktrin-doktrin agama yang diyakini seseorang. Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota masyarakat. Sebagai implementasinya, anak mampu menghargai orang lain dengan segala perbedaan serta mampu memilah dan memilih kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan tidak.

Oleh karena itu, porsi pendidikan agama yang diterapkan oleh suatu sekolah hendaknuya menjadi bahan pertimbangan penting orang tua dan anak dalam memilih sekolah. Barangkali, jika kita ingin mendapatkan pendidikan agama yang lebih di sekolah negeri, nampaknya sulit diwujudkan. Pasalnya, sesuai aturan yang berlaku, sekolah-sekolah negeri hanya menerapkan 2 (dua) jam pelajaran agama dalam sepekan, kecuali inisiatif pihak sekolah untuk mengadakan jam tambahan.

Mungkin dari sini, sekolah-sekolah swasta yang berbasiskan agama dapat menjadi solusinya. Sekolah ini jelas-jelas memberikan porsi lebih banyak untuk pendidikan agama, bahkan sudah dipadukan dengan mata pelajaran lain, sehingga terdapat internalisasi nilai-nilai agama di setiap bahan ajar. Apalagi di jenjang pendidikan dasar, ibaratnya sebagai momentum peletakan pondasi bangunan kepribadian dan pengoptimalan seluruh potensi siswa. Maka, agama menjadi komponen paling penting dalam membentuk dan membangun kharakter siswa.

Kurikulum pembelajaran.
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Dikarenakan di dalamnya berisi tentang perencanaan pembelajaran yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan. Walaupun penerapan kurikulum ini sudah diatur dan diseragamkan dari pusat, tetapi pihak penyelenggara pendidikan dapat melakukan modifikasi-modifikasi disesuaikan dengan kondisi sekolah, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kebijakan kurikulum terbaru, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat memberikan keleluasaan kepada pihak sekolah (negeri maupun swasta) untuk berkreasi dan berinovasi selama masih mengacu kepada standar kompetensi yang ditentukan.

Maka, sangat dimungkinkan akan terjadi kompetisi di antara sekolah-sekolah, tentang bagaimana menampilkan profil sekolah dan keunggulan-keunggulannya dalam hal muatan materi pembelajaran dan kegiatan sekolah. Oleh karena itu, orang tua dan calon siswa harus benar-benar jeli dan teliti dalam memilih sekolah terutama pertimbangan dari sisi kurikulum yang diterapkan sekolah tersebut.

Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah juga perlu dicermati, apakah dimungkinkan dapat mengoptimalkan bakat dan potensi peserta didik.

Profil Pendidik.
Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan. Apalah artinya kurikulum yang ideal jika tidak didukung oleh pelaksananya, yaitu sumber daya manusia yang cakap.

Maka tidak heran, jika pemerintah terus-menerus berusaha meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program, mulai dari penataran-penataran, beasiswa pendidikan dan sertifikasi guru.

Raka Joni (1980) mengemukakan adanya tiga dimensi umum yang menjadi kompetensi tenaga kependidikan, antara lain:

(1) Kompetensi personal atau pribadi, maksudnya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap yang patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran : ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

(2) kompetensi profesional, maksudnya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.

(3) Kompetensi kemasyarakatan, artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Mungkin secara sederhana, ketika kita mengamati profil guru sebuah sekolah, bisa dilihat dari riwayat pendidikan, pengalaman mengajar, prestasi, penampilan, sikap dan gaya mengajar apabila dimungkinkan.

Gedung dan fasilitas.
Komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana yang mendukung. Mulai dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olah raga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga edukasi yang dimiliki. Seiring dengan kemajuan bidang informasi dan teknologi, nampaknya bukan hal yang baru sebuah sekolah memiliki fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri, dimana setiap stake holders dapat berinteraksi dan berkomunikasi di dunia maya.

Hal ini, akan sangat membantu bagi orang tua untuk memantau perkembangan putra-putrinya secara cepat tanpa harus secara fisik datang ke sekolah. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik, diharapkan semua peserta didik dapat belajar secara enjoy, nyaman, dan betah. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan siswa. Hal yang perlu diperhatikan juga mengenai rasio jumlah siswa dengan luas ruangan kelas serta fasilitas pembelajaran yang lain.

Lokasi sekolah dan lingkungan.
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Bisa dibayangkan seorang anak harus bangun pagi-pagi sekali karena letak sekolahnya jauh. Tentu ia pulang dalam keadaan lelah karena jarak yang ditempuhnya memakan waktu yang lama. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas, bisa dimungkinkan sering terlambat pulang maupun masuk sekolahnya.

Lalu kapan ia bisa belajar di rumah dengan nyaman? Bagaimana ia bisa mengembangkan interaksi dengan anggota keluarga lain di rumahnya? Maka, faktor lokasi dan lingkungan ini hendaknya diperhatikan oleh orang tua dan anak itu sendiri dalam menentukan sekolah pilihannya. Perlu dipikirkan juga mengenai sekolah yang berlokasi di pusat perkotaan atau keramaian dan yang berada di pinggiran atau lebih dekat dengan suasana alam, semua memiliki plus-minus-nya.

Biaya pendidikan.
Barangkali bagi sebagian kalangan, faktor biaya ini menjadi pertimbangan paling utama dalam memutuskan sekolah yang dipilih, terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi kelas menengah ke bawah. Biaya pendidikan yang ditarik pihak sekolah secara umum terdiri iuran SPP, bantuan pembangunan/gedung, seragam, buku, praktikum dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah-sekolah yang dianggap favourit, unggul maupun plus biasanya juga akan memasang biaya pendidikan yang tidak murah.

Hal ini berkaitan dengan fasilitas pembelajaran dan program-program unggulan yang ditawarkan. Namun yang perlu diingat bahwa, tingginya biaya pendidikan yang diterapkan pihak sekolah hendaknya diikuti juga dengan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan sekolah, orang tua diharapkan sudah mampu mengukur kemampuan secara ekonomi tentang biaya pendidikan yang harus dikeluarkan termasuk anggaran lain di luar program sekolah, seperti uang saku, transportasi, perlengkapan sekolah dan lain-lain.

Ketertiban dan kebersihan sekolah.
Kondisi sekolah yang nyaman, teduh, tenang, tertib dan lingkungan yang bersih tentu saja akan mendukung suasana proses pembelajaran. Berbeda dengan suasana sekolah yang terkesan kumuh, gersang, gaduh, penempatan perabot sekolah yang semrawut, dan tidak ada kedisiplinan yang diterapkan, maka proses belajar mengajar akan banyak terganggu dan kurang optimal hasilnya. Kata kuncinya, siswa di sekolah harus merasa senang dan betah seperti ketika berada di rumahnya sendiri (feels like second home).

Lihat prestasi dan keberhasilan alumninya.
Kriteria yang tidak boleh ditinggalkan dalam memilih sekolah yang ideal adalah prestasi dan profil output-nya. Sekolah yang baik, selain unggul di dalam proses, juga unggul pada hasilnya. Seperti telah diurakaikan di muka, yang disebut prestasi tidak hanya secara akademik, tetapi juga non akademik baik siswa, guru maupun institusinya.

Bagaimana perkembangan bakat dan potensinya, sikap, perilaku, kemandirian, keterampilan dan keahlian lain yang mendukung. Sedangkan Keberhasilan alumni dapat diukur dari lulusan sekolah dapat diterima di sekolah lanjutan yang kualitasnya baik serta memiliki life skill yang cukup untuk mampu eksis di tengah masyarakat.

Dari paparan di atas, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan anak di tengah euforia kebingungan mencari sekolah yang ideal. Terlebih-lebih dengan diterapkannya sistem penerimaan siswa baru (PSB) on line yang masih mengedepankan nilai akademik (ujian nasional) di dalam proses seleksinya. Hal ini, tentu saja membuat keresahan dan kepanikan tersendiri terutama bagi yang nilainya di bawah atau pas-pasan.

Penulis berharap, kedepan sistem seleksi penerimaan siswa baru yang sekarang ini berlaku perlu dikaji secara mendalam, bukan komponen IT-nya (sistem on line), tetapi kriteria yang dijadikan alat penerimaan, yaitu hanya nilai ujian nasional. Oleh karenanya, pihak sekolah sendiri secara otonom yang dapat menentukan kriteria penerimaan siswa baru di tempatnya, semoga!

sumber Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Read the rest of this entry »

Mar 23

Tips Sukses Menghadapi UN dan USBN Tahun 2018

Kali ini saya akan membagikan artikel tentang Tips Sukses Menghadapi UN dan USBN Tahun 2018. Artikel ini saya buat khusus untuk adik-adik yang tahun ini akan menghadapi pertarungan terakhir di sekolah, yaitu Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Seperti yang kita semua tahu, bahwa ujian nasional pada tahun pelajaran ini akan segera tiba. Baik dari jenjang dasar, menengah, maupun menengah atas. Kira-kira adik-adik siap nggak menghadapi UN yang sebentar lagi datang? Rata-rata dari kalian pasti akan menjawab belum siap.

Nah..

Mumpung masih banyak waktu sebelum UN datang, ada baiknya mulai sekarang kalian mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Jangan sampai ketika waktunya telah tiba, kalian masih belum siap dan pada akhirnya dapat nilai yang kurang memuaskan.

Bagaimana caranya agar sukses dalam Ujian Nasional?

Berikut Tips Sukses Menghadapi UN dan USBN Tahun 2018 yang bisa kalin coba terapkan dari sekarang.

Jaga Kesehatan

Ini merupakan bagian paling penting yang harus tetap dijaga. Akan sia-sia jika kalian telah siap 100% dalam menghadapi ujian nasional, tetapi tiba-tiba kalian jatuh sakit. Tentu semua tidak mau kan? Jangan sampai hal itu terjadi.

Selalu jaga kesehatan setiap hari. Makan yang teratur dan bergizi, istirahahat yang cukup, dan jangan paksakan diri untuk belajar jika keadaan fisik tidak memungkinkan untuk melakukannya.

Belajar Rutin dan Konsisten

Yang pasti kalau mau sukses dan bisa menjawab semua soal ya harus rajin belajar. Tapi bukan sembarang belajar. Misalnya belajar semalaman kalau besok mau UN. Tentu ini akan sangat tidak efekti dan melelahkan. Disamping itu juga, cara belajar seperti ini tidak akan menambah pemahaman kalian.

Belajar itu haruslah rutin dilakukan setiap hari dan dilakukan secara konsisten (terus-menerus). Luangkan waktu khusus setiap hari untuk belajar, nggak perlu lama tetapi cukup 20 – 40 menit saja setiap hari. Tetapi harus tetap konsisten dan jangan malas-malasan.

Pola belajar yang rutin dan konsisten akan meringankan beban belajar kalian. Selain itu, materi yang dipelajari ulang dirumah akan lebih mudah diingat jika dibandingkan mempelajari materi lama. Jadi, mulai sekarang harus lebih sering belajar ya.

Belajar Sesuai Kisi-Kisi

Kisi-kisi digunakan sebagai acuan atau pedoman materi atau soal yang akan keluar di ujian nasional. Dengan belajar berdasarkan kisi-kisi, kalian lebih memiliki fokus dan tujuan dalam mempelajari materi.

Pada dasarnya tidak semua materi akan keluar di ujian nasional, tetapi materi yang ada di kisi-kisi dipastikan keluar soalnya. Tentu dari kalian semua tidak inginkan materi yang susah payah telah dipelajari malah tidak keluar soalnya di ujian nasional.

Mulai sekarang belajar berdasarkan kisi-kisi UN yang berlaku ya.
Baca : Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2018 Semua Jenjang

Mengikuti Les

Tips sukses yang selanjutnya adalah dengan mengikuti program les dalam rangka pemantapan persiapan ujian. Ini satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Les bisa dilakukan di sekolah sesuai program sekolah bersama guru ataupun dilakukan secara pribadi di rumah dengan mendatangkan pembimbing yang kompeten di bidangnya.

Dengan begitu, ketika kalian menemukan kesulitan dalam menghadapi materi yang sedang dipelajari, ada orang yang bisa mengajarkannya. Seandainya kalian belajar sendiri dan menemukan kesulitan, tentu hal ini akan membuat kalian bingung, karena tidak ada yang membantu memecahkan masalah tersebut.

Tetap rajin ikut les di sekolah ya.. Kalau perlu ditambah les secara prbadi dirumah.

Tenangkan Hati 

Jangan pernah merasa takut dalam menghadapi ujian nasional, apalagi sampai berkecil hati dan pesimis. Karena kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Pesimis adalah sikap pecundang yang berusaha mendahului takdir. Tenangkan hati dan pikiran kalian, anggap saja ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dan ditaklukan.

Hati yang tenang dan pikiran yang lapang akan lebih memudahkan kalian dalam berpikir. Sebaliknya, hati dan pikiran yang takut dan pesimis justru akan membuat kalian menjadi tidak tenang dalam belajar dan semakin menjadi beban setiap harinya.

Lepaskan Beban

Lepaskan semua beban yang ada pada diri dan hati kalian. Jangan pernah menganggap ujian nasional sebagai beban berat yang harus kalian tanggung. Anggap saja ini seperti ulangan biasa. Sebaliknya, lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk meringankan beban yang ada. Misalnya jalan-jalan, berkumpul sambil belajar bersama dengan teman-teman, atau kegiatan menyenangkan lainnya.

Jangan juga belajar terlalu berlebihan yang bisa menguras fisik dan pikiran kalian. Belajar secukupnya saja sesuai kemampuan yang dimiliki. Kalau capek yang istirahat dan lakukan kegiatan menyenangkan di atas.

Berdo’a

Yang terakhir adalah berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini merupakan poin terpenting dalam rangkan sukses menghadapi ujian nasional. Berusaha memang penting, tetapi berdo’a juga penting. Karena orang yang berusaha tanpa pernah berdoa adalah salah satu ciri orang yang takabur dan sombong.

Rajin beribadah dan berdo’alah sepanjang waktu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memudahkan dan memberikan kesehatan, petunjuk, dan kemudahan dalam menghadapi ujian nasional.

 

Demikian artikel saya mengenai Tips Sukses Menghadapi UN dan USBN Tahun 2018. Semoga bisa membantu adik-adik dalam mempersiapkan diri menghadapi UN dan USBN yang sebentar lagi akan tiba. Semoga sukses..

Sumber : http://www.blogsekolah.net/2018/01/tips-sukses-menghadapi-un-dan-usbn.html

Mar 20

EKSTRA KURIKULER

Mar 19

ASYIKNYA MONDOK DAN KELAS KHUSUS SMA BUDI UTOMO

ASYIKNYA MONDOK DAN DI KELAS KHUSUS  SMA BUDI UTOMO

MONDOK SAMBIL SEKOLAH, DI SINILAH TEMPAT  (VIDEO) ASYIKNYA SEKOLAH . Asyiknya sekolah bisa dinikmati disini dan Mondok sangat asyik di Pondok Pesantren (VIDEO ) Gadingmangu. Simak video berikut.

Memperhatikan visi SMA Budi Utomo yakni ; Mewujudkan sekolah unggul menghasilkan SDM yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berprestasi, berdaya saing, berbudaya dan berwawasan lingkungan, serta usulan dari sebagian orang tua siswa, agar para putra-putrinya dapat menjadi Generasi muda profesional religius yang memiliki ketaqwaan yang tinggi /menjadi mubaligh – mubalighoh ( Spiritual Quotient ), memiliki daya juang , akhlakul karimah, tobiat luhur, mampu bekerja sama ( Emotional Quotient ), menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ( Inteligence Quotient ) , berkepribadian sukses ( Personal Quotient ) maka SMA Budi Utomo, untuk Tahun Pelajaran 2018 /2019 membuka Kelas X Khusus siswa minat MIPA dan IPS.

Sekolah di SMA Budi Utomo memang sangat mengasyikkan….Lihat viedo berikut

Mar 09

BROSUR PPDB YPBU TAHUN AJARAN 2018/2019

BROSUR DAPAT DI DOWNLOAD DITAUTAN BERIKUT INI:

BROSUR DEPAN

BROSUR BELAKANG

 

INFORMASI:

  1. SMA BUDI UTOMO 1 GADINGMANGU KLIK DISINI
  2. SMA BUDI UTOMO 2 PERAK KLIK DISINI
  3. SMA BUDI UTOMO 3 KERTOSONO KLIK DISINI
  4. SMA BUDI UTOMO 4 PURWODADI KLIK DISINI

PENDAFTARAN:

PENDAFTARAN SMA AKAN DILAKSANAKAN TANGGAL 25-30 JUNI 2018. KLIK DISINI.

 

Dec 31

SURAT PERNYATAAN STUDI LANJUT dan HASIL TES INVENTORI MINAT

SURAT PERNYATAAN STUDI LANJUT dan HASIL TES INVENTORI MINAT

Bagi bapak ibu orang tua/wali kelas XII yang menghendaki  anaknya melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui jalur undangan, kami BK SMA Budi utomo perak menginginkan kerjasama dengan orang tua/wali terkait jurusan pilihan siswa/siswi. Besar harapan kami jurusan yang dipilih sesuai dengan bakat, minat, dan tentunya sudah disetujui oleh orang tua (berdasarkan musyawarah).

Jalur undangan masuk perguruan tinggi negeri ada 4 jalur, yaitu SNMPTN, PMDKPN, SPAN PTKIN dan Simpenmaru PMDP. Oleh kerena itu kami lampirkan kesanggupan untuk registrasi dan membiayai bagi orang tua yang anaknya diterima di perguruan tinggi pilihannya. Demikian pemberitahuan ini dibuat. Semoga anak anak didik kita bisa masuk dan diterima sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Jazakumullohu khoiro.

Download di:

FORMAT HASIL TES INVENTORI MINAT

SURAT PERNYATAAN STUDI LANJUT 17-18

Nov 28

Penyuluhan HIV/AIDS

 

 

Penyuluhan HIV/AIDS

Penyuluhan HIV/AIDS

Perak.

SMA Budi Utomo Perak Jombang Hari Senin (27/11) telah mengadakan “Penyuluhan HIV/AIDS.” Acara penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Masjid Luhur Nurhasan Gadingmangu ini diikuti oleh 580 peserta dari kelas X dan XI. Sedangkan jumlah panitia ada 19 peserta.

Acara Penyuluhan HIV/AIDS ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang biasa dilaksanakan pada tanggal 1 Desember. Namun, Acara dilaksanakan pada (27/11) karena banyak agenda kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Heboh Handono selaku Waka Kesiswaan berharap parasiswa dan siswi untuk mengikuti acara ini dengan saksama, karena kegiatan ini akan membawa manfaat sebagai bekal untuk pencegahan dini bagi siswa/siswi pada zaman yang sudah mendunia ini, serta pengaruh pergaulan yang bebas.

Ariyono Yerrey Wibowo. M.Kes. selaku dosen dan dokter di salah RS di Lengkong serta Kertosono sangat piawai dalam menyampaikan materi HIV/AIDS pada siswa/siswi SMA Budi Utomo. Apalagi saat materi disampaika menggunakanbmetode tanya jawab antara dokter dan peserta. Peserta sangat antusias dalam mengikuti acara penyuluhan kali ini.

OSIS SMA , Mohammad Daffa selaku panitia sangat berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan tiap tahun. Apalagi sebelum acara Penyuluhan peserta diberi materi yang berkaitan dengan dalil-dalil Al Quran dan Al Hadist. Semoga acara ini bisa membawa manfaat. Aamiin. (AS)

Jul 24

MPLS SMA Budi Utomo Ditutup Waka Kesiswaan

WAKA Kesiswaan Pimpin Upacara Penutupan MPLS

WAKA Kesiswaan Pimpin Upacara Penutupan MPLS

Perak. Pada hari Rabu (19/7) MPLS SMA Budi Utomo Perak Tahun Pelajaran 2017/2018 ditutup oleh Wakil Kepala Kesiswan Heboh Handono Pribadi Luhur sekaligus sebagai Pembina Upacara. Heboh Handono yang sudah menyelesaikan S2 ini menutup acara MPLS menggantikan Kepala SMA yang pada saat itu tidak bisa hadir karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

Pada sambutan penutupan, Heboh Handono menuturkan bahwa hendaknya semua peserta bisa menyerap dan mempraktikkan ilmu yang didadapat selama acara MPLS yang dilaksanakan di Aula Masjid Luhur Gadingmangu, Perak Kabupaten Jombang. Terutama praktik langsung ketika di sekolah dan lingkungan luar sekolah. Siswa SMA Budi Utomo baik yang baru yang sudah lama akan berhadapan dengan tata tertib sekolah, contohnya bagaimana model rambut yang ditentukan dan bagaimana pula seragam yang harus dikenakan.

Acara penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta MPLS dan diganti dengan seragam Almamater berwarna hijau tanda kebesaran SMA Budi Utomo. Sorak gemuruh sebanyak 1.174 peserta semakin menambah haru di ruangan yang berukuran 20 X 40 meter itu, belum lagi sorak sorai dari Panitia Guru sebanyak 52 dan tambahan panitia sukarela dari OSIS, MPK, PMR, PKS, Pramuka, Paskibra, dan Broosment  sebanyak 80 personil.

Sebenarnya acara MPLS SMA Budi Utomo ini belum berakhir, namun karena rencana kegiatan indoor itu hanya direncanakan tiga hari, dan sedangkan yang satu harinya untuk kegiatan di luar ruangan. Acara yang di luar ruangan adalah PBB yang nantinya akan dilatih oleh TNI dan Polwan. Kekuatan pelatih dari TNI dan Polwan sebanyak 52 Personil.

Selepas acara PBB yang dilaksanakan di lapangan SD dan lapangan Nur Zainudin pada pagi hari, maka peserta selanjutnya diajak untuk observasi lingkungan yang ada di lingkungan sekolah. Parapeserta berkeliling mengitari Gedung 1, 2, 3,dan 4, Mulai dari lantai dasar , lantai dua, dan lantai tiga.

Semoga dengan dilaksanakan acara penutupan ini, apa yang menjadi harapan sekolah serta harapan parapanitia bisa terwujud. Sehingga Siswa baru tidak merasa asing di lingkungan sekolah yang baru, Semoga.(AS)

Jul 24

Polres Jombang dan Koramil Isi Materi MPLS di SMA Budi Utomo Perak

Polres Jombang Isi Materi MPLS di SMA Budi Utomo

Polres Jombang Isi Materi MPLS di SMA Budi Utomo

Perak, Di hari kedua pelaksanaan MPLS di SMA Budi Utomo Perak Jombang parapeserta masih sangat antusias untuk mengikuti materi yang diberikan oleh para narasumber. Pada hari Selasa ( 18/7) ada tiga narasumber yang semuanya berasal dari luar SMA Budi Utomo, masing-masing adalah dari Polres Jombang, Puskesmas Perak, dan satu pemateri yang berasal dari Koramil Perak. Sebenarnya panitia MPLS untuk materi Wawasan Kebangsaan sudah mengundang pemateri dari Kodim Jombang, namun karena suatu hal akhirnya Kodim Jombang melimpahkan ke Koramil Kecamatan Perak. Komandan Rayon Militer Pujiono yang sudah berpangkat Kapten Infantri ini mengisi materi “Wawasan Kebangsaan”. Di sela-sela saat menyampaikan Danramil yang menjabat di Koramil Perak merasa terkagum-kagum melihat peserta yang sejumlah 1.174 duduk bersama di satu tempat dengan latar belakang dan asal daerah yang berbeda-beda. Semacam ada pengabsenan. Saat pengabsenan ada yang menyebutkan Aceh, NTB, Bali, Papua Barat, Sulawesi, Jabodetabek, DKI, Jateng, Jatim, dan tidak ketinggalan pula Gadingmangu Kecamatan Perak , Kabupaten Jombang. Sebelum Danramil Perak, pemateri yang pertama adalah dari Polres Jombang. Sedangkan pada penyampaian materi kedua materi yang disampaikan adalah “Bahaya Penggunaan Narkoba”. Pemeteri saat menyampaikan materi juga selalu mengadakan komunikasi untuk menanyakan suatu hal pada parapeserta. Pertanyaan yang dilontarkan pemateri kedua “ Adakah diantara peserta yang sudah mengenala Doubel L”. Sebanyak 1.174 peserta tidak satupun yang mengangkat tangan. Dan hal demikian menurut Afwan berarti siswa Budi Utomo tidak ada yang mengenal dan mengkonsumsi Narkoba. Sebelum acara ditutup pada hari kedua, Dokter Kepala Puskesmas Kecamatan Perak menyampaikan materi yang berjudul “ Sekolah Sehat”. Kali ketiga Dokter Kepala yang sudah mendapat gelar S2 itu merasa bangga terhadap SMA Budi Utomo dan Poskestren Gadingmangu yang sudah juara 1 lomba tingkat provinsi Jawa Timur. Dokter Kepala merasa bangga karena sekolah binaannya bisa juara tingkat provinsi. “Tinggal menjaga dan melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat di tiap-tiap lingkungan sekolah, masjid, rumah, dan fasilitas-fasilitas lainnya.” Ujar Dokter Puskesmas itu. Penanganan yang perlu ditingkatkan lagi adalah tentang penggunaan bungkus-bungkus plastik yang selalu digunakan siswa dan orang-orang yang ada di sekitar sekolah. Bila kebersihan terjaga, maka sekolah akan menjadi bersih.(AS).

Koramil Perak Isi Materi MPLS di SMA Budi Utomo

Koramil Perak Isi Materi MPLS di SMA Budi Utomo

Older posts «